[category TDJarkom2009]
[title Husmin Fajrin Hulinggi(906503774) - Garlan02, Roman02]
Aura merupakan evolusi dari sebuah sistem komputer, dimana sistem komputer yang ada saat ini sangat membutuhkan
human attention secara penuh untuk mengoperasikannya. David Garlan, Daniel P. Siewiorek, Asim Smailagic, dan Peter Steenkiste
dalam paper yang berjudul Project Aura: Toward Distraction-Free Pervasive Computing menjelaskan apa itu Aura.
Proyek Aura bertujuan untuk membuat sebuah sistem yang tidak lagi membutuhkan human attention secara penuh,
kenapa saya bilang tidak secara penuh, karena setelah membaca paper ini terutama skenario yang dijelaskan, saya
melihat untuk hal-hal yang kecil, oleh Aura dapat dilakukan tanpa membutuhkan perintah dari penggunanya, tetapi
keputusan tetap berada di tangan pengguna. Seperti yang ada di skenario pertama, dimana Aura melakukan observasi
terhadap apa yang sangat dibutuhkan oleh Jane pada saat itu, dan memberikan saran ke pada Jane apa yang harus
dilakukannya. Jane mempunyain dua pilihan, apakah mengikuti saran dari Aura atau tidak. Oleh sebab itu saya melihat
bahwa Aura belum 100% lepas dari human attention.
Sederhana, itu adalah kata yang saya pikirkan ketika membaca mengenai Aura, karena sistem ini dibuat dari teknologi
yang sudah ada di pasaran, baik dari teknologi hardware maupun software. Begitu pula dari sisi jaringan yang tidak
membutuhkan teknologi, konsep, dan sistem keamanan yang baru. Kita ketahui bersama bahwa untuk device klien
yang bersifat mobile sering mempunyai kendala dalam hal koneksi yaitu keterbatasan bandwidth dibandingkan dengan
device klien yang bersifat statis. Namun Aura dapat mengatasi hal ini dengan menggunakan data-staging server yang
disebut sebagai surrogate. Surrogate merupakan penyelesaian dari keterbatasan bandwidth yang sudah ada sebelumnya.
Paper ini juga sangat menarik karena menjelaskan Aura secara detail, mulai dari konsep sampai hal-hal yang dapat dilakukan
oleh Aura. Setelah membaca paper ini, apa yang menjadi tujuan utama dari proyek Aura saya pikir hal tersebut dapat diwujudkan.
==================================================================================
Manuel Román, Christopher Hess, Renato Cerqueira, Anand Ranganathan, Roy H. Campbell, dan Klara Nahrstedt dalam paper
yang berjudul A Middleware Infrastructure for Active Spaces menjelaskan mengenai arsitektur dari Gaia. Gaia merupakan sistem
operasi yang dikembangkan dari sistem operasi tradisional yang dikhususkan untuk menangani ubiquitous computing. Gaia didesain
untuk mendukung pengembangan dan eksekusi aplikasi portabel untuk active space. Paper ini cukup jelas memaparkan seperti apa itu
Gaia, desain dari Gaia, sampai dengan implementasi. Di bagian Using Gaia, kita bisa menangkap keuntungan dari penggunaan Gaia.
Selain keuntungannya, saya mendapatkan ada yang kurang dari sistem ini, seperti pada saat pembicara ingin menggunakan handheld device
sendiri, sistem akan menghapus device input original dan diganti dengan handheld device dari si pembicara, jelas hal ini akan
merepotkan kalau seandainya si pembicara kembali menggunakan input device original, karena sistem akan kembali merigester device
tersebut dan kembali menghapus handheld device pembicara. Kemudian kekurangan penjelasan dari penggunaan yang saya dapat
adalah tidak dijelaskan jika pembicara ingin menggunakan handheld sendiri sebagai input apakah harus terinstial aplikasi khusus atau tidak
dan juga tidak dijelaskan spesifikasi dari handheld yang dapat digunakan sebagai input. Untuk masalah keamanan, Gaia yang ada saat ini
belum dilengkapi dengan infrastruktur keamanan, namun untuk masalah ini, penulis mengatakan bahwa kedepannya sistem Gaia akan
dilengkapi dengan infrastruktur keamanan.
No comments:
Post a Comment