Monday, December 7, 2009

[TDJarkom2009][Sesi9][0906593265-Riza Azmi] de06, luo07

[category TDJarkom2009]
[title Riza Azmi (0906593265) - De06, Luo07]

MiNT-m: An Autonomous Mobile Wireless Experimentation Platform

Pradipta De et.al dalam papernya "MiNT-m: An Autonomous Mobile Wireless Experimentation Platform" menjelaskan tentang MiNT-m yaitu suatu testbed fisikal untuk untuk simulasi wireless network. MiNT-m disini merupakan alat fisik sehingga berbeda dengan testbed software yang hanya berperan sebagai simulator yang tidak mencerminkan real system. Penggunaan MiNT-m sendiri digunakan dalam pemodelan pengembangan wireless network.

Namun menurut saya dalam paper ini tidak menggambarkan performa hasil testing serta ke akurasian testbed dibandingkan dengan real systemnya, sehingga paper seharusnya melakukan komparasi hasil  antara hasil testbed dengan hasil real system. Selain itu, terdapat kelemahan dari MiNT-m yaitu tidak mencantumkan test module untuk power-consumtion. Dalam paper tersebut dijelaskan bahwa MiNT-m memerlukan power tambahan untuk bekerja secara 24/7. Sehingga secara tidak langsung, testbed MiNT-m tidak menyertakan module untuk simulasi berapa konsumsi power dari suatu prototype wireless, yang merupakan hal krusial dalam pengembangan wireless.

KLEM: A Method for Predicting User Interaction Time and System Energy Consumption

Lu Luo et.al dalam papernya yang berjudul "KLEM: A Method for Predicting User Interaction Time and System Energy Consumption" memaparkan tentang pengembangan system KLEM (Key-Stroke-Level Energy Management) adalah tools untuk mengukur konsumsi energi berdasarkan keystroke. Keystroke di sini terbagi atas beberapa macam misalnya touchscrren, hardwarebutton, touchpads, dan sebagainya yang merupakan device yang mengkomunikasikan manusia dan komputer (termasuk ke dalam Human Computer Interaction). KLEM sendiri berbasis KLM (Key Level Methode) dan digunakan dalam design aplikasi, sehingga dapat memprediksi konsumsi energi.

Walaupun KLEM berhasil memprediksi konsumsi energi dari suatu user dengan keakurasian 13% berdasarkan keystroke, namun konsumsi energi tidak hanya berbasis keystroke saja, namun juga bisa menyangkut hal lainnya, misalkan pada paper sebelumnya, 60% dari energy lebih digunakan oleh display system, sehigga pada paper sebelumnya mereka lebih menekankan pada pengurangan energy pada display. Menurut pendapat saya, keakuratan pengukuran pada peper ini dengan menggunakan keystroke methodology sendiri (KLEM), perlu dipertanyakan lagi.


--
(ಠ_ಠ) Riza Azmi;
/*Simple thing should be simple; complex thing should be possible*/

No comments:

Post a Comment