Monday, December 7, 2009

[TDJarkom2009][Sesi9][0906503805-Jan Peter Alexander] Grimm04,Balan07

[category TDJarkom2009]
[title Jan Peter Alexander(0906503805) - Grimm04,Balan07]

[Grimm04]
One.world menyediakan sebuah framework yang lengkap dalam pengembangan pervasive computing. Framework ini berusaha menyediakan 3 buah layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan sebuah aplikasi pervasif. Sayangnya, pendekatan yang diambil oleh one.world justru yang membuatnya tidak dapat membuat sebuah lingkungan yang benar-benar pervasif. Kebutuhan one.world akan lingkungan VM Java membuatnya terkungkung di dalam bahasa pemrograman Java.

Lingkungan pervasif biasanya menggunakan bahasa C/C++ atau Assembler dalam memrogram sebuah perangkat. Hal ini dikarenakan setiap perangkat pervasif memerlukan pemrograman yang efisien dan sumber daya terbatas. Selain itu, ada juga alat-alat yang proprietary yang menggunakan bahasanya tersendiri. Maka, pendekatan framework dalam one.world sulit untuk dilakukan.

Kekurangan lain dari one.world adalah penggunaan protokol yang tidak standar dalam berkomunikasi. Penggunaan protokol yang tidak standar dapat menjadi kendala dalam setidaknya dua hal. Yang pertama, ketidakkompatibelan dengan perangkat-perangkat yang ada. Yang kedua, protokol komunikasi yang berbeda menyebabkan perangkat-perangkat embed menjadi tidak berguna karena protokol komunikasi yang didukung di dalam firmware/perangkat kerasnya tidak dapat berkomunikasi dengan one.world.

Di dalam tulisan juga disebutkan bahwa pendekatan yang hendak diambil dalam one.world adalah pendekatan data (data-centric). Pendekatan ini boleh jadi menjadi sebuah pendekatan yang baik. Framework ini hendak berfokus terhadap tukar menukar data sehingga tidak terikat pada kebutuhan perangkat lunak mau pun perangkat keras tertentu. Dengan demikian, permasalahan kompabilitas dapat teratasi.

Akan tetapi, sebuah pendekatan data-centric juga memiliki kekurangan. Data yang dipertukarkan harus uniform. Lagi-lagi harus mendekatkan diri kepada model data yang sama. Hal ini tentu saja membutuhkan sebuah standar baku yang baru yang harus disamakan dengan yang lain. Kebutuhan ini menjadi sebuah kemustahilan karena one.world belum menjadi standar de facto.

Menurut saya, sebuah pendekatan yang seharusnya dapat digunakan dalam lingkungan pervasif adalah service-based. Pendekatan service-based dengan model yang membutuhkan sebuah broker, konsumer, dan produser dapat menjawab kebutuhan tersebut. Setiap data dapat dikonsumsi terlebih dahulu oleh sebuah broker sebelum dikonsumsi oleh klien. Sehingga, data dapat terlebih dahulu ditransformasi sebelum dikelola.

Dengan berbasis layanan (service-based), one.world mau pun proyek pervasif lainnya dapat menghubungkan setiap perangkat yang ada.

===============================

[Balan07]
Cyber foraging berusaha menjawab permasalahan sumber daya yang dimiliki oleh perangkat bergerak. Cyber foraging berusaha menyediakan sebuah sumber daya asing sebagai sebuah sarana komputasi bagi perangkat bergerak tersebut. Salah satu solusi cyber foraging, seperti yang ditawarkan dalam tulisan, adalah penggunaan sebuah API yang dapat digunakan dalam menggunakan sumber daya asing tersebut.

Pendekatan bahasa Vivendi seperti yang digunakan dalam perangkat ini adalah seperti sebuah pendekatan RPC pada sistem Unix. Sintaks Vivendi itu sendiri ditranslasi menjadi kode sumber bahasa seperti C/C++ mau pun Java. Implementasinya terbatas pada bahasa yang didukungnya. Pendekatan ini juga membatasi kemampuan sebuah aplikasi berdasarkan kompilasi saja. Padahal, mengingat perkembangan yang pesat, sebuah aplikasi pervasif membutuhkan kemampuan penyesuaian saat runtime.

Kesederhanaan dari Vivendi akan berkembang saat isu keamanan diperkenalkan. Isu lain yang perlu dialamatkan adalah isu prioritas. Tidak semua aplikasi memerlukan tingkat simulasi yang sama. Ada aplikasi kritikal yang memerlukan komputasi yang lebih cepat sehingga secara eksplisit ia perlu diprioritaskan.

Dengan berbagai penambahan tersebut, Vivendi dapat berkembang menjadi sebuah bahasa yang kompleks, tidak lagi sederhana. Hal ini seperti web service yang tadinya hanya XML RPC, lalu berkembang menjadi WS-I dan solusi lainnya yang kompleks. Kompleksitas ini perlu dipertimbangkan. Selain itu, Vivendi dapat dibuat menjadi sebuah scripting language yang efisien agar mudah dikembangkan, dijalankan, dan fleksibel.

No comments:

Post a Comment