[title Adi Wibowo (0906503862) - Fleck02, Parikh05]
[Fleck02]
Sebuah guidebook sangat dibutuhkan dalam memberikan bantuan untuk mengingatkan kita pada sesuatu, misalkan pekerjaan, meeting atau rapat, janji,dan lain sebagainya. Dalam paper ini sekenario dalam Ubiquotus System adalah bagaimana perangkat elektronik seperti PDA dapat digunakan untuk memberikan informasi dan juga pengingat dalam hal ini berupa Guidebook di dalam musium. Paper ini memiliki kelebihan yaitu dalam memberikan sekenario penggunaan Ubiquitous Systems secara nyata dan dapat diterapkan pada tahun tersebut. Dimana dalam musium diterapkan Guidebook yang dapat memberikan informasi dan mengingat kejadian secara elektronik yang dapat di baca di PDA, dan untuk penandaanya menggunakan RFID.
Kelemahan menggunakan PDA sebagai guidebook elektronik adalah kenyamanaan dari pengguna itu sendiri. Karena mobile device tersebut memiliki layar yang tidak terlalu besar dan memerlukan kkemampuan komputasi yang terbatas. Sehingga diperlukan media lain yang dapat memberikan kenyamaan pengunjung.
Dari hal tersebut saya memiliki ide yaitu untuk memberikan guidebook dapat berupa Augmented Reality yang dapat diperlihatkan dalam PDA atau handphone kita secara 3D dan lebih menarik. Atau dengan kacamata khusus yang disediakan oleh musium yang dapat memberikan informasi secara audio dan video, sehingga pengunjung dapat lebih nyaman dan pengunjung yang tidak memiliki PDA pun dapat menggunakanya.
[Parikh05]
Pada paper ini dibahas tentang memanfaatkan smartphone digunakan sebagai pengiriman dan pembacaan dokumen yang lebih aman terutama dibahas dengan kultur india. Sebuah CAM Framework dikembangkan dalam paper ini dengan alasan setiap handphone telah memiliki kamera yang menjadi kunci dalam framework ini. Sehingga kelebihan paper ini adalah mengambil kunci teknologi yang tidak terlalu sulit yaitu handphone berkamera. Selain itu dengan kemampuan smartphone yang tidak terlalu besar dengan memanfaatkan CAM Framwork ini berusaha mengurangi kesenjangan kecepatan komputasi pada smartphone itu sendiri.
Sebenarnya pembacaan data seperti ini saat ini telah menjadi hal yang umum, tetapi sisi lain dalam paper ini mengatakan akan dikembangkan untuk mengembangkan informasi yang bersifat pengembangan untuk penduduk di india, sehingga perlu alat yang lebih sederhana atau perangkat yang mudah dan tidak perlu ada instalasi pada perangkat tersebut. Misalkan dengan menggunakan jam tangan, atau kaca mata, atau perangkat lain yang lebih sederhana.
Dengan Augmented Reality juga dimungkinkan pengiriman informasi yang lebih menarik dan dapat diolah dalam bentuk 3D yang lebih sederhana. Selain itu masalah budaya, seharusnya teknologi diterapkan menyesuaikan kebiasaan atau budaya daerah atau wilayah setempat, sehingga mudah diterapkan dan diimplementasikan.
No comments:
Post a Comment