Saturday, November 28, 2009

[TDJarkom2009][Sesi7][0906644511-Bayu Distiawan Trisedya] Hightower01, Ward97

[category TDJarkom2009]
[title Bayu Distiawan (0906644511) - Hightower01, Ward97]

Location Systems for Ubiquitous Computing, paper yang ditulis Jeffrey
Hightower ini banyak menjelaskan mengenai taksonomi dan properti yang
harus dimiliki oleh Location Systems for Ubiquitous Computing agar dapat
memberikan layanan terbaik. Beebrapa properti yang harus dimiliki
diantaranya adalah cost, scale, recognition, serta layanan posisi absolut
dan relatif. Dengan taksonomi tersebut, pada paper ini juga dilakukan
survey terhadap beberapa aplikasi location system diantaranya: Active
Badge, Active Bat, Cricket, RADAR, E911 dan beberapa aplikasi location
system lainnya. Pada akhir paper ini juga sedikit dibahas mengenai ad hoc
location sensing.

Problem yang masih banyak dihadapi Location Systems for Ubiquitous
Computing ini adalah permasalahan relative dan absolute position untuk
mobile device. Dengan sifat mobile device yang selalu bergerak, maka akan
cukup sulit untuk menentukan posisi absolute dari device tersebut. Hal ini
akan menjadi tantangan tersendiri
untuk memberikan informasi absolute position dari sebuah mobile device.
Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, apakah dengan memanfaatkan ad hoc
location sensing dapat membantu memberikan informasi yang akurat mengenai
absolute position dari sebuah mobile device. Dengan teknik triangulation
yang dibentuk oleh beberapa ad hoc sensor yang membentuk ad hoc location
sensing diharapkan dapat memberikan informasi tersebut.


Hal menarik lain yang bisa diangkat dari Location Systems for Ubiquitous
Computing ini adalah penggunaan hierarchical location sensing/tracking.
Dengan adanya keterbatasan masing-masing teknologi yang ada sekarang, maka
location sensing yang ada banyak yang berdiri sendiri. Oleh karena itu,
untuk memberikan layanan yang dapat memberikan informasi detail mengenai
lokasi sebuah objek diperlukan kombinasi dari beberapa layanan yang ada.
Sebagai contoh kombinasi layanan location sensing yang dimiliki oleh GPS,
dengan layanan location sensing pada sebuah gedung, maka informasi yang
diberikan oleh sebuah aplikasi location sensing akan lebih lengkap dan
detil.

Paper kedua, A New Location Technique for the Active Office oleh Andy Ward
ini membahas mengenai location aware computing. Faktor pendorong
dikembangkannya tekni baru ini adalah success story yang diperoleh
aplikasi-aplikasi radio positioning system seperti GPS pada area terbuka,
namun kurang optimal apabila diterapkan pada sebuah gedung. Teknologi baru
ini memanfaatkantransmitter yang dipasangkan pada tiap-tiap object dan
receiver yang terpasang pada setiap ruangan. Dengan metode tersebut, maka
skenario untuk mengimplementasikan location aware computing dapat
terwujud.

Hal yang harus diperhatikan dalam location aware computing adalah mengenai
sinkronisasi pemanfaatan resource yang masih terjangkau dalam area cakupan
sebuah device, karena dengan location aware computing ini, maka sebuah
mobile device dapat memanfaatkan resource terdekat dari device tersebut.
Masalah sinkronisasi ini cukup penting untuk aplikasi-aplikasi pada
resource yang memerlukan priviledge khusus dari sebuah device. Hal lain
yang perlu diperhatikan adalah masalah skalabilitas sistem. Dengan adanya
traffict yang cukup padat dari transmitter dan receiver untuk location
sensing, maka masalah skalabilitas akan muncul. Tentu untuk mengatasi
permasalah tersebut diperlukan sebuah balancer, atau dengan menggunakan
teknik hierarchical location tracking.

No comments:

Post a Comment