| [category TDJarkom2009] [title Uray Heri M.(0906593271) - Nemmaluri08, Stiefmeier08] (Nemmaluri08) Ide dasar yang menjadi pemicu kajian dalam paper ini adalah keterbatasan manusia dalam mengatur ruang memori akal untuk mengidentifikasi dan mengup-date lokasi suatu objek,terutama sekali apabila jumlah objek tersebut tidak sedikit. Konsep dasar yang ditawarkan oleh Nemmaluri adalah dengan menggunakan Sherlock,suatu sistem yang mengkombinasikan sistem sensor, teknologi radar dan komputer grafis untuk mendokumentasikan aktifitas yang berkaitan dengan objek. Secara Teknis, solusi yang ditawarkan oleh Nemmaluri bersandar pada konsep Radio Frequency Identification (RFID) karena komponen utama yang terkandung dalam Sherlock adalah RFID yang dibenamkan dalam suatu antena yang dapat memonitor seluruh aktifitas yang ada pada daerah antena tersebut diletakkan. RFID Localization terbagi dalam dua kategori yaitu passive RFID Localization dan active RFID localization. Namun karena alasan ekonomispassive RFID localization lebih banyak digunakan karena tidak memerlukan energy resource (battery). Deployment sherlock bertumpu pada endpoint yang berfungsi untuk mengirimkan signal yang berisi aktivitas tag-tag yang ada dalam ruangan tersebut. Nemmalury tidak menjelaskan overlapping antar endpoint tersebut seiring dengan kemampuan mobilitas endpoint tersebut. Hal ini tentu saja menyebabkan duplikasi pada location databse sehingga pemanfaatan database tidak efektif. Selain itu bentuk komunikasi antar endpoint juga tidak digambarkan secara jelas sehingga mungkin saja suatu endpoint terdeteksi sebagai objek bagi endpoint yang lainnya. Untuk itu perlu diberikan ruang kerja bagi tiap endpoint sehingga overlapping space untuk tiap endpoint dapat diminimalisasi,bukan ditiadakan. Bentuk komunikasi yang digambarkan juga masih menimbulkan ambiguitas,Nemmaluri tidak menjelaskan data apa saja yang dikirim tag sebagai respon terhadap query yang diberikan readers karena keberadaan objek tertentu di dalam suatu ruangan juga harus disertai dengan lokasi objek tersebut. Untuk itu perlu disertakan opsi bahwa lokasi objek atau tepatnya koordinat objeklah yang menyertai sensor data yang dikirim oleh tag sehingga sweeping yang dilakukan oleh kamera lebih efektif walaupun algoritma software sherlock telah meminimalisasi proses ini. (Stiefmeier08) Stifmeier dan timnya mencoba untuk mentransfer rutinitas kerja dalam proses pembuatan mobil dengan cara merekam aktivitas kerja tersebut dan menyimpannya dalam suatu database yang berfungsi untuk memberikan rujukan bagi pekerja untuk melakukan tugasnya. Ha ini ditujukan untuk mengurangi human error. Implikasi lain dari wearable device ini adalah untuk scoring terhadap proses aktivitas pekerja pada saat melakukan trainning. Secara teknis,prinsip kerja wearable computing yang ditawarkan stiefmeier untuk mendeteksi aktivitas dan rangkaian kerja adalah dengan menggunakan RFID. Sensor RFID diletakkan di tempat-tempat yang akan dimonitor. Barometer yang digunakan untuk mengukur keberhasilan kerja pekerja adalah force sensitive resistor (FSRs) yang dipasang pada tangan pekerja. Untuk mengetahui bahwa pemasangan objek sesuai dengan tempatnya, digunakan sebuah sensor RFID. Hal ini perlu dikaji lebih lanjut karena respon otot tiap pekerja berbeda-beda sehingga untuk tiap pekerja mungkin akan menghasilkan efek yang berbeda pada FSRs yang digunakan. Untuk itu perlu diberikan standarisasi yang jelas mengenai respon yang dapat dibenarkan untuk tiap FSRs. Selain itu, stiefmeier tidak menyertakan kalkulasi kemungkinan efek yang ditimbulkan oleh frekuensi yang dihasilkan oleh tools terhadap signal yang dikirim oleh sensor RFID sehingga sangat mungkin reader salah menafsirkan sinyal yang dikirim oleh sensor RFID. Untuk itu perlu disertakan sensor tambahan berupa motion sensing menggunakan kamera sehingga missplace dapat dihindari. Namun secara garis besar, apabila tinjauan kajian stiefmeieir ini kita alihkan pada tinjauan aspek ekonomis tentu saja akan menimbulkan banyak perdebatan karena hal ini akan menimbulkan cost yang tidak sedikit karena untuk setiap rangkaian kerja yang akan dilakukan diperlukan sensor RFID. Namun apabila sistem kerja telah dititikberatkan pada mekanisasi, rangkaian kajian yang dilakukan oleh stiefmeier ini sangat mungkin untuk dilakukan. |
Wednesday, November 25, 2009
[TDJarkom2009][Sesi6][0906593271-Uray Heri M.] Nemmaluri08, Stiefmeier08
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment