Monday, December 7, 2009

[TDJarkom2009][Sesi9][ 0906503793-I Made Agus Setiawan] balan07, grimm04

[category TDJarkom2009]

[title I Made Agus Setiawan(0906503793) - balan07, grimm04]

 Sesi 9

[balan07] Simplifying Cyber Foraging for Mobile Devices

Comment :

Pada paper ini, Balan et al. Memaparkan mengenai "Cyber Foraging", bagaimana menyederhanakan pemanfaatan resource suatu server publik yang digunakan untuk proses komputasi sementara secara remote melalui mobile device yang berada didekatnya. Fokus yang dibahas pada paper ini adalah bagaimana mekanisme pemisahan eksekusi aplikasi yang berjalan disisi server (remote) dengan lokal. Pendekatan yang dilakukan adalah dengan mengusulkan penggunakan suatu bahasa sederhana, vivendi, yang digunakan untuk merepresentasikan abstraksi dari suatu permasalahan yang dihadapi dalam cyber foraging dilengkapi dengan dukungan runtime system yang adaptif, Chroma, dengan stub-generation tool sebagai interface antara aplikasi dengan runtime system. Dengan pendekatan ini diarahkan sistem yang akan dikembangkan tidak tergantung pada satu bahasa pemrograman, didukung dengan runtime system yang adaptif sesuai dengan kondisi, kemudahan dalam  melakukan modifikasi dan porting ke lingkungan yang berbeda dan dapat menjembatani eksekusi proses secara lokal atau remote.

Beberapa point yang dapat dicatat mengenai topik  ini adalah;

1.      Agar suatu aplikasi dapat digunakan untuk cyber foraging, maka aplikasi tersebut harus dibuat compatible dengan mekanisme yang disediakan yang artinya harus dilakukan modifikasi, yang pada paper ini diklaim tidak susah untuk dilakukan. Sayangnya asumsi yang diberikan adalah kode sumbernya tersedia. Padahal tidak semua aplikasi bersifat open, dan kita tidak tahu perkembangan gerakan open source nantinya apakah berhasil atau tidak. Sehingga ketergantungan seperti ini sangat membatasi kita untuk mengimplementasikannya. Seandainya nantinya sebagian besar aplikasi yang digunakan bersifat open, pendekatan seperti ini akan berhasil dilakukan dan siapapun dengan mudah dapat memodifikasi aplikasi dan tentu saja itu salah satu tujuan dari gerakan open source.

2.      Berkaitan dengan point 1, open vs proprietary vs economy perspective. Aplikasi adalah komoditi dalam bidang IT, maka dengan pendekatan seperti ini akan dihadapkan dengan masalah kepentingan dari vendor-vendor besar yang menyediakan aplikasi yang closed karena pertimbangan ekonomi. Kecuali dengan pertimbangan pasar ketika pendekatan ini sudah masif diimplementasikan, mungkin vendor tersebut akan mulai mendukung dengan meng-open-kan aplikasinya, atau secara langsung mengimplement pendekatan ini sehingga pengguna tidak perlu direpotkan dengan hal-hal teknis.

3.      Seberapa "novice" orang yang melakukan modifikasi aplikasi? Karena menurut saya minimal orang tersebut harus mengenal  yang namanya pemrograman, apapun bahasanya, dan mengerti mekanisme dari suatu program dan saya rasa tidak bisa hanya sekedar novice yang tidak tahu apa-apa dan tidak biasa dengan lingkungan pengembangan suatu aplikasi.

4.      Chroma, komponen ini adalah komponen penting dalam pendekatan ini, karena chroma yang menentukan secara adaptif kapan eksekusi dilakukan di lokal maupun server, dan melakukan sensing terhadap resource seperti kuat sinyal jaringan dan hal lainnya. Apakah runtime ini bersifat open? Karena setiap device baru membutukhan versi chroma yang berbeda? Siapa yang akan menyediakan ini.

 

[grimm04] One.world : Experiences with a Pervasive Computing Architecture

Comment :

Pada paper ini, Robert Grimm memaparkan mengenai suatu arsitektur baru yang dinamakan One.World ,  yaitu suatu framework yang terintergrasi secara menyeluruh untuk mengembangkan aplikasi pervasive.  Pendekatan yang dilakukan adalah dengan mengembangkan suatu framework untuk mengembangkan aplikasi pervasive dimana harus dapat memenuhi 3 kondisi yang dihadapi diantaranya; pergerakan dari mobile device mengakibatkan perubahan lokasi dan konteks, interaksi antara device dengan aplikasi sedapat mungkin dilakukan secara transparan, dan yang ketiga, framework tersebut memberikan kemudahan untuk melakukan sharing informasi/resource antar pengguna. One.world Framework secara keseluruhan diposisikan secara terpisah pada system yaitu ada bagian yang berjalan di sisi kernel space, dan ada di bagian user space.  4 service yang berjalan disisi kernel adalah  virtual machine,  tuples,  asynchronous events, dan environments. Untuk meyakinkan aplikasi dapat berjalan pada device, maka dipergunakan Java Virtual Machine digunakan sebagai basis.

Beberapa point yang dapat dicatat mengenai pendekatan yang dipaparkan dalam paper ini adalah;

1.      Seberapa mudah pengembangan yang dilakukan dengan menggunakan one.world framework? Karena kemudahan ini akan sangat menentukan kriteria pemilihan oleh developer dibandingkan dengan hasil yang didapat.

2.      Seberapa besar Framework ini bisa memaksimalkan resource device yang ada? Karena berjalan diatas JVM, maka tentu saja tidak bisa mengkases device secara langsung, sehingga mungkin akan ada pengaruh juga dari sisi performance?

3.      Aplikasi jenis apa saja yang bisa dikembangkan dengan menggunakan framework ini? Apakah bisa semua jenis aplikasi yang berjalan di JVM atau hanya untuk aplikasi-aplikasi khusus saja.




I Made Agus Setiawan
---------------------------------

No comments:

Post a Comment