Tuesday, December 22, 2009

TugasAkhir[TDJarkom2009][0806444676-Rudi Airlangga]

Terlampir,
Tugas akhir paper TD Jarkom

[TDJarkom2009][Final][0906503805-Jan Peter Alexander] JP09

Jan Peter Alexander :: 0906503805
Paper Jarkom final. Disertakan berkas PDF dan berkas ODF asli dengan menggunakan standar IEEE.

Wednesday, December 9, 2009

[TDJarkom2009][Sesi10][0906644505-Ricky Suryadharma] Hansen06, Storz06

[category TDJarkom2009]
[title Ricky Suryadharma (0906644505) - Hansen06, Storz06

 

Judul paper:
Moving Out of the Lab: Deploying Pervasive Technologies in a Hospital

 

Penulis paper membahas mengenai penerapan teknologi pervasive yang dirancang mereka di sebuah rumah sakit dengan maksud agar teknologi pervasive tidak hanya berada dalam lab penelitian dengan lingkungan yang ideal, tetapi juga dapat dilihat penerapan dan masalah-masalahnya di lingkungan yang nyata. Teknologi pervasive ini dikembangkan dalam waktu yang lama dan melibatkan sejumlah tenaga medis di rumah sakit sebagai penggunanya untuk membantu mengenai kebiasaan atau masalah yang ada yang berhubungan dengan medis atau pun standar-standarnya. Teknologi jaringan yang dipakai untuk mengetahui keberadaan orang adalah Bluetooth, sedangkan jaringan antar komputer dinding diusahakan menggunakan kabel walau terdapat standar yang tidak memperbolehkan adanya kabel di lantai terutama di ruang operasi.

 

Beberapa kekurangan masih terdapat dalam penerapan teknologi pervasive tersebut. Model atau lingkungan yang digunakan untuk penerapan hanya untuk rumah sakit tertentu sehingga teknologi ini belum dapat diterapkan untuk rumah sakit secara umum - merupakan salah satu kekurangannya. Kekurangan yang lainnya, walaupun telah didaftarkan pertanyaan-pertanyaan atau masalah-masalah yang muncul di dunia nyata mengenai teknologi pervasive, hanya beberapa yang dibahas di dalam paper. Selain itu, teknologi Bluetooth yang digunakan pun hanya mempunyai jangkauan 10 meter, mengenai bagaimana cara untuk mengirim atau menerima informasi di luar jangkauan itu tidak dijelaskan dengan detail (apakah di titik-titik tertentu terdapat node-node yang dapat saling menerima atau mengirim informasi sehingga masalah jangkauan dapat teratasi, mengingat rumah sakit yang biasanya berukuran besar). Selain mengenai teknologinya, kekurangan papernya sendiri (khususnya paper sejenis ini!) adalah tetap terdapat tulisan besar yang memotong di tengah pembahasan utama - hal ini sangat mengganggu dalam membaca paper. Walaupun dengan segala kekurangannya, penelitian ini sangat menarik karena bukan hanya merupakan rancangan/implementasi prototipe di dalam lingkungan ideal, tetapi diusahakan juga pengembangan dan penerapannya di dunia nyata setidaknya dalam paper ini di rumah sakit.

 


Judul paper:
Public Ubiquitous Computing Systems: Lessons from the e-Campus Display Deployments

 

Penulis paper membahas mengenai pelajaran-pelajaran yang dapat diperoleh dari penerapan tampilan e-Campus khususnya mengenai sistem komputasi ubiquitous yang umum. Pelajaran-pelajaran yang ada meliputi kondisi nyata sistem yang ternyata berbeda sekali dengan kondisi ideal di mana kejadian atau masalah bisa saja muncul pada kondisi nyata, sedangkan pada kondisi ideal tidak. Masalah yang dimaksud termasuk perangkat keras dan perangkat lunak. Selain itu, dibahas juga masalah nonteknis seperti perizinan, biaya, pandangan orang lain terhadap sistem, dan sebagainya. Pelajaran-pelajaran tersebut dibahas satu per satu secara detail. Dengan adanya pelajaran tersebut dan pembahasannya diharapkan orang-orang yang akan menerapkan sistem komputasi ubiquitous dapat belajar dari kesalahan yang ada dan dapat mengatasi masalah yang mungkin sama.

 

Pelajaran yang disuguhkan sangat menarik karena terdapat masalah teknis dan nonteknis. Akan tetapi, masih terdapat kekurangan seperti masalah jaringan yang belum terlalu dibahas. Selain itu, sistem yang dirancang dan merupakan bahan pelajaran masih cukup sederhana walau sudah pada kondisi nyata sehingga masih banyak lagi pelajaran yang belum tergali mengenai sistem komputasi ubiquitous pada kondisi nyata.


[TDJarkom2009][Sesi10][0806444676-Rudi Airlangga] Hansen06, Storz06

[category TDJarkom2009]
[title Rudi Airlangga (0806444676) - Hansen06, Storz06]
Moving Out of the Lab: Deploying Pervasive Technologies in a Hospital [hansen06]
Paper ini memaparkan tentang implementasi pervasive system iHospital kedalam dunia nyata, bukan hanya di lingkungan penelitian. Suka duka dalam penerimaan sistem tersebut kedalam masyarakat kedokteran, penempatan dan jenis piranti keras, arsitektur sistem dan fitur yang disediakan di sistem, modularity system dan updating system merupakan aspek-aspek yang harus diperhatikan untuk mendapatkan hasil yang baik.
Decoupling pada masing-masing modul, layer dan tier dalam sebuah sistem software sangat membantu modularity yang masing-masing bergantung tapi minimum satu sama lain, sehingga dalam memperbaharui 1 fitur hanya perlu memperbaharui bagian itu saja dan apabila terjadi error hanya akan terjadi error pada bagian tersebut saja. Metodologi pengembangan juga mempengaruhi kestabilan sistem dan dapat mengakomodasi keinginan pengguna dan dokter, seperti agile rapid development atau extreme programming merupakan metode yg cukup canggih.
Yang tersulit dalam membuat suatu sistem adalah tepat mengena dengan keinginan pengguna, apa-apa saja fitur yang ingin dan dapat diautomasisasi sehingga memerlukan interaksi pengguna lebih sedikit iterative requirement engineering dan analisis harus dilakukan secara intensif, sehingga menjamin pengguna puas dan menggunakan sistem yang telah dibuat. Akan sangat membuat para pembuat ini berbahagia apabila sistem yang telah dibuat akan berguna dan dipakai sebelum nantinya akan diganti dengan yang lebih baru. Penerimaan dalam dunia nyata dapat saja sulit ataupun mudah tergantung dari latar belakangnya, mungkin diperlukan guidance dan pelatihan-pelatihan yang diadakan agar semua pengguna atau setidaknya pengguna vital menggunakan sistem secara maksimal.
Faktor lingkungan dan infrastruktur yang dianalisa sangat berpengaruh terhadap kestabilan dan penggunaan maksimal sistem, seperti analisa jaringan yang baik dan hemat menghindari koalisi dan induksi listrik/ magnet, penempatan piranti keras yang sering dilewati dan mudah terjangkau, dan analisa frekuensi dan band, dinding dan pondasi juga diperlukan untuk jaringan wireless. Begitu pula dengan perilaku pasien dan orang-orang sekitar, apakah perlu pengamanan terhadap vandalisme, dan lain-lain.
Lessons from the e-Campus Display Deployments [storz06]
Penulis ingin berbagi pengalaman implementasi komputer ubiquotus sistem, e-campus display deployment. Terdapat 13 point yang digarisbawahi yang sebagian besar didominasi oleh deployment, content dan maintenance. Yang terpenting adalah bagaimana cara penerimaan teknologi yang ditawarkan kepada masyarakat, perilaku dan reaksi mereka setelah adanya sarana yang telah di deploy. Teknologi akan berkembang dengan pesat apabila masyarakat dapat menerima dan memanfaatkan teknologi tersebut, dan dengan adanya dukungan besar dari investor-investor yang ingin mendapatkan keuntungan dari pemanfaatan teknologi tersebut.
Paper ini dapat dijadikan sebagai sebuah referensi yang cukup baik untuk implementasi teknologi ubiquitous dan bahkan menjadi pertimbangan pada tahap desain dan requirement pengembangan piranti lunak, sehingga didapatkan hasil yang optimal dari berbagai sisi.

[TDJarkom2009][Sesi10][ 0806444732-Yana Adharani] Hansen06, Storz07

Moving Out of the Lab: Deploying Pervasive Technologies in A Hospital [Hansen06]

Paper ini menceritakan mengenai penggunaan teknologi pervasive di rumah sakit untuk membantu pekerjaan di ruang operasi dan ruangan lainnya yang berhubungan seperti ruang pemulihan dan ruangan pasien yang sedang menunggu untuk melakukan operasi yang diberi nama iHospital system. Terdapat banyak hal yang dapat dilakukan sistim ini seperti melakukan penjadwalan, memonitor aktivitas di ruang operasi, dapat melakukan proses pencarian, dapat mengupdate informasi terbaru jika terjadi perubahan, melakukan komunikasi tanpa mengganggu proses opersasi dan lain sebagainya.

Perangkat yang digunakan dalam iHospital ini diantaranya adalah media awareness, aware phone, dan bluetooth. Media awareness terdiri dari video stream, rogress bar untuk melaporakan setiap perubahan, chat area untuk berkomunikasi, schedule digunakan untuk menunjukan jadwal operasi berikut perubahannya serta sistim pencarian lokasi. Bluetooth digunakan untukmelakukan pencarian. Bluetooth ini dipasang pada setiap perangkat dari sistem dan juga dipasang pada chip dan mobile yang digunakan oleh dokter, staf rumah sakit maupun pasien.

Sistim ini sangat berguna jika dapat diimplementasikan pada rumah sakit-rumah sakit secara keseluruhan. Sebagai contoh jika ada pasien gawat darurat yang baru datang dan harus dioperasi maka perawat tinggal melihat di layar yang tertera pada dinding  ruang operasi mana yang kosong dan mencari siapa dokter bedah yang sedang tidak melakuakn operasi. Sistim juga secara otomatis akan mengirimkan informasi kepada pasien yang sebenarnya sudah mempunya jadwal operasi dan memberitahu bahwa operasinya tertunda karena ada pasien lain yang kondisinya gawat.

Hal tersebut sangat memudahkan dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan karena tindakan yang dilakukan dapat lebih cepat. Akan tetapi sistim ini memiliki kelemahan karena pelacakan lokasi hanya dapat dilakukan pada jarak maksimum 10 meter. Padahal mobilitas dari tenaga kesehatan tentunya akan sangat tinggi. Bayangkan saja jika rumah sakit yang digunakan adalah rumah sakit besar maka sistim tidak dapat mendeteksi keadaan pasien dan petugas kesehatan padahal mereka masih berada di lingkungan rumah sakit. Sebagai solusinya mungkin dapat dimanfaatkan active RFID yang memiliki kemampuan pencarian dengan jangkauan yang lebih luas. Selain itu kelemahan dari paper ini adalah tidak menceritakan secara detail bagaimana sistim tersebut bekerja. Kelemahan lainnya adalah sistem tidak dapat menentukan dokter mana yang memang spesialis untuk menangani suatu kasus tertentu (pemilihan dokter dilakukan oleh tenaga kesehatan/ perawat yang bertugas secara manual)

Public Ubiquituous Computing System: Lessons from the e-Campus Display Deployment (Storz06)

paper ini menceritakan tentang pelajaran yang dapat diambil pada saat membuat large-scale networked display yang disebarkan di tempat-tempat umum yang berbeda sehingga nantinya dapat menjadi masukan untuk peneliti lain yang ingin mengembangkan eksperimen yang serupa. Pelajaran yang dapat diambil adalah:
- penyebaran display memerlukan biaya yang cukup tinggi
- diperlukannya pemeliharaan sistem setelah dilakukan penyebaran display
- Lokasi penyebaran dan sistim yang digunakan harus sesuai dengan pertaturan yang berlaku
- Keberadaa display tersebut harus dapat dimonitor dari jarak jauh
-penggunaan content juga memerlukan biaya yang cukup besar
- harus dapat memanage asset yang kita miliki diantaranya adalah aspek keamanan, dsb

[TDJarkom2009][Sesi10][0906644524-Abdul Arfan] Fleck02, Parikh05

[category TDJarkom2009]
[title Abdul Arfan (0906644524) - Fleck02, Parikh05]


Ubiquitous Systems in Interactive Museums

Musium merupakan tempat untuk menimba ilmu yang dapat juga berfungsi
sebagai sarana hiburan yang memiliki ciri khas dalam penyampaian
informasi kepada pengunjung. Pengunjung yang mendatangi musium dapat
melihat benda-benda atau koleksi-koleksi museum dan mengambil
informasi dari sana berupa tulisan, gambar, suara, ataupun video.


Karena sifat museum sebagai sarana informasi yang seperti itu maka
teknologi ubiquitous computing menjadi relevan untuk digunakan di
dalamnya. Teknologi ini diharapkan dapat memudahkan pengunjung dalam
menerima informasi dan berinteraksi dengan koleksi-koleksi yang
terdapat pada musium. Efek yang diharapkan supaya penggalian informasi
dari koleksi-koleksi pada musium menjadi semakin menyenangkan dan
lebih dapat menarik minat para pengunjung.

Permasalahan timbul jika penggunaan teknologi pada penelusuran musium
dapat mengalihkan perhatian pengunjung dari koleksi museum ke
teknologi itu sendiri. Hal ini tentu tidak diharapkan dan dapat
merusak kesenangan berkunjung ke musium. Untuk menghindari hal ini
maka teknologi yang digunakan harus dibuat tidak terlihat atau hampir
tidak terlihat, sehingga perhatian pengguna tetap pada koleksi musium.

Contoh teknologi yang dapat dipakai dan tidak terlihat adalah
penggunaan RFID. RFID digunakan untuk melakukan pencatatan terhadap
koleksi-koleksi musium yang dikunjungi oleh pengguna. Hasil pencatatan
ini juga dapat digunakan untuk informasi pada website musium. Hal ini
akan menambah daya tarik masyarakat terhadap musium tersebut. Selain
itu, hasil pengambilan informasi dapat dijadikan suatu kliping yang
terdapat pada sebuah sistem yang dapat diakses langsung oleh
pengunjung musium. Pengunjung akan mendapatkan seluruh informasi tanpa
takut akan melewatkan hal-hal yang justru sebenarnya penting pada
musium yang dikunjungi.

Penerapan teknologi pada musium merupakan sebuah langkah maju dalam
dunia pendidikan. Dengan adanya teknologi semacam ini diharapkan akan
menarik minat orang-orang untuk lebih mengunjungi musium dan menggali
lebih banyak informasi dari sana.


-----

Using Mobile Phones for Secure, Distributed Document Processing in the
Developing World

Penggunaan kertas sangat penting pada pemrosesan informasi di negara
berkembang. Kertas digunakan untuk mencatat, mengolah dan menyimpan
data yang sudah diproses. Tetapi penggunaan kertas dalam pengelolaan
informasi dapat menjadi tidak efisien dan tidak fleksibel karena
informasi yang tercetak pada kertas akan sulit dicari dengan cepat.
Penggunaan kertas juga akan mempersulit proses pengindexan dan
peringkasan informasi jika jumlah data terlalu banyak. Diperlukan
kerja keras untuk memproses data yang ada pada kertas untuk menjadi
informasi yang lebih bermakna.

Selain itu penggunaan kertas yang berlebihan juga dapat mengancam
lingkungan karena produksi kertas berasal dari pohon. Jika penggunaan
kertas tidak diminimalisir, maka penebangan pohon akan semakin gencar
dan lingkungan akan semakin rusak. Oleh sebab itu diciptakan teknologi
yang dapat menggantikan penggunaan kertas dengan tujuan efisiensi
proses pengolahan dokumen. Teknologi yang bernama CAM framework ini
selanjutnya diujicobakan pada orang-orang dari negara berkembang.

Teknologi ini berupa sebuah arsitektur layanan informasi yang
menggunakan smartphone sebagai alat utama. Smartphone dilengkapi
kamera yang dapat menangkap informasi dari form kertas. Selanjutnya
hasil tangkapan kamera tersebut dikirimkan ke server menggunakan
bluetooth atau MMS, lalu informasi tersebut diproses untuk nantinya
dikirimkan melalui internet atau mobile phone. Informasi ini dapat
juga langsung dicetak di printer.

Isu yang terkait dengan penggunaan mobile phone sebagai alat untuk
pengolahan dokumen adalah isu keamanan. Pengguna dari sistem ini akan
kesulitan jika harus mengingat password yang panjang dan terdiri dari
kombinasi karakter. Jika password yang mereka dibuat mudah diingat,
itu artinya password tersebut juga akan mudah untuk dilacak. Oleh
sebab itu, penggunaan token diperlukan supaya data-data tersebut tetap
aman pengiriman dan penyimpanannya dan tidak menyulitkan pengguna
untuk pengingat password.

Pengenalan teknologi pada negara berkembang diharapkan akan
meningkatkan laju perekonomian pada negara tersebut dengan melancarkan
proses bisnis yang biasa terjadi. Teknologi yang ada harus dapat
dimanfaatkan dengan mudah bahkan oleh orang yang kurang terbiasa
dengan teknologi. Diperlukan proses pelatihan yang intensif agar
penerapan teknologi ini dapat mempercepat dan mempermudah kegiatan
perekonomian di negara-negara berkembang.

[TDJarkom2009][Sesi10][0906503805-Jan Peter Alexander] French08,Hartung06

[category TDJarkom2009]
[title Jan Peter Alexander(0906503805) - French08,Hartung06]

[French08]
Seseorang dalam kursi roda mengalami hambatan dalam bergerak, terutama para penderita Spinal Cord Injury or Dysfunction (SCI/D). Aktivitas di kursi roda yang lama juga sering menyebabkan sakit. Hal ini diakibatkan oleh aktivitas dengan kursi roda yang statik menyebabkan ketegangan pada bagian tubuh tertentu dibandingkan dengan aktivitas tanpa kursi roda. Untuk itu, diperlukan sistem pelatihan Virtual Coach untuk membantu pengguna bergerak dengan benar saat menggunakan kursi roda.

Salah satu tantangan dalam pengembangan Virtual Coach (VC) adalah menentukan sikap pengguna secara umum ketika menggunakan kursi roda. Dengan menggunakan masukan yang sudah didapat, VC dapat menyediakan preferensi-preferensi gerakan yang diperlukan oleh pengguna. Selain itu, VC memiliki fungsi belajar yang menyesuaikan dengan pengguna.

Maka, rasanya penggunaan accelerometer saja kurang dalam meneliti pengguna. Salah satu solusi pembantu adalah dengan menempatkan sensor panas pada beberapa bagian di kursi roda. Beberapa teori akupunktur juga dapat diterapkan dalam penelitian ini untuk menentukan bagian-bagian yang perlu digerakkan dan titik-titik yang perlu digerakkan sehingga sebuah gerakan menjadi efisien dan minim cedera.

Penggunaan akupunktur sudah mulai dibakukan di dalam dunia kedokteran Barat. Ilmu tersebut dapat digunakan dalam menentukan stres pengguna dengan menggunakan titik-titik akupunktur. Dengan memadukan ilmu tradisional ini, bisa jadi VC dapat digunakan juga untuk melatih pemulihan dari trauma akibat kecelakaan agar seseorang dapat berjalan kembali. Hal ini dapat terjadi karena simulasi dan rangsangan dari sistem dapat dipakai untuk memacu pemulihan.

[Hartung06]
Penggunaan sensor untuk menentukan cuaca dalam rangka mencegah kebakaran dapat menjadi salah satu penjamin keselamatan penduduk sekitar. FireWxNet berusaha menjawab solusi tersebut dengan menyediakan jaringan antarsensori yang ada. FireWxNet menciptakan jaringan tersebut dengan sistem WAP, yakni teknologi nirkabel. FireWxNet menempatkan beberapa access point (AP) dalam membantu hubungan antar sensor dengan pusat pengolahan data.

Penggunaan teknologi WLAN sendiri merupakan salah satu sumber pemborosan baterai. Teknologi nirkabel yang lebih efisien dapat digunakan untuk menekan biaya penghabisan masa baterai. Salah satu yang bagus untuk itu adalah ZigBee. Selain itu, protokol yang digunakan dalam berhubungan juga dapat direduksi sehingga data yang dikirim memiliki header minimal.

Tantangan lain yang dimiliki oleh sensor-sensor ini adalah sifat mereka yang tidak alami. Penempatan sensor yang berlebihan dapat mencemari ekosistem hutan itu sendiri. Selain itu, penempatan sensor yang sedikit dapat mengurangi keakuratan data. Setiap sensor harus ditempatkan dengan jumlah proporsional. Untuk menambah keakuratan, FireWxNet dapat saja menggunakan data dari satelit sebagai data pembanding.

Konsep People Science juga dapat diterapkan dalam sistem ini, yakni mengundang partisipasi penduduk lokal. Dengan menyediakan sistem pelaporan terpadu, penduduk sekitar juga dapat menyediakan pelaporan dan data-data pembanding. Dengan demikian, selain sistem sensor ini, penduduk juga dapat menjadi bagian dari FireWxNet.

Melihat ilustrasi dari [Hartung06] dan kondisi hutan yang mudah terbakar, dapat diduga bahwa lingkungan FireWxNet memiliki akses terhadap sinar matahari. Maka selain penggunaan baterai yang hanya dapat bertahan 5 hari, sensor-sensor tersebut dapat menggunakan sel surya dalam mendapatkan sumber daya listrik.

[TDJarkom2009][sesi10][0906505994-L.M.Fid Aksara]hartung06,french08

[Category TDJarkom2009]
[title L.M. Fid Aksara(
0906505994)] –hartung06,french08

[hartung06] FireWxNet: A MultiTiered Portable Wireless System for Monitoring Weather Conditions in Wildland Fire Environments

Pada paper ini dibahas tentang sebuah teknologi yang digunakan untuk mendeteksi api/kebakaran yang terjadi. Dari paper yang ada ini mungkin ada beberapa hal yang belum dijelaskan. Antara lain :

1.      Dari segi pengimplementasiannya, pada pepr ini tidak dijelaskan bagaimana sensor yang telah dipasang pada tiap-tiap titk itu mengetahui bahwa itu adalah api/kebakaran. Karena sensor yang ada adalah sensor suhu. Dan untuk membantu keakuratannya digunakan sebuah webcam. Masalahnya adalah bagaimana bila webcam yang ada itu sedang rusak ? Bagaimana kita mengetahui bahwa disuatu daerah sedang terjadi kebakaran. Bisa aja jika temperatur yang di rasakan sedang naik oleh sensor itu bukan berasal dari api, tapi dari sumber yang lain.

2.      Pada paper ini juga di jelaskan bagaimana kita mendapatkan data yang diperoleh oleh sensor-sensor yang ada. Yaitu dengan melakukan remote ke sistem operasi dan melihat log dari semua kegiatan sensor. Dengan kata lain masih manual. Ada baiknya jika pada sistem yang ada ditambahkan sebuah tool atau software yang akan memberitahukan pada kita jika terjadi kebakaran ataupun ada titik-titik api yang dikhawatirkan akan membesar sehingga dapat diambil langkah-langkah untuk mencegahnya.



[french08] Towards a Virtual Coach for manual wheelchair users

Pada paper ini dibahas tentang sebuah tool untuk membantu pengguna kursi roda dalam menggunakan kursi rodanya seefisien mungkin sehingga dapat mengurangi kerusakan yang mungkin bisa terjadi. Hal-hal yang mungkin belum di jelaskna pada paper ini dan mungkin ada beberapa hal yang bisa di tambahkan antara lain :

 

1.      Pada penjelasan tentang metodologi yang digunakan dalam paper ini untuk mendapatkan data dari kebiasaan user pada saat menjalankan/mendorong kursi roda pada 2 jenis permukaan lantai yang berbeda yaitu pada karpet dan lantai keramik. Sehingga kemungkinan ada kekurangan sampel data jika hanya berpatokan pada kedua pendekatan tersebut. Mungkin bisa di tambahkan pengambilan sampel jika permukaan yang dilalui menanjak ataupun menurun. Dan jenis-jenis permukaan yang lain.

2.      Pada paper ini juga tidak dijelaskan tentang gerakan yang digunakan oleh pengguna kursi roda. Apakah gerakannya kedepan atau mendorong ke belakang. Yang mana tenaga yang diperlukan untuk melakukan gerakan tersebut pasti berbeda. Sehingga sampel yang didapatkan juga pasti bertambah untuk dapat meningkatkan keakuratan datanya.

3.      Mungkin bagi pembaca yang masih awam, kekurangan dari paper ini adalah kurangnya penjelasan secara kongkrit dari VC itu sendiri. Baik dari sisi aplikasinya maupun dari segi fisiknya (gambar) agar bisa lebih dikenal lagi oleh user yang masih baru atau yang ingin menggunakannya.




[TDJarkom2009][Sesi10][0906593271-Uray Heri M.] Hansen06, storz06

[category TDJarkom2009]
[title Uray Heri M. (0906593271) - Hansen06, Storz06]

[Hansen06] 

Paper ini mencoba untuk membawa dunia pervasive computing tidak hanya merupakan rutinitas yang berbasis laboratorium namun sudah merambah real word condition sehingga level validasi sebuah device maupun sistem yang berbasis pervasive computing lebih teruji. Lingkungan yang disajikan author dalam paper ini adalah Horsen Hospital di Denmark dengan iHospital System yang menerapkan konsep pervasive komputing untuk menunjang kinerja setiap individu yang ada di rumah sakit tersebut.

Dari segi psikologi pekerja, penerapan sistem ini sangat baik untuk mendukung perbaikan cavabilitas karena sistem ini bisa merupakan suatu bukti yang tervalidasi sehingga kemungkinan terjadinya malpraktek dapat direduksi.

Dari sisi teknologi, akan sangat menjanjikan jika awarnes yang disajikan oleh kajian dalam paper ini tidak hanya terbatas pada scheduling n information mengingat investasi yang diperlukan tidaklah sedikit. Awarnes yang hanya diterapkan pada scheduling dan information pula yang membuat author tidak secara gamblang menyebutkan sistem yang dikajinya sebagai suatu teknik pervasive computing.

Untuk menambah sentuhan pervasive computing pada iHospital sistem perlu diintegrasikannya voice recognation sensing untuk mentriger aplikasi yang perlu digenerate oleh sistem. Hal ini secara explisit menggambarkan clustering terhadap sistem tersebut karena pasien yang datang tidak homogen sehingga penanganan yang perlu dilakukan tidak homogen pula.Hal ini sangat signifikan mengingat komunikasi by sistem yang dirancang harus tahu betul dokter mana yang akan menangani pasien sesuai dengan spesialisasi dokter tersebut.

     

[Storz06]

Paper ini disajikan dengan tujuan untuk memberikan beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam menerapkan pervasive komputing dalam real word condition. Dengan kata lain, paper ini mencoba untuk merancang suatu frame work yang dapat dijadikan acuan untuk menerapkan teknologi pervasive compting dalam kehidupan nyata. Sebagai penunjang metode yang diusulkan, author melakukan studi kasus sistem pervasive computing yang diterapkan pada WMCSA 2004 conference, Brewey arts center exhibition dan the underpass.

Frame work yang dibangun oleh author merupakan suatu sumbangsih yang sangat bermanfaat bagi perkembangan teknologi pervasive computing. Kajian ini akan memiliki nilai kesempurnaan apabila author juga mengikut sertakan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengatasi unpredictable condition yang dapat mereduksi awarnes suatu sistem yang berbasis pervasive computing. Sebagai contoh, untuk maintenace yang menjadi salah satu kajian dalam paper ini dapat diintegrasikan teknologi image prosesing dan mesin learning sehingga maintenance dapat dilakukan by sistem sehingga unpredictable condition dapat diatasi.

[TDJarkom2009][Sesi10][0906503862 - Adi Wibowo] Fleck02, Parikh05

[category TDJarkom2009]

[title Adi Wibowo (0906503862) - Fleck02, Parikh05]


[Fleck02]
Sebuah guidebook sangat dibutuhkan dalam memberikan bantuan untuk mengingatkan kita pada sesuatu, misalkan pekerjaan, meeting atau rapat, janji,dan lain sebagainya. Dalam paper ini sekenario dalam Ubiquotus System adalah bagaimana perangkat elektronik seperti PDA dapat digunakan untuk memberikan informasi dan juga pengingat dalam hal ini berupa Guidebook di dalam musium. Paper ini memiliki kelebihan yaitu dalam memberikan sekenario penggunaan Ubiquitous Systems secara nyata dan dapat diterapkan pada tahun tersebut. Dimana dalam musium diterapkan Guidebook yang dapat memberikan informasi dan mengingat kejadian secara elektronik yang dapat di baca di PDA, dan untuk penandaanya menggunakan RFID.

Kelemahan menggunakan PDA sebagai guidebook elektronik adalah kenyamanaan dari pengguna itu sendiri. Karena mobile device tersebut memiliki layar yang tidak terlalu besar dan memerlukan kkemampuan komputasi yang terbatas. Sehingga diperlukan media lain yang dapat memberikan kenyamaan pengunjung.

Dari hal tersebut saya memiliki ide yaitu untuk memberikan guidebook dapat berupa Augmented Reality yang dapat diperlihatkan dalam PDA atau handphone kita secara 3D dan lebih menarik. Atau dengan kacamata khusus yang disediakan oleh musium yang dapat memberikan informasi secara audio dan video, sehingga pengunjung dapat lebih nyaman dan pengunjung yang tidak memiliki PDA pun dapat menggunakanya.

[Parikh05]
Pada paper ini dibahas tentang memanfaatkan smartphone digunakan sebagai pengiriman dan pembacaan dokumen yang lebih aman terutama dibahas dengan kultur india. Sebuah CAM Framework dikembangkan dalam paper ini dengan alasan setiap handphone telah memiliki kamera yang menjadi kunci dalam framework ini. Sehingga kelebihan paper ini adalah mengambil kunci teknologi yang tidak terlalu sulit yaitu handphone berkamera. Selain itu dengan kemampuan smartphone yang tidak terlalu besar dengan memanfaatkan CAM Framwork ini berusaha mengurangi kesenjangan kecepatan komputasi pada smartphone itu sendiri.

Sebenarnya pembacaan data seperti ini saat ini telah menjadi hal yang umum, tetapi sisi lain dalam paper ini mengatakan akan dikembangkan untuk mengembangkan informasi yang bersifat pengembangan untuk penduduk di india, sehingga perlu alat yang lebih sederhana atau perangkat yang mudah dan tidak perlu ada instalasi pada perangkat tersebut. Misalkan dengan menggunakan jam tangan, atau kaca mata, atau perangkat lain yang lebih sederhana.

Dengan Augmented Reality juga dimungkinkan pengiriman informasi yang lebih menarik dan dapat diolah dalam bentuk 3D yang lebih sederhana. Selain itu masalah budaya, seharusnya teknologi diterapkan menyesuaikan kebiasaan atau budaya daerah atau wilayah setempat, sehingga mudah diterapkan dan diimplementasikan.


Adi Wibowo

[TDJarkom2009][Sesi10][ 0906503793-I Made Agus Setiawan] french08, hartung06

[category TDJarkom2009]

[title I Made Agus Setiawan(0906503793) - french08, hartung06]

Sesi 10

[french08] Towards a Virtual Coach for manual wheelchair users

Comment :

Pada paper ini,Brian French et al. memaparkan mengenai Virtual Coach, yaitu suatu sistem yang digunakan untuk membantu pengguna kursi roda manual dalam mengoptimalkan penggunaan kursi roda dan menghindari terjadinya cedera lengan akibat dari pola gerakan yang konstan terus-menerus dalam jangka waktu lama dengan cara menyediakan petunjuk /masukan terhadap pengguna bagaimana cara penggunaan yang dapat meminimalkan peluang untuk membuat lengan menjadi cedera.

Beberapa point yang dapat dicatat mengenai topik ini adalah;

1.      Seberapa besar pengaruh desain kursi roda terhadap peluang terjadinya cedera dalam penggunaan jangka waktu lama sehingga system ini digunakan? Jika optimasi desain digabungkan dengan automatic system maka akan dapat memberikan manfaat yang lebih baik.

2.      Hal ini erat kaitannya dengan tingkat ergonomic antar perangkat dengan pengguna. Seperti halnya bagaimana cara duduk pengguna computer terhadap letak monitor dan keyboard yang dapat membuat pengguna merasa nyeri, pegal dan bahkan dapat menyebabkan perubahan posisi tulang belakang. Jadi mungkin juga pendekatan ini nantinya bisa diterapkan.

3.      Kenyamanan? Karena system ini akan digunakan secara terus menerus, maka kenyamanan pengguna harus diperhatikan juga, karena hal ini sangat menentukan sekali. Bisa membantu pengguna tapi tidak nyaman mungkin akan menjadi persoalan dikemudian hari.

4.      Kualitas hidup suatu masyarakat merupakan hal yang sangat penting karena akan berimbas ke segala aspek kehidupan, hanya saja ada beberapa hal yang kadang memaksa masyarakat belum bisa sampai berpikiran kearah sana, yaitu masalah  kesejahteraan, seperti halnya di Indonesia. Mungkin untuk skala negara maju, hal ini sudah menjadi perhatian yang sangat penting, namun bagi sebagian masyarakat di indonesia, untuk dapat bertahan hidup saja sudah terasa cukup. Jadi seandainya teknologi ini dipergunakan di Indonesia, perkembangannya tergantung pada awareness masyarakat akan hal semacam ini.

  

[hartung06] FireWxNet: AMulti-Tiered Portable Wireless System for Monitoring Weather Conditions in Wildland Fire Environments

Comment : 

Pada paper ini Carl Hartung et al. memaparkan mengenai suatu system jaringan wireless yang dinamakan Fire Weather Network atau FireWxNet yaitu suatu system jaringan wireless yang digunakan untuk mendeteksi keadaan cuaca di dataran tinggi yang mengalami kebakaran hutan untuk mempelajari karakteristik dari api dengan menggunakan teknologi wireless sensor networks dimana cakupannya sangat luas, yaitu 160 km2.

Sistem ini dirancang dengan memperhatikan kebutuhan yang ada yaitu dapat memberikan informasi cuaca, suhu, kelembapan, kecepatan dan arah angin setiap ½ - 1 jam sekali selama 24 jam sehari, dapat memberikan informasi secara visual  di daerah dataran tinggi, penggunungan dengan tinggi yang bervariasi, dengan jarak yang jauh, dimana system harus dibuat sesederhana mungkin dan tangguh dengan biaya yang rendah serta mudah dibawa kemana-mana.

Dengan kebutuhan tersebut kemudian jaringan ini dirancang sbb; terdiri dari 5 links jarak jauh, 3 sensor networks yang terdiri dari total 13 nodes, 5 wireless access points dan 2 Web Camera. Karena kondisi lapangan yang sangat luas di hutan belantara, maka system jaringan ini dirancang secara berlapis agar bisa terhubung ke pusat control data. Dari pusat Kontrol data, jaringan terhubung dengan lapisan pertama berupa urutan wireless link dengan antenna berarah(directional) yang berjarak sekitar 3-50km (backhaul network). Setalah itu kemudian terhubung ke lapisan berikutnya yaitu weather network, yang terdiri dari sekumpulan sensor nodes dengan kemampuan wireless link sampai 400m. Dengan arsitektur seperti itu, kondisi cuaca di daerah kebakaran hutan dapat dimonitor dan karakter api dapat dipelajari lebih jauh.

Berikut beberapa point yang dapat dicatat dari topic yang dibahas pada paper ini;

1.      Pengaruh cuaca terhadap perangkat? Implementasi system di tempat yang terpencil, dihutan belantara yang sangat luas sekali dengan kondisi yang sangat tidak menentu harus direncanakan dengan sangat matang,  apalagi mengimplementasikan system monitoring berbasiskan teknologi wireless seperti ini, banyak yang harus dipertimbangkan seperti kinerja sensor, umur battery , dan efek dari cuaca terhadap perangkat yang dipakai, dimana terbukti bahwa hal ini tidak terpikirkan diawal perencanaan system ini.

2.      Maintenance? Begitu luas cakupan wilayah dengan kondisi lapangan yang berbukit-bukit, membuat perawatan menjadi hal yang sangat sulit. Bagaimana mekanisme backup seandainya sensor tidak bekerja dengan baik, atau koneksi terputus, seperti yang terjadi pada masa testing?  Atau bahkan akan menjadi korban dari kebakaran tersebut?  Apakah cek ke-lapangan kembali, dengan mempertimbangkan luas wilayah tersebut? atau ada mekanisme lain?

3.      Umur dari Sensor? Jika Basestation menggunakan sumber tenaga matahari, akan sangat membantu sekali karena di daerah seperti itu, energy listrik sangat susah didapat selain menggunakan matahari sebagai sumbernya. Namun beda halnya terhadap sensor node yang disebar? Jadi harus dipertimbangkan dengan matang akan hal ini, karena akan berimbas juga dengan perawatan.

4.      Dengan jumlah node yang disebar dibuat seminimal mungkin dengan cakupan yang luas juga selain menghemat biaya, juga memudahkan dalam melakukan perawatan, karena sebarannya terkumpul disekitar basestation, tidak terlalu menyebar.

5.      Dengan system ini, mungkin juga dapat diimplementasikan di Indonesia untuk mempelajari karakteristik kebakaran hutan meskipun tentu saja dengan tantangan yang sangat besar, mencakup luas wilayah dan tentu saja cuaca yang berbeda di daerah tropis.


I Made Agus Setiawan

---------------------------------

[TDJarkom2009][Sesi10][0906503824-Manda Rohandi] French08, Hartung06

Comment paper[French08]: Towards a Virtual Coach for manual wheelchair users

Pada paper ini dibahas tentang konsep Virtual Coach (VC) untuk memberikan saran bagi pengguna kursi roda secara manual guna membantu mereka untuk menghindari bentuk cedera. Terdapat beberapa catatan yang dapat diberikan dalam paper ini, yaitu:

1.       Dilihat dari arsitektur virtual coach ini, dimana terdapat lima komponen utama. Salah satu komponen dasarnya adalah labeled database, dimana dalam komponen ini data-data dalam database dibandingkan dengan input yang masuk kemudian dieksekusi. Namun tidak dijelaskan solusi jika terjadi error dalam komponen labeled database tersebut.

2.       VC ini bertujuan untuk mengenali pola propulsion dari kursi roda untuk membantu penggunanya. Pertanyaanya bagaimana jika pola tersebut tidak sesuai dengan keadaan nyata yang terjadi pada saat itu, apakah VC ini masih membantu ataukah tidak?

3.       Paper ini tidak membahas keseluruhan aplikasi VC hanya membahas masalah konsep semata. Adapun dari segi hardware dan software tidak dijelaskan secara detail.

===================================================================================================


Comment paper[Hartung06]: FireWxNet : A Multi-Tiered Portable Wireless System for Monitoring Weather Conditions in Wild land Fire Environments

Dalam paper ini dibahas tentang FireWxNet, sebuah multi-tiered portable wireless system untuk memonitor keadaan cuaca dalam kebakaran lingkungan yang berat. FireWxNet ini menyediakan komunitas pemadam kebakaran kemampuan untuk secara aman dan mudah mengukur dan melihat api dan keadaan cuaca dengan jangkuan lokasi yang luas dan sudut kemiringan dalam kebakaran hutan. Dalam paper ini juga telah digambarkan bahwa system ini telah di implementasikan dan cukup berhasil. Namun masih terdapat beberapa hal yang dapat kita tanyakan, yaitu dalam paper ini dikatakan bahwa terdapat beberapa sensor node yang diletakan didalam pohon redwood, masalah yang dapat timbul yaitu bagaimana jika pohon tersebut ikut terbakar dan seberapa tahankah sensor node tersebut terhadap api. Hal ini tidak dijelaskan dalam paper. Berikutya adalah ukuran host yang besar dikarenakan host tersebut menggunakan tenaga matahari sebagai powernya sehingga rentan terhadap panas yang berlebihan, hal ini juga disebutkan dalam paper dan masih menjadi kendala. Selebihnya system ini telah diimplementasikan dan berjalan dengan baik.



Nikmati chatting lebih sering di blog dan situs web
Gunakan Wizard Pembuat Pingbox Online

[TDJarkom2009][Sesi10][0906503824-Manda Rohandi] French08, Hartung06

Comment paper[French08]: Towards a Virtual Coach for manual wheelchair users

Pada paper ini dibahas tentang konsep Virtual Coach (VC) untuk memberikan saran bagi pengguna kursi roda secara manual guna membantu mereka untuk menghindari bentuk cedera. Terdapat beberapa catatan yang dapat diberikan dalam paper ini, yaitu:

1.       Dilihat dari arsitektur virtual coach ini, dimana terdapat lima komponen utama. Salah satu komponen dasarnya adalah labeled database, dimana dalam komponen ini data-data dalam database dibandingkan dengan input yang masuk kemudian dieksekusi. Namun tidak dijelaskan solusi jika terjadi error dalam komponen labeled database tersebut.

2.       VC ini bertujuan untuk mengenali pola propulsion dari kursi roda untuk membantu penggunanya. Pertanyaanya bagaimana jika pola tersebut tidak sesuai dengan keadaan nyata yang terjadi pada saat itu, apakah VC ini masih membantu ataukah tidak?

3.       Paper ini tidak membahas keseluruhan aplikasi VC hanya membahas masalah konsep semata. Adapun dari segi hardware dan software tidak dijelaskan secara detail.

=================================================================================================================================================


Comment paper[Hartung06]: FireWxNet : A Multi-Tiered Portable Wireless System for Monitoring Weather Conditions in Wild land Fire Environments

Dalam paper ini dibahas tentang FireWxNet, sebuah multi-tiered portable wireless system untuk memonitor keadaan cuaca dalam kebakaran lingkungan yang berat. FireWxNet ini menyediakan komunitas pemadam kebakaran kemampuan untuk secara aman dan mudah mengukur dan melihat api dan keadaan cuaca dengan jangkuan lokasi yang luas dan sudut kemiringan dalam kebakaran hutan. Dalam paper ini juga telah digambarkan bahwa system ini telah di implementasikan dan cukup berhasil. Namun masih terdapat beberapa hal yang dapat kita tanyakan, yaitu dalam paper ini dikatakan bahwa terdapat beberapa sensor node yang diletakan didalam pohon redwood, masalah yang dapat timbul yaitu bagaimana jika pohon tersebut ikut terbakar dan seberapa tahankah sensor node tersebut terhadap api. Hal ini tidak dijelaskan dalam paper. Berikutya adalah ukuran host yang besar dikarenakan host tersebut menggunakan tenaga matahari sebagai powernya sehingga rentan terhadap panas yang berlebihan, hal ini juga disebutkan dalam paper dan masih menjadi kendala. Selebihnya system ini telah diimplementasikan dan berjalan dengan baik.


[TDJarkom2009][Sesi10][0906503824-Manda Rohandi] French08, Hartung06

Comment paper[French08]: Towards a Virtual Coach for manual wheelchair users

Pada paper ini dibahas tentang konsep Virtual Coach (VC) untuk memberikan saran bagi pengguna kursi roda secara manual guna membantu mereka untuk menghindari bentuk cedera. Terdapat beberapa catatan yang dapat diberikan dalam paper ini, yaitu:

1.       Dilihat dari arsitektur virtual coach ini, dimana terdapat lima komponen utama. Salah satu komponen dasarnya adalah labeled database, dimana dalam komponen ini data-data dalam database dibandingkan dengan input yang masuk kemudian dieksekusi. Namun tidak dijelaskan solusi jika terjadi error dalam komponen labeled database tersebut.

2.       VC ini bertujuan untuk mengenali pola propulsion dari kursi roda untuk membantu penggunanya. Pertanyaanya bagaimana jika pola tersebut tidak sesuai dengan keadaan nyata yang terjadi pada saat itu, apakah VC ini masih membantu ataukah tidak?

3.       Paper ini tidak membahas keseluruhan aplikasi VC hanya membahas masalah konsep semata. Adapun dari segi hardware dan software tidak dijelaskan secara detail.

=================================================================================================================================================


Comment paper[Hartung06]: FireWxNet : A Multi-Tiered Portable Wireless System for Monitoring Weather Conditions in Wild land Fire Environments

Dalam paper ini dibahas tentang FireWxNet, sebuah multi-tiered portable wireless system untuk memonitor keadaan cuaca dalam kebakaran lingkungan yang berat. FireWxNet ini menyediakan komunitas pemadam kebakaran kemampuan untuk secara aman dan mudah mengukur dan melihat api dan keadaan cuaca dengan jangkuan lokasi yang luas dan sudut kemiringan dalam kebakaran hutan. Dalam paper ini juga telah digambarkan bahwa system ini telah di implementasikan dan cukup berhasil. Namun masih terdapat beberapa hal yang dapat kita tanyakan, yaitu dalam paper ini dikatakan bahwa terdapat beberapa sensor node yang diletakan didalam pohon redwood, masalah yang dapat timbul yaitu bagaimana jika pohon tersebut ikut terbakar dan seberapa tahankah sensor node tersebut terhadap api. Hal ini tidak dijelaskan dalam paper. Berikutya adalah ukuran host yang besar dikarenakan host tersebut menggunakan tenaga matahari sebagai powernya sehingga rentan terhadap panas yang berlebihan, hal ini juga disebutkan dalam paper dan masih menjadi kendala. Selebihnya system ini telah diimplementasikan dan berjalan dengan baik.