Wednesday, December 9, 2009

[TDJarkom2009][Sesi10][ 0806444732-Yana Adharani] Hansen06, Storz07

Moving Out of the Lab: Deploying Pervasive Technologies in A Hospital [Hansen06]

Paper ini menceritakan mengenai penggunaan teknologi pervasive di rumah sakit untuk membantu pekerjaan di ruang operasi dan ruangan lainnya yang berhubungan seperti ruang pemulihan dan ruangan pasien yang sedang menunggu untuk melakukan operasi yang diberi nama iHospital system. Terdapat banyak hal yang dapat dilakukan sistim ini seperti melakukan penjadwalan, memonitor aktivitas di ruang operasi, dapat melakukan proses pencarian, dapat mengupdate informasi terbaru jika terjadi perubahan, melakukan komunikasi tanpa mengganggu proses opersasi dan lain sebagainya.

Perangkat yang digunakan dalam iHospital ini diantaranya adalah media awareness, aware phone, dan bluetooth. Media awareness terdiri dari video stream, rogress bar untuk melaporakan setiap perubahan, chat area untuk berkomunikasi, schedule digunakan untuk menunjukan jadwal operasi berikut perubahannya serta sistim pencarian lokasi. Bluetooth digunakan untukmelakukan pencarian. Bluetooth ini dipasang pada setiap perangkat dari sistem dan juga dipasang pada chip dan mobile yang digunakan oleh dokter, staf rumah sakit maupun pasien.

Sistim ini sangat berguna jika dapat diimplementasikan pada rumah sakit-rumah sakit secara keseluruhan. Sebagai contoh jika ada pasien gawat darurat yang baru datang dan harus dioperasi maka perawat tinggal melihat di layar yang tertera pada dinding  ruang operasi mana yang kosong dan mencari siapa dokter bedah yang sedang tidak melakuakn operasi. Sistim juga secara otomatis akan mengirimkan informasi kepada pasien yang sebenarnya sudah mempunya jadwal operasi dan memberitahu bahwa operasinya tertunda karena ada pasien lain yang kondisinya gawat.

Hal tersebut sangat memudahkan dan dapat meningkatkan kualitas pelayanan karena tindakan yang dilakukan dapat lebih cepat. Akan tetapi sistim ini memiliki kelemahan karena pelacakan lokasi hanya dapat dilakukan pada jarak maksimum 10 meter. Padahal mobilitas dari tenaga kesehatan tentunya akan sangat tinggi. Bayangkan saja jika rumah sakit yang digunakan adalah rumah sakit besar maka sistim tidak dapat mendeteksi keadaan pasien dan petugas kesehatan padahal mereka masih berada di lingkungan rumah sakit. Sebagai solusinya mungkin dapat dimanfaatkan active RFID yang memiliki kemampuan pencarian dengan jangkauan yang lebih luas. Selain itu kelemahan dari paper ini adalah tidak menceritakan secara detail bagaimana sistim tersebut bekerja. Kelemahan lainnya adalah sistem tidak dapat menentukan dokter mana yang memang spesialis untuk menangani suatu kasus tertentu (pemilihan dokter dilakukan oleh tenaga kesehatan/ perawat yang bertugas secara manual)

Public Ubiquituous Computing System: Lessons from the e-Campus Display Deployment (Storz06)

paper ini menceritakan tentang pelajaran yang dapat diambil pada saat membuat large-scale networked display yang disebarkan di tempat-tempat umum yang berbeda sehingga nantinya dapat menjadi masukan untuk peneliti lain yang ingin mengembangkan eksperimen yang serupa. Pelajaran yang dapat diambil adalah:
- penyebaran display memerlukan biaya yang cukup tinggi
- diperlukannya pemeliharaan sistem setelah dilakukan penyebaran display
- Lokasi penyebaran dan sistim yang digunakan harus sesuai dengan pertaturan yang berlaku
- Keberadaa display tersebut harus dapat dimonitor dari jarak jauh
-penggunaan content juga memerlukan biaya yang cukup besar
- harus dapat memanage asset yang kita miliki diantaranya adalah aspek keamanan, dsb

No comments:

Post a Comment