[category TDJarkom2009]
[title I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan(906503780) – Beresford03, Myles03]
[Beresford03]:
Berikut adalah beberapa hal yang dirasa perlu untuk diperhatikan berkaitan dengan paper "Location Privacy in Pervasive Computing" dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Dalam paper ini dibahas masalah privasi terkait dengan location aware application yang digunakan untuk melacak moving dari suatu object. Dalam ide yang diungkapkan dalam paper ini, disebutkan mix zone yaitu suatu pendekatan yang terinspirasi dari teknik komunikasi anonymous. Dikatakan juga bahwa masalah privasi terhadap informasi suatu lokasi sangat berkaitan erat dengan control akses kedalam informasi tersebut. Sehingga kita tidak perlu untuk selalu men-disable semua akses yang ada. Namun kita dapat membuka beberapa akses, tetapi tetap dalam kendali kita.
2. Berkaitan dengan pendekatan tersebut tentunya sebagai langkah awal, kita harus memikirkan sebuah schema yang bersifat global yang dapat menunjang implementasi dari system ini. Sebuah framework yang tidak hanya dapat menjembatani berbagai perangkat jaringan, computer, protocol komunikasi, aplikasi bahkan masalah motode security pun harus dipikirkan secara matang.
3. Sensor network merupakan hal yang berpengaruh terhadap ketersediaan data dilapangan juga harus menjadi perhatian penting. Mulai dari ukuran, tingkat konsumsi daya, kemampuan dan akurasi.
4. Untuk mengamankan data yang ditrasmisikan, salah satu metode yang dapat dipergunakan yaitu enkripsi. Ini bisa memakai AES Rijndael sebagai algoritma enkripsi, Karena terbukti robust dari segala macam gangguan cracking selama bertahun-tahun.
5. Untuk aplikasi juga harus dapat menunjang implementasi, harus dirancang sebuah aplikasi yang bersifat flexible dalam hal kemampuan context aware dan menyediakan beberapa opsi/pilihan kepada usernya manakala diperlukan. Seperti misalnya flexibilitas untuk men-enable ataupun men-disable ketika kita berada di suatu lokasi tertentu sesuai dengan yang kita kehendaki. Sehingga tetap dapat menjaga privasi seseorang.
6. Dalam konsep mix-node anonymous yang diajukan, dikatakan bahwa pesan yang akan dikirim akan di-unlinkability terlebih dahulu dan harus pula melalui proses layering enkripsi. Mengenai bagaimana cara implementasi dari mekanisme tersebut masih belum dipaparkan dengan jelas.
7. Penggunaan pseudoname untuk identitas user merupakan ide yang menarik jika dibandingkan dengan pemakaian nama asli dari user. Harus ditentukan sebuah metode yang handal didalam melakukan generate sebuah pseudoname untuk mewakili nama user agar tidak menimbulkan kerancuan maupun kesalahan didalam pengalamatan user.
[Myles03]:
Berkaitan dengan paper "Preserving Privacy in Environments with Location-Based Applications" dapat saya berikan sedikit komentar diantaranya:
1. Sejurus dengan paper sebelumnya yang juga membahas masalah privasi, namun dalam paper ini lebih dikaitan dengan automasi control yang diterapkan untuk mengakses informasi dari lokasi seseorang.
2. Dikatakan pula dalam system ini menggunakan machine-readable privacy policies and user preference untuk melakukan otomasi penentu keputusan dalam hal privasi management. Disebutkan sebuah server dan beberapa client yang dapat mengakses informasi dari server tersebut. Namun ketika client melakukan request ke server, maka akan ada notifikasi terlebih dahulu disisi server sebelum si client dapat menerima informasi yang diinginkan. Sehingga si server(selly) dapat menentukan apakah keberadaannya dapat diketahui atau tidak oleh karyawanya.
3. Beberapa asumsi tentunya akan dapat lebih memperjelas situasi dari scenario yang ada dalam paper ini, misalkan kemungkinan terjadinya weak-connectivity atau bahkan disconnected, traffic jaringan/delay dan lain sebagainya harusnya dianggap sudah teratasi dengan baik dalam paper ini.
4. Dalam kedua aplikasi baik server maupun client harus sama-sama memenuhi suatu user rule yang sementara belum dipetakan dengan baik. Sehingga dapat dibuat suatu metric pengaturan yang dapat memetakan rule tersebut sehingga mekanisme privasi dapat berjalan dengan lebih baik. Sementara rule yang ada masih sulit buat dipahami dan tidak comprehensive.
5. Untuk desain user interface masih belum dipaparkan, sebaiknya sedikit dijelaskan terutama dari fitur-fitur utama terkait dengan topic.
6. Berkaitan dengan algoritma seharusnya juga dibahas agar dapat diketahui secara pasti bagaimana ide ini diimplementasikan. Sehingga dapat diketahui pula bagaimana performa dari mekanisme ini.
7. Dalam paper ini dikatakan untuk satu user menggunakan multiple identifier. Namun belum dijelaskan bagaimana melakukan regulasi terhadap identifier tersebut apabila terdapat banyak jumlah user. Tertunya ini merupakan suatu tantangan tersendiri, karena belum sama sekali dibahas dalam paper ini.
.::I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan::.
The top resources for math ---> http://www.Math.com/
No comments:
Post a Comment