[category TDJarkom2009]
[title Husmin Fajrin Hulinggi(906503774) - Mulloni09, Lee02a]
GPS adalah sebuat alat yang digunakan di dalam sistem navigasi yang memanfaatkan satelit untuk melacak posisi
si pengguna, namun bagaimana kalau si pengguna ingin mengetahui suatu lokasi atau posisinya berada di mana
di dalam sebuah gedung, hal inilah yang membuat Alessandro Mulloni, Daniel Wagner, Dieter Schmalstieg, dan Istvan Barakonyi
dalam paper Indoor Positioning and navigation with Camera Phones memperkenalkan cara baru untuk bernavigasi
di dalam gedung. Signpost adalah sistem yang dikembangkan dan memungkinkan semua itu terjadi.
Paper ini berisi penjelasan mengenai bagaimana sistem ini digunakan, tapi tidak menjelaskan secara rinci bagaimana
sistem ini bekerja. Yang menarik adalah bahwa signpost bukan hanya sebuah sistem yang digunakan untuk bernavigasi di dalam gedung,
tapi juga dipadukan dengan kalender atau jadwal kegiatan yang sedang berlangsung di dalam satu gedung. Selain itu sistem ini tidak
membutuhkan alat khusus dan hanya membutuhkan hand phone yang mempunyai kamera dan mendukung jaringan wireless, kebutuhan
yang hampir ada di semua hand phone. Hal ini membuat sistem ini menjadi sistem yang low cost. Dalam perkembangannya seperti yang
dijelaskan di dalam paper, sistem ini telah diujicobakan dan dibandingkan dengan dua sistem navigasi lainnya. Kegiatan ini merupakan
hal yang lumrah yang sering dilakukan oleh pengembang sebuah sistem, tapi tidak hanya sampai di situ saja, sistem ini juga sudah langsung
diujicobakan secara langsung di dalam sebuah konfrensi, dan pengembang juga meminta feedback, wawancara, dan mengumpulkan data
melalui kuisioner. Dengan begitu hasil yang didapatkan lebih akurat dan bisa digunakan untuk pengembangan selanjutnya.
Dengan melihat bagaimana cara sistem ini dioperasikan, saya menemukan kekurangan, walaupun bukan hal yang fatal, tapi membutuhkan
kerja tambahan, misalkan dalam setiap event atau conference poster harus dibuat marker yang unik dan diltekkan sesuai dengan tempatnya
masing-masing, jelas akan menyulitkan bagi penyelenggara karena harus dengan teliti meletakkan poster-poster tersebut di tempat yang sesuai,
begitu juga dengan desain marker yang membuat designer bekerja ekstra karena harus membuat marker yang tidak sedikit. Karena kekurangan
yang ada mempunyai efek ke panitia penyelenggara, seharusnya pengembang juga meminta feedbacak dari panitia penyelenggara.
Terlepas dari semua kekurangan itu, feedback dari pengguna yang positif membuat sistem ini diterima dengan baik sehingga sudah diproduksi
secara masal.
====================================================================================================================
Hampir sama dengan paper sebelumnya, paper karangan Seon-Woo Lee dan Kenji Mase yang berjudul Activity and LocationRecognition Using Wearable Sensors
berbicara mengenai bagaimana mendeteksi keberadaan pengguna yang berada di dalam sebuah gedung. Di dalam paper ini, hal tersebut dimungkinkan
dengan menggunakan sensor tambahan yang dapat digunakan layaknya pakaian manusia dan disebut wearable sensors. Sebuah terobosan yang menarik
mengingat teknologi GPS yang ada tidak bisa digunakan didalam gedung. Hanya saja saya menangkap adanya kekurangan dari sistem ini, seperti sensor
yang tidak bisa mendeteksi penggunanya jika berjalan mundur, walaupun berjalan mundur adalah kegiatan yang hampir tidak pernah dilakukan, tetapi
sudah seharusnya bahwa sistem ini juga bisa mengatasi hal tersebut. Seandainya dalam perjalanan penggunanya melangkah mundur satu atau dua langkah
saja, maka sistem tidak akan bisa memprediksi secara tepat lokasi yang sebenarnya, karena sistem menangkap langkah mundur yang dilakukan oleh pengguna
sebagai langkah yang normal atau melangkah ke depan. Kemudian satu lagi yang menjadi perhatian saya adalah penggunaan sensor yang berukuran tidak kecil
dapat mengganggu kenyamanan dari si pengguna, mengingat posisi sensor yang diletakkan di kantong celana dan juga di ikat pinggang. Begitu juga dengan
kabel-kabel yang menghubungkan antara sensor dengan device utama. Melihat perkembangan yang terjadi di paper sebelumnya, sepertinya teknologi ini tidak
lagi berkembang, walaupun seperti yang dijelaskan di paper kalau teknologi ini cukup berhasil setelah melalui tahap ujicoba yang dilakukan.
No comments:
Post a Comment