| [category TDJarkom2009] [title Uray Heri M.(0906593271) - De06, Luo07] [De06] MINT-m yang diperkenalkan dalam kajian ini merupakan sebuah platform yang didesain untuk mengukur keakuratan simulasi wireless network. Ide dasar yang mengilhami kajian ini adalah keterbatasan yang dimiliki oleh software-based wireless network simulation dalam menyajikan keakuratan terutama bagi multi-hop wireless network protocol karena testbed simulation yang dimiliki hanya bergantung pada kebutuhan projek reasearch tertentu. MINT-m didesain dengan kemampuan reconfiguration berdasarkan experimen topology sehingga sangat adaptif terhadap projek reasearch yang dilakukan. Kemampuan reconfiguration ini sekaligus menjadikan titik kelemahan metode ini karena reconfiguration hanya menyangkut hal-hal yang bersifat umum dan tidak mewakili hal-hal yang sangat teknis.. Untuk hal hal yang lebih spesifik harus diterjemahkan ulang oleh designer. Salah satu kontribusi yang sangat signifikan dalam kajian ini adalah self recharging cavability yang dimiliki oleh MINT-m sehingga sangat berguna untuk experimen positioning tracking yang memerlukan livetime experiment yang relatif panjang. Namun disisi lain, self recharging ini secara keseluruhan hanya meminimalisasi user effort untuk memaintaince power bukan untuk mendukung kinerja sistem secara langsung karena pada saat proses recharging MINT-m hanya merupakan sebuah static node yang berinteraksi dengan controler menggunakan Wake-on-wireless LAN. [Luo07] Kajian yang dilakukan dalam paper ini bertumpu pada suatu metode pendekatan yang dilakukan untuk memprediksi waktu interaksi user dan konsumsi energi yang diperlukan pada saat interaksi tersebut. Metode yang diusulkan adalah Keystroke-Level Energy Model atau lebih dikenal dengan KLEM. KLEM membagi sequensial kerja user dalam task-task secara diskrit dan memprediksikan waktu user dan konsumsi energi untuk tiap task tersebut, kemudian menjumlahkannya untuk mendapatkan prediksi waktu dan konsumsi energi sebagai output dari KLEM. Sangat disayangkan, kajian ini hanya bertumpu pada suatu simulasi konseptual penyederhanaan kinerja sistem dengan estimasi waktu dan konsumsi energi yang didekati dengan asumsi pula (tidak dijelaskan secara detil). Disisi lain, kajian yang dilakukan dalam paper ini tidak menjelaskan secara detil kontribusi yang diberikan oleh spesifikasi hardware maupun software yang digunakan oleh sistem tersebut untuk mengeksekusi task yang diinginkan oleh user. Tinjauan pada kedua unsur ini perlu dilakukan karena kinerja sistem secara keseluruhan tentunya akan sangat dipengaruhi oleh processor yang ada dalam sistem tersebut ataupun kapasitas memori yang terpasang. Semakin lama suatu task dieksekusi maka akan semakin banyak pula konsumsi energi yang diperlukan. |
Sunday, December 6, 2009
[TDJarkom2009][Sesi9][0906593271-Uray Heri M.] De06, Luo07
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment