[category TDJarkom2009]
[title Husmin Fajrin Hulinggi(906503774) - Narayanan03, Zhong05]
Tuntutan pasar akan wearable computer yang semakin meningkat justru membawa wearable computer ke arah
sebuah device yang justru mempunyai kemampuan komputasi semakin rendah, hal ini diakibatkan tuntutan pasar
yang menginginkan wearable computer semakin nyaman untuk digunakan. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut
wearable computer dibuat semakin kecil dan ringan yang jelas-jelas akan mengurangi kemampuan komputasi.
Dushyanth Narayanan dan M. Satyanarayanan dalam paper Predictive Resource Management for Wearable Computing
mencoba memberikan solusi untuk mengatasi masalah dari kemampuan komputasi dari wearable computers,
khususnya untuk aplikasi yang resource-intensive seperti speech recognition, language translation, dan augmented
reality, yang membutuhkan resource yang besar untuk melakukan komputasi. Di paper ini ada tiga pendekatan yang
dapat dilakukan, tapi dari dua pendekatan yang ada mempunyai kelemahan, sehingga paper ini fokus untuk membahas
pendekatan dengan menggunakan komputasi multi-fidelity.
Paper ini membahas desain, implementasi, dan evaluasi dari multi-fidelity. Hanya saja dalam proses implementasi,
tidak dijelaskan mengenai seperti apa hardware yang digunakan. yang menarik adalah penggunaan cabang ilmu lain
yaitu machine learning. Terlepas dari semua itu Dushyanth Narayanan dan M. Satyanarayanan dalam papernya dapat
memberikan fakta kalau pendekatan multi-fidelity mengatasi keterbatasan hardware, dan juga di paper ini dijelaskan
beberapa riset yang masih harus dilakukan untuk terus mengembangkan kemampuan komputasi dari wearable computer
namun tetap menjaga kebutuhan pasar agar tetap terpenuhi.
===================================================================================================================
Sumber energi dalam hal ini adalah battery, merupakan bagian yang sangat penting dalam handheld computer,
karena merupakan bagian yang tetap menjaga agar handheld tetap bekerja dan memenuhi kebtuhan penggunanya.
Mengingat keterbatasan dari sumber energi yang ada, telah banyak hal yang dilakukan untuk mengefisienkan penggunaan
energi, baik dari sisi software maupun hardware. Namun dalam paper yang berjudul Energy Efficiency of Handheld Computer Interfaces: Limits, Characterization and Practice,
Lin Zhong dan Niraj K. Jha memperlihatkan bagaimana kemampuan manusia sebagai pengguna dan interface dari handheld computers
dapat mempengaruhi efisiensi penggunaan energi, sehingga dapat dikatakan bahwa peningkatan yang sudah dilakukan di sisi software
maupun hardware tidaklah cukup untuk mengefisienkan penggunaan dari energi untuk kebutuhan handheld. Dengan mempertimbangkan
faktor dari sisi manusia sebagai pengguna dan interface dari handheld, maka paper ini berfokus pada kedua hal tersebut dalam hal
peningkatan efisiensi penggunaan energi. Karena keterbatasan pengguna dalam hal kecepatan untuk melakukan input ke handheld,
maka terjadi bottleneck dalam efisensi penggunaan energi. Selain itu interface yang ada seperti layar dan speaker juga sangat boros energi.
Dengan menggunakan dua handheld computer yang ada di pasaran yaitu iPAQ dan Zaurus dan juga dari hasil beberapa survey yang telah dilakukan,
Lin Zhong dan Niraj K. Jha membuktikan bahwa teori mereka benar. Untuk mengatasi masalah-masalah tersebut, Lin Zhong dan Niraj K. Jha
menawarkan sebuah interface cache device agar proses interaksi antara pengguna dengan handheld jadi lebih efisien dalam hal
penggunaan energi. Akan tetapi dalam membuktikan teori di paper ini tidak mempertimbangkan faktor kebiasaan dari pengguna,
yang tadinya terbiasa menggunakan keyboard non QWERTY, harus beralih ke keyboard yang QWERTY, begitu pula dengan interaksi
yang menggunakan stylus. Kemudian yang perlu diperhatikan adalah bahwa dikatakan kalau input melalui perintah suara juga dapat
mengatasi kelemahan dari sisi kecepatan dalam melakukan input secara klasik, yaitu mengetik. Tapi juga tidak mempertimbangkan
bagaimana proses input yang dilakukan akan terpengaruh dengan suara-suara lain dari luar, maka hal ini justru tidak akan mengefisienkan
penggunaan energi.
No comments:
Post a Comment