[category TDJarkom2009]
[title I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan(906503780) – Garlan02, Roman02]
[Garlan02]:
Berikut adalah beberapa hal yang dirasa perlu untuk diperhatikan berkaitan dengan paper "Project Aura: Toward Distraction-Free Pervasive Computing" dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Merupakan prestisius project yang menitik beratkan pada human attention dengan membuat lingkungan yang dapat memahami hubungan dan kebutuhan (context and need) yang sering disebut smart space dari user.
2. Perlu kiranya dalam menentukan context dan needs dari user dibuatkan suatu schema yang bersifat standard (mungkin berupa metric) sehingga dapat dijadikan suatu standard untuk design, coding dan implementasi dari berbagai client dan smartspacenya.
3. Berkaitan dengan mobile computing banyak terdapat kendala salah satunya yaitu connectivity, dalam meminimalkan dampak dari kendala-kendala tersebut perlu mengadopsi system lain seperti CODA dan Odysey dalam mengatasi masalah weak-connectivity bahkan disconnected. yaitu dengan menambahkan caching disisi client.
4. Untuk security, system Kerberos dalam CODA dan Odysey juga dapat dimanfaatkan agar terhindar dari sniffing dan kejahatan jaringan lainnya. Masalah security sangat penting untuk diperhatikan karena dalam AURA diasumsikan kita selalu berpindah-pindah/mobile dari satu jaringan ke jaringan lainnya sehingga sangat berpotensi terjadi kejahatan jaringan.
5. Dalam implementasi harus benar-benar diperhatikan mengenai Protokol jaringan yang mampu menunjang aktivitas mobile.
6. Kebutuhan akan energi listrik merupakan hal yang sangat vital dalam mekanisme ini terlebih sebagian besar waktu dipergunakan untuk mobiling sehingga sangat sedikit waktu yang tersedia untuk dapat men-charge batere kembali. Sebagai solusi untuk menghemat penggunaan power batere pada sisi mobile node, dapat dilakukan dengan menggunakan aplikasi yang secara otomatis dapat mengatur mode-nya sendiri, misalkan dengan mematikan backlight pada saat cuaca cerah dan mengaktifkan kembali pada saat pencahayaan kurang. Terlebih lagi semua device yang terhubung pada smart space diasumsikan selalu ready untuk merespon setiap user context yang ada.
7. Perlu juga kiranya diperhatikan mengenai design dari infrakstructure/User interface agar lebih dapat bersifat user friendly.
8. Tentang bagaimana system ini dapat memberikan suatu jaminan privasi kepada user yang terhubung, masih belum tercakup dalam rancangan design infrastructurnya.
9. Beberapa asumsi perlu ditambahkan berkaitan dengan batasan-batasan dalam project ini diantaranya banyak aplikasi yang dapat diattach dalam Infrastructure Prism, kecepatan infrastructure dalam merespon user context dan needs, dimana yang berperan dalam hal ini adalah context observer.
10. Mungkin sebagai saran saja, dalam menampilkan user interface sebaiknya lebih bersifat alamiah dimana indikator-indikator dapat dibuat sedemikian hingga dapat lebih mudah dan bersifat manusiawi untuk dapat dipahami.
[Roman02]:Berkaitan dengan paper "A Middleware Infrastructure for Active Spaces" dapat saya berikan sedikit komentar diantaranya:
1. Dalam paper ini diceritakan tentang bagaimana sebuah middleware yaitu sebuah infrastructure yang sering juga disebut metaoperating system untuk sebuah active space yang diberi nama Gaia infrastructure.
2. Secara umum untuk sebuah middleware seharusnya terdapat beberapa library yang dapat mensupport fungsi dari berbagai aplikasi yang berada didalamnya. Dalam paper ini saya tidak menemukan fungsi tersebut. Seharusnya dapat dijelaskan lebih rinci karena akan berpengaruh terhadap tiap aplikasi yang dimiliki oleh client ketika ia menjalankan aplikasi tersebut.
3. Berkaitan dengan point nomor 2 diatas akan berpengaruh juga ketika ada yang menanyakan berapa jenis dan jumlah aplikasi yang mampu disupport oleh active space tersebut. Sehingga sebaiknya dapat dicantumkan secara detail.
4. Bagaimana aplikasi ini dapat menjamin security dan privasi dari clientnya? Sehingga dapat disarankan harus mengadopsi CODA sehingga sudah include dengan mekanisme weak-connectivity atau bahkan disconnected dengan Kerberos security.
5. Dikatakan active space, namun belum diketahui seberapa active infrastructure ini dalam memahami kebutuhan clientnya. Sehingga sebaiknya dijelaskan letak activenya tersebut. Misalkan kemampuan berpindahnya dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya sesuai kebutuhan user.
6. Perlu kiranya ditambahkan suatu asumsi dimana ketika suatu client berpindah ke active space lainnya akan selalu terjamin dapat terkoneksi ke jaringan tersebut dengan tepat tanpa mengalami suatu gangguan.
7. Jika dilihat dari rancangan infrastructurenya akan relative lebih banyak mengkonsumsi energi listrik karena diasumsikan system selalu dalam keadaan standby menunggu client untuk dilayani. Solusi dari problem ini dapat dipecahkan dengan mendevelop aplikasi yang hanya mengaktifkan fungsi utama saja sebelum dibutuhkan untuk mengaktifkan fungsi lainnya.
8. Untuk saran kiranya system ini dapat memanfaatkan semantic method dalam upaya memaksimalkan active space agar lebih responsive.
.::I Gusti Agung Gede Arya Kadyanan::.
The top resources for math ---> http://www.Math.com/
No comments:
Post a Comment