Monday, December 7, 2009

[TDJarkom2009][Sesi9][0906503824-Manda Rohandi] Grimm04, Balan07

Comment paper[grimm04]: One.World: Experiences With a Pervasive Computing Architecture.

Pada paper ini dibahas tentang sebuah project yang diberi nama one.world. one.world adalah sebuah arsitektur system menyediakan framework yang terintegrasi dan komprehensif untuk membangun aplikasi pervasive, termasuk didalamnya seperangkat services, seperti services discovery, checkpointing, dan migration. Terdapat tiga requirement sebagai system support bagi aplikasi pervasive, yaitu : Harus merangkul perubahan kontekstual tidak menyembunyikannya dari aplikasi, harus mendorong komposisi Ad hoc dan tidak menganggap lingkungan komputasi yang statis hanya dengan beberapa interaksi,  Harus memfasilitasi sharing antar aplikasi dan antar perangkat. Dari tiga requirement diatas maka peneliti pada paper ini memberikan empat kriteria bagi arsitektur one.world, yaitu : Completeness, Complexity, Performance, Utility. Dari hasil pengujian keempat criteria diatas ada beberapa catatan untuk paper ini, yaitu:

1.       Completeness, dari hasil pengujian one.world dalam paper ini dikatakan bahwa one.world ini cukup powerful untuk mendukung berbagai macam aplikasi. Saya kurang sependapat dengan pernyataan ini, karena hanya dilakukan pada aplikasi yang ada pada lab dimana project one.world ini diujikan. Bagaimana dengan jenis aplikasi yang lain yang bukan aplikasi untuk lab biologi tersebut.

2.       Complexity, saya sependapat dengan hasil pengujian tersebut, memang sangat sulit untuk menuliskan aplikasi untuk project ini, disbanding dengan aplikasi konvensional.

3.       Performance, scalabilitas dari one.world ini memang masih terbatas, tetapi tidak dijelaskan pengembangan selanjutnya dari scalabilitas one.world pada paper ini.

4.       Penjelasan hasil ekseperimen dalam paper ini juga kurang didukung dengan grafik, dan gambar yang menunjukan hasil eksperimen pada arsitektur one.world ini, sehingga penjelasan dari paper ini kurang menarik dan agak susah untuk dimengerti.

 =================================================================================================================================================

 

Comment paper[balan07]: Simplifying Cyber Foraging for Mobile Devices

Dalam paper ini dibahas tentang cyber foraging adalah penggunaan komputer server oleh perangkat mobile yang bersifat sementara dan menguntungkan. Untuk mengimplementasikan cyber foraging melibatkan tiga tahap. Pertama mobile device harus mencari komputer server, kedua membentuk kepercayaan pada server tersebut, ketiga mobile device harus mempartisi aplikasi antara eksekusi lokal dan remote. Sayangnya pada paper ini hanya fokus pada tahap yang ketiga. Meskipun terdapat solusi yang ditawarkan untuk pengembangan cyber foraging dalam paper ini, namun masih ada  beberapa catatan dalam paper ini, yaitu: Setiap aplikasi memiliki domain, bahasa pemrograman, dekomposisi modul dan gaya dari pengkodean program berbeda-beda. Sulit bagi kita untuk menyatukan semua perbedaan diatas. Adapun dari sisi ekonomi, menyatukan perbedaan diatas tidaklah mungkin karena hanya akan membuat mereka rugi. Misalnya Microsoft ingin menyatukan perbedaan diatas dengan apel tentu akan membuat mereka rugi, demikian pula sebaliknya. Adapun untuk aplikasi open source, maka hal ini dimungkinkan.

No comments:

Post a Comment