Vertical Handover Supporting Pervasive Computing in Future Wireless Networks (Balasubramaniam04)
Pada dasarnya vertical handnover dapat dianalogikan sebagai generalisasi dari sistim yang digunakan pada telpon cellular. Pada telpon cellular, saat kita berada di suatu BTS kemudian melakukan mobile ke area network yang berada diluar BTS tersebut maka secara otomatis sistim akan berpindah ke BTS lain yang tersedia di area tersebut. Senada dengan sistim telpon cellular, pada vertical handover jika terjadi perubahan context seperti disconnection, perubahan network QoS, perubahan device, dan lain sebagainya maka sistim akan secara otomatis (pervasiv) akan memilih network yang paling mungkin dan tersedia. Karena bersifat pervasiv, metoda ini tentu saja sangat membantu user, terutama yang tidak mengetahi apa yang harus dilakukan pada saat terjadi disconnected atau perubahan. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam vertikal handover adalah:
- Pada saat terjadi perpindahan dari satu network ke network yang lainnya sistim harus melakukannya dengan sangat smooth sehingga tidak akan mempengaruhi aplikasi yang sedang dijalankan. Misalkan saat kita sedang download lalu terjadi disconnected dan sistem berpindah secara otomatis ke network yang lainnya maka proses download tersebut dapat terus berjalan (tidak terganggu).
- Sistim harus dapat memilih dengan tepat dari beberapa network yang tersedia mana yang paling sesuai untuk aplikasi yang sedang dijalankan, baik dari segi bandwidth, kemungkinan delay, kemungkinan hilangnya data, dll.
Beberapa hal lain yang masih dipertanyakan adalah:
- Bagaimana jika saat terjadinya masalah/ perubahan sistim sedang berada di blind area
- Berapa lama waktu yang diperlukan untuk berpindah dari satu network/ aplikasi ke network/ aplikasi yang lainnya sehingga dapat digunakan untuk aktivitas real time.
Building Efficient Wireless Sensor Networks with Low-Level Naming (Heidemann01)
Paper ini menceritakan bagaimana penamaan node (naming of nodes) dari sistim yang terdistribusi berdasarkan atribut eksternal dan in-network processing. Cara ini digunakan untuk melakukan efisiensi dan mengurangi terjadinya traffic didalam sebuah jaringan. Meskipun dalam percobaan terbukti bahwa metode ini dapat mereduksi traffic sampai 42% dan dapat mereduksi tingkat kerugian nested query antara 15-30% akan tetapi masih terdapat beberapa hal yang masih harus diperhatikan, diantaranya adalah masalah skalability dan reliability data.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment