Wednesday, December 9, 2009

[TDJarkom2009][Sesi10][ 906503774-Husmin Fajrin Hulinggi] Stanford03a, Mosmondor05

[category TDJarkom2009]
[title Husmin Fajrin Hulinggi(906503774) - Stanford03a, Mosmondor05]
 
Keuntungan dalam dunia bisnis dengan menggunakan teknologi pervasive computing dalam mendukung proses
bisnis yang ada, itulah yang ingin disampaikan Vince Stanford dalam paper yang berjudul Pervasive Computing
Puts Food on Table. Dalam papernya, penulis menceritakan pengalamannya pada saat makan malam di sebuah
restoran yang menerapkan teknologi pervasive computing untuk mengelola pesanan pelanggan. Yang menarik
adalah keuntungan yang digambarkan di paper ini tidak hanya berdasarkan pengamatan si penulis, tetapi juga
hasi wawancara langsung dengan sang pemilik restoran dan juga pengguna dari sistem ini, tidak lain adalah
pelayan yang ada di restoran itu. Dikatakan bahwa keuntungan yang didapatkan antara lain:
  • persentasi kesalahan sebesar 10% jika menggunakan kertas untuk mencatat pesanan pelanggan dapat dikurangi.
  • kepuasan pelanggan dapat ditingkatkan karena tidak menyediakan makanan/minuman yang bukan dipesan
  • jumlah pelayan dapat dikurangi, dengan kata lain biaya yang dikeluarkan untuk pelayan dapat pula dikurangi
  • dan masih banyak lagi
Dari hasil pengamatan yang dilakukan oleh penulis di restoran tersebut, saya mendapatkan sebuah keganjalan
di mana diceritakan bahwa sang pelayan awalnya hanya menulis pesanan berupa minuman, kemudian berpindah
ke meja yang lain. Setelah minuman tersedia dan diantar ke meja penulis, barulah si pelayan mencatat pesanan
berupa makanan. Saya jadi bertanya apakah untuk mempercepat proses pemesanan (tanpa harus berpindah-pindah
menu di PDA) maka sistem didesain untuk melakukan pemesanan minuman dan makanan dilakukan secara terpisah.
 
Selain bercerita mengenai keuntungan yang didapatkan, di paper ini juga ada penjelasan mengenai tantangan dalam
mendesain sistem ini, seperti bagaimana pihak developer meyakinkan pemilik restoran bahwa desain sistem yang baru
ini dapat memberikan keuntungan yang lebih dibandingkan dengan sistem yang lama, bagaimana desain interface
dibuat sangat mudah dan tidak terlalu membutuhkan perhatian pelayan secara penuh sehingga tetap dapat
menjawab pertanyaan dari pengunjung restoran, dan tantangan lainnya. Namun terlepas dari semua itu, 
dari gambaran yang diberikan penulis dapat dipastikan bahwa sistem ini telah sukses dan memuaskan penggunanya.
 
=====================================================================
 
Dalam paper yang berjudul LiveMail: Personalized Avatars for Mobile Entertainment, Miran Mosmondor,
Tomislav Kosutic, dan Igor S. Pandzic memperkenalkan sebuah cara baru dalam berkomunikasi (MMS) namun
menambahkan sisi hiburan ke dalamnya. Hiburan yang dimaksud di sini berupa menyampaikan pesan melalui
MMS dengan menggunakan personalized avatar dalam bentuk animasi 3D. Dalam proyek untuk menciptakan
sistem yang diberi nama LiveMail, hal ini coba diwujudkan dengan menggunakan potensi dari teknologi animasi
wajah yang sudah ada.
 
Sistem arsitektur dari LiveMail cukup sederhana, yaitu menggunakan mobile device sebagai klien (pengirim dan
penerima) dan server sebagai perantara. Untuk membuat sebuah wajah dalam bentuk animasi 3D tentulah sangat
membutuhkan kemampuan komputasi yang tinggi, dan ini tidak dimungkinkan oleh mobile device yang mempunyai
kemampuan komputasional yang rendah. Oleh karena itu, proses untuk pembuatan animasi dan memasukkan pesan
ke dalam animasi tersebut dilakukan di server yang kemudian dikirim ke penerima. Untuk membuat personalize avatar
jelas membutuhkan wajah si pengirim yang sudah pasti membutuhkan sebuah kamera, tetap bagaimana dengan
mobile device tanpa kamera? ternyata sistem ini juga dilengkapi dengan virtual karakter yang bisa digunakan si pengirim.
Hal ini membuat sistem ini dapat digunakan semua orang yang mempunyai mobile device walaupun tidak ada kamera.
 
Selain itu bagaimana server dan klien bekerja juga dijelaskan di dalam paper ini. Yang menarik adalah file animasi dibuat
dengan menggunakan MPEG-4 FBA decoder yang memungkinkan untuk ditransfer melalui jaringan yang low bandwidth.
Sistem ini juga mendukung multi platform untuk klien.

No comments:

Post a Comment