[title Riza Azmi (0906593265) - Hansen06, Storz06]
Moving Out of the Lab: Deploying Pervasive Technology in a Hospital (Hansen et.al)
Thomas Riisgaard Hansen et.al dalam papernya yang berjudul Moving Out of the Lab: Deploying Pervasive Technology in a Hospital memberikan gambaran bagaimana suatu ubiquitous dan pervasive computing diterapkan dalam lingkungan nyata. Hansen menggunakan contoh pengembangan iHospital System yang dibangun untuk Horsen Hospital di Denmark dimana di sana diterapkan sebuah system yang pervasive dan ubiquitous. Gansen menjelaskan bahwa selama ini, dunia pervasive masih seputar teory dan permasalahan mengenai developmennya di real-world belum terlalu banyak, sehingga banyak sekali sebuah keraguan yaitu apakah pervasive sendiri harus menggunakan sensor, apakah harus context-aware, embedded, invisble, dan lain sebagainya yang intinya apakah sebuah keharusan tersebut harus ada dalam development pervasive dan ubiquitous computing. Hansen dalam paper ini juga menceritakan pengalamannya dalam pengembangan pervasive dan ubiquitous system dan permasalhannya, sehingga ada checklist-checklist yang harus diperhatikan dalam development pervasive dan ubiquitois di real-world, yaitu mengenai hardware (cost, security, power, networl, space, safety), software (update, debug, security, integration, performance, heterogenitas) serta user setting (usability, learning, politics, privacy, adaptation, trust dan support).
Komentar saya, dunia pervasive dan ubiquitous computing memang masih sebatas development non-real di dunia lab dan masih sangat jarang sekali paper-paper yang membahas pengembangannya secara real di dunia nyata, sehingga hal ini menjadi suatu open problem tersendiri bagaimana mendefinisikan sebuah checklist standard (standardisasi) dalam pengembangan pervasive dan ubiquitous di aplikasi nyata.
Lesson From the e-Campus Display Development (Storz et.al)
Oliver Storz et.al dalam papernya yang berjudul Public Ubiquitous Coputing System: Lesson From the e-Campus Display Development menjelaskan tentang hal-hal yang Proyek Lancaster University e-Campus dapatkan dalam pengembangan Public Ubiquitous Computing. Ada beberapa hal yang dapat diambil pelajaran dalam yang mungkin juga dapat terkait dengan pengembangan Ubiquitous lainnya, yaitu Storz menshare tentang:
Dalam pengembangan Ubiquitous ada 13 hal yang perlu diperhatikan:
- Developmnent are Costly, yaitu jangan menyepelekan effort dalam pengembangan pervasive computing
- Environtment Chalange can be significant, yaitu jangan menyepelekan impact yang ditimbulkan lingkungan
- After Deployment Maintenance, yaitu perlunya menjaga hasil pekerjaan yang ada
- Follow the rules, kadang terdapat peraturan yang bertentangan dengan apa yang dikerjakan, jadi be anticipate
- See what public sees, yaitu, jangan menyepelekan apa yang user lihat
- Build white boxes, not black, yaitu sistem yang dapat dikembangkan lebih flexible, jangan terlalu kaku
- Content is king, yaitu tidak menyepelkan masalah content
- Content is expensive, yaitu perlunya effort tambahan terkait nomor 7
- Manage your asset, yaitu pentingnya menjaga infrastruktur yang ada, yang merupakan hal krusial
- Define the user experience, yaitu user adalah center dari aplikasi pervasive, jadi jangan membuat sesuatu yang tidak berhubungan dengan kemudahan user
- Provide Transaction, yaitu perlunya kekonsistenan aplikasi, jangan menyepelakan unconsistency dan partial system yang bermasalah
- Manage Expectation, yaitu bagaimana mengukur keinginan user
- Be Accountable, yaitu semua dapat terukur baik secara tim dan pekerjaan
--
(ಠ_ಠ) Riza Azmi;
/*Simple thing should be simple; complex thing should be possible*/
No comments:
Post a Comment