[title Abdul Arfan (0906644524) - Hightower01, Ward97]
Location Systems for Ubiquitous Computing
Untuk mendukung terciptanya Ubiquitous Computing diperlukan suatu
kerangka kerja untuk mengetahui posisi dari orang-orang atau
benda-benda tertentu supaya seseorang dapat memanfaatkan alat-alat
berdasarkan informasi lokasi tersebut. Contohnya adalah penggunaan
location system pada suatu rumah yang mempunyai beberapa telepon yang
saling terhubung. Sistem dapat mendeteksi posisi orang dan mengetahui
lokasi tiap telepon dalam rumah. Jika ada telepon masuk, sistem hanya
akan membunyikan telepon yang terdekat dengan posisi orang tersebut.
Strategi yang digunakan untuk mengetahui lokasi dapat berupa
triangulasi. Strategi ini menggunakan beberapa pendeteksi jarak ke
obyek dari titik yang diketahui lokasinya sehingga posisi obyek dapat
ditentukan. Sistem ini juga dapat menggunakan strategi proximity
dimana strategi ini mencari jarak terdekat dari beberapa titik yang
telah ditentukan. Selain kedua strategi diatas, sistem juga dapat
menggunakan strategi scene analysis untuk memeriksa keadaan dari
titik-titik yang dinilai menguntungkan.
Posisi obyek dalam suatu ruangan bisa direpresentasikan dengan
menggunakan posisi absolute dan posisi relatif. Posisi absolute adalah
posisi yang tidak bergantung dengan lokasi dari obyek lain, misalnya
posisi longitude dan latitude pada GPS. Posisi relative adalah posisi
yang dinyatakan dengan menggunakan obyek lainnya sebagai acuan,
misalnya "didekat televisi", "disebelah kanan kulkas", "satu meter
dari pintu" dan lain sebagainya.
Penggunaan location system sangat penting dalam ubiquitous computing
karena sistem ini dapat memungkinkan pengguna menggunakan aplikasi
dengan lebih beragam dengan adanya tambahan informasi berupa lokasi.
Skenario lain dengan menggunakan location system adalah pada navigasi
dari suatu gedung atau bangunan. Sistem dapat memandu orang untuk
menemukan tempat-tempat tertentu yang ingin dituju pada bangunan
tertentu. Sistem juga dapat memberitahukan informasi mengenai suatu
koleksi yang berada di lokasi tertentu pada sebuah museum.
Selain contoh diatas, adanya informasi lokasi yang lebih akurat juga
akan memungkinkan pembuatan sebuah kursi roda yang dapat secara
otomatis membawa orang yang memiliki kekurangan fisik menuju ruangan
tertentu. Dengan dibuatnya berbagai macam pendekatan untuk sistem ini,
teknologi kita akan semakin mendekati zona Ubiquitous Computing di
masa yang akan datang.
-----------------
A New Location Technique for the Active Office
Pada paper dipaparkan sebuah sistem sensor yang cocok untuk dipasang
pada ruangan yang berskala besar. Sensor ini memungkinkan pendeteksian
lokasi dari orang dan peralatan secara tepat. Paper ini juga membahas
mengenai aplikasi-aplikasi apa saja yang dapat memanfaatkan informasi
lokasi menggunakan sensor tersebut.
Saat ini teknologi sensor untuk menentukan lokasi semakin beragam
penggunaannya, mulai dari penggunaan active badge yang menggunakan
inframerah sampai ke pelacak elektromagnetik. Penggunaan inframerah di
active badge dapat melacak lokasi seseorang dan selalu memberitahukan
lokasi tersebut setiap satuan waktu tertentu. Penggunaan pelacak
elektromagnetik lebih canggih lagi, karena dapat mengetahui lokasi dan
juga orientasi dari seseorang pada skala 1 milimeter dan sudut hingga
0.2 derajat. Akan tetapi sensor seperti ini memiliki kelemahan karena
harganya mahal dan hanya dapat menjangkau area yang sempit. Selain itu
sensor ini juga sensitif terhadap benda-benda yang terbuat dari logam.
Informasi lokasi juga dapat diperoleh dari data-data mentah berupa
video dari kamera. Hasilnya akan cukup akurat, tetapi dibutuhkan
komputasi yang besar untuk melakukan pemrosesan pada data tersebut.
Untuk penentuan posisi pada areal yang luas dapat digunakan GPS atau
LORAN yang dapat memberikan ketelitian sampai 50 cm. Sayangnya,
penggunaan alat ini hanya efektif pada area terbuka karena area
tertutup akan menimbulkan refleksi pada sinyal radio yang dikirimkan.
Teknik pencarian lokasi yang dipaparkan pada paper menggunakan
transmitter yang dipasangkan pada setiap obyek. Obyek ini nantinya
akan digunakan untuk menentukan jarak terhadap beberapa titik acuan.
Untuk mendapatkan posisi yang akurat dari obyek tersebut dibutuhkan
minimal 4 titik acuan. Selain itu, dibutuhkan beberapa transmitter
yang dipasangkan pada beberapa titik di obyek tersebut untuk
mengetahui orientasinya. Transmitter ini akan memancarkan sinyal yang
berbeda sehingga arah obyek dapat ditentukan dari pancaran sinyal
transmitter tersebut.
Penggunaan sensor tambahan dapat dilakukan untuk peningkatan akurasi.
Resiko kesalahan penghitungan lokasi dapat dikurangi dengan adanya
beberapa sensor tambahan tersebut.
Sebuah sistem pencarian lokasi yang baik tidak harus memiliki akurasi
yang terlalu tinggi karena yang paling penting dari penggunaan sistem
ini adalah tujuan penggunaan dari hasil lokasi tersebut. Jika hanya
ingin menentukan letak sebuah obyek pada suatu ruangan, maka akurasi
dengan ketelitian 0.5 m saja sudah cukup. Sedangkan jika sistem ini
digunakan untuk menangkap perpindahan posisi atau pergerakan anggota
tubuh seseorang, maka akurasi harus ditingkatkan sampai ketelitian 1
cm. Diperlukan suatu keseimbangan antara pemakaian sensor, beban
penghitungan dan ketelitian yang diperlukan supaya sistem dapat
berjalan efisien dan tetap memberikan informasi yang relevan dengan
tujuan penggunaannya.
No comments:
Post a Comment