[title Jan Peter Alexander(0906503805) - Tolia07,Satya07]
[Tolia07]
Penggunaan teknologi Cedar untuk membuat sebuah cache basisdata berguna untuk membantu memecahkan masalah koneksi yang rendah. Cedar membuat sebuah profil tentang query ke sebuah server sehingga dapat setiap query dapat dioptimasi. Profil ini dibuat secara manual oleh seorang analis basisdata atau dengan menggunakan sebuah perkakas. Dengan demikian walaupun aplikasi klien transparan, tetapi justru Cedar harus memiliki pengetahuan mengenai aplikasi yang menggunakannya agar dapat optimal.
Konsep yang dilakukan oleh Cedar cukup baik, yakni dengan menggantikan sebuah driver API JDBC bawaan basisdata dengan JDBC Cedar. Karena JDBC seperti halnya ODBC menyediakan fungsi yang umum, banyak produk basisdata yang dapat didukungnya. Hal ini menjadikan Cedar dapat secara transparan menggantikan banyak query.
Dengan penggunaan JDBC oleh Cedar, maka setiap aplikasi yang hendak memanfaatkan Cedar harus menggunakan teknologi tersebut untuk berhubungan. Aplikasi tersebut juga harus menggunakan JDBC. Dengan demikian, sebuah batasan secara tidak langsung tercipta untuk aplikasi, yakni penggunaan API generik yang dalam hal ini JDBC.
Hal yang menarik dari Cedar ini adalah aplikasi mana yang mengakses basisdata secara langsung tanpa menggunakan abstraksi misalnya webservice? Kebanyakan aplikasi sekarang telah mengimplementasi teknologi web sebagai komponen inti. Apalagi, pengaksesan basisdata secara langsung oleh klien menjadi sebuah masalah tersendiri karena enkripsi yang minim oleh basisdata.
Penggunaan Cedar juga dapat menjadi masalah ketika menggunakan data realtime seperti Forex. Cedar memberi ilusi kepada aplikasi seakan-akan terhubung. Akan tetapi, bisa jadi data yang diakses terjadi perbedaan sekian detik dengan data yang ada pada server. Pengguna yang tidak menyadari keterbatasan ini dapat terkecoh dan melakukan tindakan yang salah. Selain itu dengan memberikan ilusi tersebut, ada skenario-skenario aplikasi yang menjadi gagal karena aplikasi tidak memperhitungkan adanya cache.
Tantangan untuk Cedar sebenarnya bukan saja pada jaringan, akan tetapi pada keterbatasan sumber daya terutama daya listrik. Cedar melakukan pemrosesan seperti hashing, penghitungan profil, dan caching basisdata. Setiap pemrosesan ini dapat berdampak pada pemborosan baterai. Selain itu, Cedar juga perlu merancang skenario failsafe ketika sebuah perangkat bergerak dalam keadaan standby. Skenario failsafe ini menolong aplikasi Cedar itu sendiri agar tidak rusak dan tahan terhadap crash.
Penggunaan teknologi Cedar untuk membuat sebuah cache basisdata berguna untuk membantu memecahkan masalah koneksi yang rendah. Cedar membuat sebuah profil tentang query ke sebuah server sehingga dapat setiap query dapat dioptimasi. Profil ini dibuat secara manual oleh seorang analis basisdata atau dengan menggunakan sebuah perkakas. Dengan demikian walaupun aplikasi klien transparan, tetapi justru Cedar harus memiliki pengetahuan mengenai aplikasi yang menggunakannya agar dapat optimal.
Konsep yang dilakukan oleh Cedar cukup baik, yakni dengan menggantikan sebuah driver API JDBC bawaan basisdata dengan JDBC Cedar. Karena JDBC seperti halnya ODBC menyediakan fungsi yang umum, banyak produk basisdata yang dapat didukungnya. Hal ini menjadikan Cedar dapat secara transparan menggantikan banyak query.
Dengan penggunaan JDBC oleh Cedar, maka setiap aplikasi yang hendak memanfaatkan Cedar harus menggunakan teknologi tersebut untuk berhubungan. Aplikasi tersebut juga harus menggunakan JDBC. Dengan demikian, sebuah batasan secara tidak langsung tercipta untuk aplikasi, yakni penggunaan API generik yang dalam hal ini JDBC.
Hal yang menarik dari Cedar ini adalah aplikasi mana yang mengakses basisdata secara langsung tanpa menggunakan abstraksi misalnya webservice? Kebanyakan aplikasi sekarang telah mengimplementasi teknologi web sebagai komponen inti. Apalagi, pengaksesan basisdata secara langsung oleh klien menjadi sebuah masalah tersendiri karena enkripsi yang minim oleh basisdata.
Penggunaan Cedar juga dapat menjadi masalah ketika menggunakan data realtime seperti Forex. Cedar memberi ilusi kepada aplikasi seakan-akan terhubung. Akan tetapi, bisa jadi data yang diakses terjadi perbedaan sekian detik dengan data yang ada pada server. Pengguna yang tidak menyadari keterbatasan ini dapat terkecoh dan melakukan tindakan yang salah. Selain itu dengan memberikan ilusi tersebut, ada skenario-skenario aplikasi yang menjadi gagal karena aplikasi tidak memperhitungkan adanya cache.
Tantangan untuk Cedar sebenarnya bukan saja pada jaringan, akan tetapi pada keterbatasan sumber daya terutama daya listrik. Cedar melakukan pemrosesan seperti hashing, penghitungan profil, dan caching basisdata. Setiap pemrosesan ini dapat berdampak pada pemborosan baterai. Selain itu, Cedar juga perlu merancang skenario failsafe ketika sebuah perangkat bergerak dalam keadaan standby. Skenario failsafe ini menolong aplikasi Cedar itu sendiri agar tidak rusak dan tahan terhadap crash.
----------------------
[Satya07]
Pengembangan Internet Suspend/Resume mengarah kepada sebuah konsep untuk penyediaan komputer pribadi pengguna di mana saja. Hal ini bisa dicapai dengan menyimpan sebuah image yang berisi sistem operasi pengguna di server. Kemudian, diharapkan ketika pengguna menggunakan sebuah komputer di warung kopi, image tersebut, yang disebut dengan parsel, diunduh dan dipasang sehingga pengguna dapat menggunakannya.
Permasalahan dari konsep ISR adalah pengiriman seluruh sistem operasi dari tempat ke tempat. Hal yang pertama menjadi masalah adalah ketersediaan pita jaringan yang harus memadai sehingga proses transfer tidak berlangsung lama. Hal kedua adalah kemampuan tiap-tiap penyedia klien untuk mampu menjalankan virtualisasi dengan baik. Hal yang ketiga adalah kepercayaan kepada setiap penyedia klien.
Dengan sebuah sistem operasi terkini berukuran minimal 1 GB, maka lalu lintas data dalam sebuah lingkungan dapat menjadi kendala. Dengan kepadatan tinggi, misalnya di sebuah pusat perbelanjaan, infrastruktur yang tersedia harus mampu menyediakan koneksi cepat. Maka diperlukan sebuah regulasi untuk pemanfaatan pita jaringan bersama. Sebab, saat ini di Indonesia setiap jaringan Internet disediakan dengan harga yang mahal dan menjadikan ISR tidak mungkin diterapkan.
Untuk dapat memainkan/menjalankan setiap parsel yang ada, komputer yang tersedia di masing-masing klien harus memiliki spesifikasi tinggi. Untungnya dengan perkembangan komputasi saat, setiap komputer baru sudah memiliki kemampuan tersebut. Masalah dapat timbul ketika aplikasi yang tersedia bagi klien memerlukan komputasi tinggi, seumpanya game terkini. Sebuah game terkini dapat menghabiskan sumber daya komputasi yang tinggi. Sehingga, dibutuhkan investasi yang lumayan untuk menyediakan komputer yang memadai.
YouTube memproteksi videonya dengan tidak menyediakan modus pengunduhan dan video tersebut dimainkan dengan menggunakan teknologi Flash. Akan tetapi ketika seseorang menggunakan Firefox, orang tersebut dapat saja mengambil langsung berkas cache yang berisi video tersebut dan menyimpannya di suatu tempat. Dengan demikian, orang tersebut tidak perlu mengakses situs YouTube untuk dapat menikmati video tersebut.
Hal ini sama dengan teknologi ISR. Walau pun parsel-parsel disimpan di sebuah server terpercaya, setiap parsel secara utuh harus dikirim ke pihak klien untuk dapat dijalankan. Ketika seluruh parsel diunduh, bisa saja ada pihak yang tidak berkepentingan memasang sebuah penyadap yang menyalin parsel tersebut ke tempat lain. Karena teknologi ini diharapkan menjadi sebuah teknologi populer, maka dengan mudah pihak tersebut mendapatkan kemampuan untuk meretas parsel tersebut untuk mendapatkan informasi sensitif semisal dokumen kerja dan nomor rekening.
Pengembangan Internet Suspend/Resume mengarah kepada sebuah konsep untuk penyediaan komputer pribadi pengguna di mana saja. Hal ini bisa dicapai dengan menyimpan sebuah image yang berisi sistem operasi pengguna di server. Kemudian, diharapkan ketika pengguna menggunakan sebuah komputer di warung kopi, image tersebut, yang disebut dengan parsel, diunduh dan dipasang sehingga pengguna dapat menggunakannya.
Permasalahan dari konsep ISR adalah pengiriman seluruh sistem operasi dari tempat ke tempat. Hal yang pertama menjadi masalah adalah ketersediaan pita jaringan yang harus memadai sehingga proses transfer tidak berlangsung lama. Hal kedua adalah kemampuan tiap-tiap penyedia klien untuk mampu menjalankan virtualisasi dengan baik. Hal yang ketiga adalah kepercayaan kepada setiap penyedia klien.
Dengan sebuah sistem operasi terkini berukuran minimal 1 GB, maka lalu lintas data dalam sebuah lingkungan dapat menjadi kendala. Dengan kepadatan tinggi, misalnya di sebuah pusat perbelanjaan, infrastruktur yang tersedia harus mampu menyediakan koneksi cepat. Maka diperlukan sebuah regulasi untuk pemanfaatan pita jaringan bersama. Sebab, saat ini di Indonesia setiap jaringan Internet disediakan dengan harga yang mahal dan menjadikan ISR tidak mungkin diterapkan.
Untuk dapat memainkan/menjalankan setiap parsel yang ada, komputer yang tersedia di masing-masing klien harus memiliki spesifikasi tinggi. Untungnya dengan perkembangan komputasi saat, setiap komputer baru sudah memiliki kemampuan tersebut. Masalah dapat timbul ketika aplikasi yang tersedia bagi klien memerlukan komputasi tinggi, seumpanya game terkini. Sebuah game terkini dapat menghabiskan sumber daya komputasi yang tinggi. Sehingga, dibutuhkan investasi yang lumayan untuk menyediakan komputer yang memadai.
YouTube memproteksi videonya dengan tidak menyediakan modus pengunduhan dan video tersebut dimainkan dengan menggunakan teknologi Flash. Akan tetapi ketika seseorang menggunakan Firefox, orang tersebut dapat saja mengambil langsung berkas cache yang berisi video tersebut dan menyimpannya di suatu tempat. Dengan demikian, orang tersebut tidak perlu mengakses situs YouTube untuk dapat menikmati video tersebut.
Hal ini sama dengan teknologi ISR. Walau pun parsel-parsel disimpan di sebuah server terpercaya, setiap parsel secara utuh harus dikirim ke pihak klien untuk dapat dijalankan. Ketika seluruh parsel diunduh, bisa saja ada pihak yang tidak berkepentingan memasang sebuah penyadap yang menyalin parsel tersebut ke tempat lain. Karena teknologi ini diharapkan menjadi sebuah teknologi populer, maka dengan mudah pihak tersebut mendapatkan kemampuan untuk meretas parsel tersebut untuk mendapatkan informasi sensitif semisal dokumen kerja dan nomor rekening.
No comments:
Post a Comment