Monday, November 23, 2009

[TDJarkom2009][Sesi5][0906593233-Muhammad Adi Sujiwo] pillai01, sorber05

[category TDJarkom2009]
[title Muhammad Adi Sujiwo (0906593233)] - pillai01, sorber05]

Komentar Paper: Real Time Dynamic Voltage Scaling for Low-Power Embedded
Operating System
Salah satu tantangan dalam mobile computing adalah bagaimana melakukan
penghematan tenaga baterei sambil tetap menjamin responsivitas sistem
secara keseluruhan. Paper ini menjelaskan suatu algoritma baru bernama
real-time Dynamic Voltage Scaling (DVS) yang dapat memberi penghematan
hampir mencapai batas bawah konsumsi tenaga.
Pada dasarnya, hampir semua algoritma DVS didasarkan pada satu
pertimbangan: kinerja komputasi puncak hampir tidak pernah dibutuhkan
secara rata-rata, sehingga sistem menghabiskan sebagian besar waktu dalam
keadaan kinerja rendah. Karena itu, tegangan dan frekuensi kerja pada
prosesor dapat diturunkan. Hal ini dimungkinkan oleh teknologi CMOS. Namun
hal ini tidak dapat selalu berlaku pada embedded system seperti ponsel dan
kamera video, yang menuntut jaminan waktu eksekusi; suatu hal yang hilang
saat frekuensi kerja diturunkan.
Prinsip yang disarankan oleh RT-DVS adalah menunda task sebelum deadline
paling awal supaya sistem dapat beroperasi minimum. Tentu saja, pada
akhirnya sistem akan dipaksa bekerja pada frekuensi maksimum untuk
menyelesaikan task sesuai waktunya.
Pendekatan yang disarankan seperti ini telah diimplementasikan oleh
sejumlah operating system terkemuka; contoh yang paling kentara adalah
Linux. Namun implementasi ini bergantung pada ketersediaan pengatur
frekuensi dan tegangan di perangkat lunak, yang umumnya hanya tersedia
pada prosesor mobile.

Komentar Paper: Turducken: Hierarchical Power Management for Mobile Devices
Dalam mobile computing, sangat penting untuk menjaga konsistensi antara
node dan sumber data. Namun tugas sinkronisasi data seperti ini sangat
memakan tenaga baterei, sehingga diperlukan suatu teknik baru untuk
pemrosesan komunikasi dan informasi. Salah satu pendekatan yang disarankan
dalam paper ini adalah Turducken, yang merupakan rancangan sistem hirarkis
antara tiga sistem dengan konsumsi tenaga berbeda.
Turducken bekerja dengan mengintegrasikan tiga device dengan tingkat
konsumsi tenaga berbeda menjadi satu platform komputasi, dan memindahkan
tugas komunikasi dan komputasi seperlunya kepada perangkat yang
konsumsinya lebih rendah. Ketiga device ini adalah:
- Laptop dengan prosesor x86.
- PDA dengan prosesor StrongARM
- Sensor node
Dalam hal ini, semua perangkat menggunakan sumber tenaga yang sama
(beterei laptop). Tentu saja, penggabungan ketiga perangkat ini berdampak
pada peningkatan bobot sistem secara keseluruhan.
Prinsip dasar sistem ini adalah arsitektur berbasis proxy: tugas
sinkronisasi ringan dijalankan oleh PDA, sementara laptop digunakan
sebagai tempat aplikasi klien dijalankan. Deteksi ketersediaan koneksi
nirkabel sendiri dilaksanakan oleh Sensor node. Beberapa aplikasi yang
mendukung model komputasi seperti ini diantaranya:
- Network Time Protocol
- Web cache
- IMAP
Kelemahan sistem ini adalah intransparansi; tidak semua aplikasi mendukung
mode proxy.

No comments:

Post a Comment