[category TDJarkom2009]
[title Riza Azmi (0906593265) - iyer03, philipose05]
Energy-Adaptove Display System Design for Mobile Environtments - Proceedings of MobiSys 2003: The First International Conference on Mobile System, Applications and services
Subu Iyer et.al dalam papernya yang berjudul Energy-Adaptove Display System Design for Mobile Environtments memaparkan hasil penelitiannya tentang penggunaan energi dalam pemakaian komputer. Dalam papertnya dijelaskan bahwa, titik penting dalam penggunaan energi adalah pada display (monitor) sebagai pengkonsumsi energi terbanyak (sekitar 61%). Sehingga, hal tersebut Subu Iyer memandang perlunya konfigurasi di dalam alat tersebut. Dibantu dengan data penelitiannya yang dipaparkan di dalam paper, Iyer menemukan bahwa OS sekarang mengacu pada Window Application. Sehingga ada window fokus dan window background.
Subu Iyer et.al kemudian mengusulkan 2 hal dalam penggunaan energi untuk monitor. Pertama dari segi hardware yang harus energy aware, dalam hal ini mereka mengusulkan OLED untuk penggunaannya dalam monitor. Kedua dari sisi software, Iyer mengusulkan untuk membentuk sebuah software yang mengatur gelap dan terangnya Window. Saat Window fokus, maka Window di belakangnya akan di "gray"kan. Dari hasil percobaan, Iyer memaparkan terdapat signifikasnsi penghematan untuk kasus-kasus yang ada.
Walaupun sukses untuk mereduce energi namun menurut Saya di paper belum diterapkan untuk kasus dimana Window yang non-aktif memang dipakai untuk membandingkan sesuatu. Dimisalkan bekerja dengan 2 Window aplikasi pengolah kata untuk mengkomparasi hasil tulisan. Maka jika Window dibelakangnya "gray", maka akan mengganggu kerja. Dalam hal ini, sebenarnya ada solusi sederhana dalam penghematan energi yaitu semua Window kecuali Focused-Window diminimize secara default, terkecuali Window-Window yang dipakai.
Battery-Free Wireless Identification and Sensing
Matthai Philipose et.al dalam papernya Battery-Free Wireless Identification and Sensing, memaparkan ide tentang penggunaan RFID dipadukan dengan WISP. Idenya adalah untuk meminimalkan energi yang dipancarkan oleh alat sensor. RFID sendiri diidentifikasi sebagai alat yang free-battery dikarenakan sifatnya yang pasif, ada jika dilakukan triger panggilan, sehingga penggunaannya bisa mengurangi energi yang diperlukan. Dalam paper ini, Philiphose melakukan desain untuk sensor gerak yaitu dengan menggunakan 2 RFID, yang didesain sedemikian rupa sehingga menghasilkan keluaran bit 1 untuk bergerak dan 0 saat benda tidak bergerak.
Walaupun dalam paper ini telah dipaparkan tentang penggunaan teknologi RFID dalam sensor, akan tetapi, dalam papaer ini tidak dipaparkan penggunaan daya oleh pemancar RFID. Hal ini dikarenakan pemancarnya sendiri terus-menerus melakukan pancaran perdetik, untuk menentukan update lokasi RFID.
--(ಠ_ಠ) Riza Azmi;
/*Simple thing should be simple; complex thing should be possible*/
No comments:
Post a Comment