Tuesday, November 24, 2009

[TDJarkom2009][Sesi6][0906644511-Bayu Distiawan Trisedya] Gibbons03, Ravindranath08

[category TDJarkom2009]
[title Bayu Distiawan (0906644511) - Gibbons03, Ravindranath08]

IrisNet: An Architecture for a Worldwide Sensor Web, paper yang ditulis
oleh Philip B Gibbons ini bercerita mengenai visi untuk membuat sebuah
sensor network yang terhubung melalui internet. Visi ini didorong oleh
berbagai faktor, salah satunya adalah ketersediaan infrastruktur seperti
komputer, webcam, microphone yang sudah sangat banyak dan harganya yang
sudah cukup murah sehingga mudah untuk didapatkan. Dengan ketersediaan
infrastruktur tersebut tersebut, akan mempermudah pengembangan
Internet-scale Resource-Intensive Sensor Network Services ini.

Masih ada banyak hal yang harus dipikirkan untuk mejadikan arsitektur
sensor web ini berjalan dengan optimal. Salah satunya adalah pengembangan
hardware yang sudah dilengkapi dengan aplikasi-aplikasi pendukung sensor
yang dapat mengolah raw data seperti image recognition, spech recognition,
atau motion detection. Dengan adanya hardware yang sudah dapat memberikan
layanan aplikasi-aplikasi tersebut, maka akan meringankan kinerja dari
organizing agent yang mengumpulkan data dari tiap-tiap sensor dan menjawab
query-query yang diberikan oleh user.

Hal lain yang harus diperhatikan adalah validitas data yang diberikan oleh
sebuah sensor. Salah satu cara untuk memastikan bahwa data yang diberikan
sensor tersebut valid atau tidak adalah dengan verivikasi data dari sensor
yang lain, artinya sebuah area tidak hanya di-cover oleh sebuah sensor,
melainkan ada interleaving dari tiap-tiap sensor untuk mengawasi sebuah
area. Dengan cara tersbut dapat mengurangi kesalahan atau error dari data
yang diberikan oleh sebuah sensor.

Paper kedua oleh Lenin Ravindranath membahas mengenai SixthSense:
RFID-based Enterprise Intelligence. SixthSense, sistem yang dikembangkan
ini bertujuan untuk membuat sebuah smart sapce dimana nantinya setiap
objek yang berada di dalamnya dapat dikenali. Bukan hanya itu SixthSense
juga dapat membedakan mana yang orang dan mana yang merupakan sebuah
objek, serta dapat memberikan informasi mengenai objek tersebut.

Hal yang perlu diperhatikan adalah ease of use dari sistem ini. Dengan
menggunakan teknologi RFID, maka semua objek yang ingin dikenali, harus
diapasang sebuah tag RFID agar dapat dideteksi. Selain estetika, tentunya
tag yang terpasang pada sebuah objek harus tidak menghilangkan kenyamanan
dari penggunakan objek tersebut. Isu lain yang muncul dari permasalahan
ini adalah masalah cost, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk memberi
tag RFID untuk semua objek yang ada pada smart space.

Salah satu core dari SixthSense adalah inference engine-nya, karena
SixthSense menggabungkan informasi dari tag RFID dengan enterprise monitor
yang lain seperti calendar, presence, dan login information. Dengan
mengakses informasi-informasi lain tersebut, tentu dapat memunculkan isu
privasi. Hal yang bisa dilakukan untuk meminimalisasi isu tersebut adalah
memberikan informasi-informasi yang dikehendaki oleh user pada tag RFID
itu sendiri. Dengan memberikan informasi yang spesifik pada sebuah tag
RFID tersebut juga dapat mengurangi beban inference engine, karena
sebagian besar data yang komprehensif sudah bisa didapatkan dari tag RFID
itu sendiri.

No comments:

Post a Comment