Wednesday, December 9, 2009

[TDJarkom2009][Sesi10][0906644524-Abdul Arfan] Fleck02, Parikh05

[category TDJarkom2009]
[title Abdul Arfan (0906644524) - Fleck02, Parikh05]


Ubiquitous Systems in Interactive Museums

Musium merupakan tempat untuk menimba ilmu yang dapat juga berfungsi
sebagai sarana hiburan yang memiliki ciri khas dalam penyampaian
informasi kepada pengunjung. Pengunjung yang mendatangi musium dapat
melihat benda-benda atau koleksi-koleksi museum dan mengambil
informasi dari sana berupa tulisan, gambar, suara, ataupun video.


Karena sifat museum sebagai sarana informasi yang seperti itu maka
teknologi ubiquitous computing menjadi relevan untuk digunakan di
dalamnya. Teknologi ini diharapkan dapat memudahkan pengunjung dalam
menerima informasi dan berinteraksi dengan koleksi-koleksi yang
terdapat pada musium. Efek yang diharapkan supaya penggalian informasi
dari koleksi-koleksi pada musium menjadi semakin menyenangkan dan
lebih dapat menarik minat para pengunjung.

Permasalahan timbul jika penggunaan teknologi pada penelusuran musium
dapat mengalihkan perhatian pengunjung dari koleksi museum ke
teknologi itu sendiri. Hal ini tentu tidak diharapkan dan dapat
merusak kesenangan berkunjung ke musium. Untuk menghindari hal ini
maka teknologi yang digunakan harus dibuat tidak terlihat atau hampir
tidak terlihat, sehingga perhatian pengguna tetap pada koleksi musium.

Contoh teknologi yang dapat dipakai dan tidak terlihat adalah
penggunaan RFID. RFID digunakan untuk melakukan pencatatan terhadap
koleksi-koleksi musium yang dikunjungi oleh pengguna. Hasil pencatatan
ini juga dapat digunakan untuk informasi pada website musium. Hal ini
akan menambah daya tarik masyarakat terhadap musium tersebut. Selain
itu, hasil pengambilan informasi dapat dijadikan suatu kliping yang
terdapat pada sebuah sistem yang dapat diakses langsung oleh
pengunjung musium. Pengunjung akan mendapatkan seluruh informasi tanpa
takut akan melewatkan hal-hal yang justru sebenarnya penting pada
musium yang dikunjungi.

Penerapan teknologi pada musium merupakan sebuah langkah maju dalam
dunia pendidikan. Dengan adanya teknologi semacam ini diharapkan akan
menarik minat orang-orang untuk lebih mengunjungi musium dan menggali
lebih banyak informasi dari sana.


-----

Using Mobile Phones for Secure, Distributed Document Processing in the
Developing World

Penggunaan kertas sangat penting pada pemrosesan informasi di negara
berkembang. Kertas digunakan untuk mencatat, mengolah dan menyimpan
data yang sudah diproses. Tetapi penggunaan kertas dalam pengelolaan
informasi dapat menjadi tidak efisien dan tidak fleksibel karena
informasi yang tercetak pada kertas akan sulit dicari dengan cepat.
Penggunaan kertas juga akan mempersulit proses pengindexan dan
peringkasan informasi jika jumlah data terlalu banyak. Diperlukan
kerja keras untuk memproses data yang ada pada kertas untuk menjadi
informasi yang lebih bermakna.

Selain itu penggunaan kertas yang berlebihan juga dapat mengancam
lingkungan karena produksi kertas berasal dari pohon. Jika penggunaan
kertas tidak diminimalisir, maka penebangan pohon akan semakin gencar
dan lingkungan akan semakin rusak. Oleh sebab itu diciptakan teknologi
yang dapat menggantikan penggunaan kertas dengan tujuan efisiensi
proses pengolahan dokumen. Teknologi yang bernama CAM framework ini
selanjutnya diujicobakan pada orang-orang dari negara berkembang.

Teknologi ini berupa sebuah arsitektur layanan informasi yang
menggunakan smartphone sebagai alat utama. Smartphone dilengkapi
kamera yang dapat menangkap informasi dari form kertas. Selanjutnya
hasil tangkapan kamera tersebut dikirimkan ke server menggunakan
bluetooth atau MMS, lalu informasi tersebut diproses untuk nantinya
dikirimkan melalui internet atau mobile phone. Informasi ini dapat
juga langsung dicetak di printer.

Isu yang terkait dengan penggunaan mobile phone sebagai alat untuk
pengolahan dokumen adalah isu keamanan. Pengguna dari sistem ini akan
kesulitan jika harus mengingat password yang panjang dan terdiri dari
kombinasi karakter. Jika password yang mereka dibuat mudah diingat,
itu artinya password tersebut juga akan mudah untuk dilacak. Oleh
sebab itu, penggunaan token diperlukan supaya data-data tersebut tetap
aman pengiriman dan penyimpanannya dan tidak menyulitkan pengguna
untuk pengingat password.

Pengenalan teknologi pada negara berkembang diharapkan akan
meningkatkan laju perekonomian pada negara tersebut dengan melancarkan
proses bisnis yang biasa terjadi. Teknologi yang ada harus dapat
dimanfaatkan dengan mudah bahkan oleh orang yang kurang terbiasa
dengan teknologi. Diperlukan proses pelatihan yang intensif agar
penerapan teknologi ini dapat mempercepat dan mempermudah kegiatan
perekonomian di negara-negara berkembang.

No comments:

Post a Comment