Wednesday, November 25, 2009

[TDJarkom2009][Sesi6][0906593435-Ananda Budi Prasetya] Gibbons03, Ravindranath08

[category TDJarkom2009]
[title Ananda Budi Prasetya (0906593435) - gibbons03,ravindranath08]

An Architecture for a Worldwide Sensor Web by Gibbons 2003

Paper ini menerangkan bagaimana suatu arsitektur jaringan Wide Area dapat digunakan untuk menghasilkan suatu lingkungan sensor network terdistribusi yang jauh lebih powerful daripada cara tradisional.
 
Sensor-Network tradisional: sumber daya yang terbatas => battery-powered sensors, CPU yang lambat, low-bit rate radiosSensor-network tradisional membutuhkan piranti keras, sistem operasi, bahasa pemrograman, dan sistem basis data yang khusus, agar dapat mengakomodasi lingkungan dengan sumber daya terbatas tersebut.
 
Saat ini dengan adanya Wide-Area network, dikembangkanlah suatu sistem terdistribusi baru dari sensor-network disebut dengan World Wide Sensor => terkoneksi dengan jaringan internet, dapat menggunakan PC apa saja yang dapat memproses data sumber sensor, tanpa ada batasan sumber daya (resources) seperti pada sensor-network tradisional.

World Wide Sensor adalah suatu jenis sensor network yang khususnya cocok dengan environmental monitoring, atau kita dapat mengawasi perubahan-perubahan apa saja yang terjadi pada lingkungan yang terdapat di sekitar kita. World Wide Sensor mengintegrasikan jangkauan yang lebih luas terhadap sumber data sensor, dari yang bersifat high-bits rate (Webcam) sampai yang bersifat low-bits rate ( sensor-network tradisional).
 
Layanan-layanan yang mungkin dilakukan dengan adanya World Wide Sensor jika dipandang dari kebutuhan pengguna:
  • Alert services notifications
    • Peringatan terhadap pengguna akan suatu situasi yang kritis, contohnya pemberitahuan bahwa jalur yang akan kita tempuh akan mengalami macet yang panjang dikarenakan ada perbaikan jalan, dan kita dianjurkan untuk menggunakan jalur lain yang akan kita tempuh untuk mencapai tujuan kita
  • Waiting-time monitors for reporting on queueing delays
    • Pengguna dapat memprediksi waktu dalam mengantri
  • Parking space-finder services
    • Pengguna dapat mengetahui parkir yang tersedia pada suatu mall / plaza
  • Lost-and-found services
    • Barang yang hilang dapat ditemukan
  • Watch-my-child
    • Pengguna dapat mengawasi anaknya dari jarak jauh, apa yang mereka lakukan dan sebagainya
Selain layanan-layanan tersebut, masih banyak layanan lain yang dapat dilakukan apabila World Wide Sensor ini sudah diterapkan. Paper ini dibuat pada tahun 2003 dan baru merupakan konsep. Saat ini (2009) beberapa layanan World Wide Sensor tersebut sudah ada yang diterapkan. Apple™ telah menerapkan layanan World Wide Sensor ini pada produknya yaitu smartphone yang kita sebut sebagai iPhone

iPhone memiliki fitur Find My iPhone, dimana kita dapat melacak keberadaan iPhone kita apabila hilang dan segera menemukannya kembali. Setiap iPhone yang dikeluarkan Apple diintegrasikan dengan GPS. Dari GPS yang terintegrasikan tersebut dapat diketahui posisi dan lokasi dari keberadaan iPhone tersebut. Kemudian posisi dan lokasi tersebut dikirim dengan jaringan yang terdapat di iPhone ke web server yang menyediakan layanan tersebut, sehingga kita melalui koneksi internet dapat melihat posisi dan lokasi dari iPhone kita dengan mengambil data dari web server yang bersangkutan dan melihat melalui Google MapsApple™ dan Google™ bekerja sama dalam mengerjakan fitur ini, dimana Apple™ menyediakan web server tempat menyimpan data lokasi iPhone, dan Google™ menyediakan user interface melalui aplikasinya Google Maps, agar kita dapat melihat nya lokasi tersebut secara visual.
 
Selain fitur tersebut, banyak perusahaan yang membuat aplikasi iPhone yang menerapkan World Wide Sensor seperti yang dikatakan pada paper [Gibbons03]. Contoh pemanfaatan tersebut adalah:
  • Layanan untuk mengetahui ketersediaan TAXI yang terdapat di sekeliling kita
    • Salah satu perusahaan TAXI di Amerika Serikat memberikan layanan ini, mereka mengembangkan aplikasi dimana pengguna dapat melacak TAXI apa yang tersedia disekitar mereka dan dapat melakukan pemesanan secara langsung dari iPhone yang mereka gunakan.
  • Layanan untuk memprediksi tujuan kita, jarak serta waktu yang akan ditempuh.
    • Aplikasi yang menyediakan layanan ini adalah Maps. Kita dapat menghitung jarak dari lokasi kita berada sampai ke tujuan yang akan dicapai, kita dapat menghitung waktu yang akan ditempuh jika kita menggunakan mobil atau jalan kaki, serta kita dapat mengetahui angkutan umum apa saja yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan kita tersebut.
  • Layanan untuk mengetahui ketersediaan parkir di suatu mall
    • Salah satu Mall di Amerika sudah menyediakan layanan ini pada aplikasi yang mereka kembangkan, pengguna dapat mengetahui parking lot mana yang masih kosong dan tersedia. Tidak berhenti disitu saja, pengguna dapat melihat posisi mereka langsung pada mall tersebut, dan mengetahui toko-toko apa saja yang terdapat di sekitar mereka
  • Layanan untuk mengetahui lokasi dari pengguna aplikasi yang sama. 
    • Contohnya seperti Twittersalah satu aplikasi social networking yang sudah menerapkan fasiltas ini, kita dapat mengetahui pengguna siapa saja yang terdapat disekitar lokasi kita berada
  • Layanan untuk mendeteksi keberadaan kita dan lokasi-lokasi strategis (rumah sakit,restoran, atm, lokasi wisata, mall, plaza, dan yang lainnya) yang terdapat disekitar kita.
    • Aplikasi yang menyediakan layanan ini adalah BuUuk dan Foyage. Dengan menjalankan aplikasi ini, kita dapat mengetahui lokasi strategis apa saja yang terdapat di sekitar kita
  • Layanan untuk mengetahui rental mobil yang tersedia di sekitar kita
    • Layanan ini diberikan oleh salah satu perusahaan penyewaan  / rental mobil zipcar™ yang wilayahnya mencakup wilayah Inggris, Amerika, dan Amerika Utara.
    • Pengguna iPhone dapat mencari dan melakukan transaksi langsung secara online dari iPhone™ yang mereka miliki, serta untuk menjalankan atau menghidupkan mobil tersebut, pengguna yang telah menyewa dapat menggunakan iPhone milik mereka.
iPhone milik Apple™ masih memiliki banyak fitur lagi yang merupakan keunggulannya jika dibandingkan dengan Smart Phone lain. Sampai manakah Apple™ akan mengembankan teknologi ini ?

 
SixthSense: RFID-based Enterprise Intelligence by Ravindranath 2008

RFID (Radio Frequency Identification) adalah sebuah teknologi elektronik tagging (penanda elektronik)  yang ditanamkan pada suatu objek dan dapat dideteksi serta dilacak berdasarkan penenda elektronik tersebut. RFID digunakan untuk melacak pergerakan dari barang-barang dalam suatu supply chain.

SixthSense adalah suatu platform yang menerapkan RFID di dalam lingkungan enterprise. RFID tidak lagi terbatas digunakan pada supply chain yang terbatas pada pergerakan benda mati, sedangkan pada lingkungan enterprise banyak melibatkan interaksi antara orang-orang, antara orang dan benda, dan antara orang-orang tersebut dengan lingkungan kerjanya. SixthSense menyediakan suatu platform untuk melacak dan mengambil kesimpulan dari interaksi yang terjadi pada lingkungan enterprise tersebut.

SixthSense mengasumsikan pada lingkungan enterprise tersebut, setiap pegawai dan objek yang terdapat pada perusahaan tersebut ditanamkan RFID (penanda elektronik). Tujuan utama dari platform SixthSense ini adalah untuk membuat seluruh kesimpulan  yang mungkin ditarik tersebut secara otomatis tanpa melibatkan input dari pengguna.

RFID yang digunakan oleh pegawai pada suatu perusahaan tersebut tidak harus ditanamkan secara langsung pada badannya, akan tetapi dapat ditanamkan pada badge yang mereka gunakan. 

Dalam menerapkan SixthSense terdapat berbagai isu yang harus dilakukan, antara lain dampak terhadap kesehatan, dimana dampak dari transmisi frekuensi radio pada RFID reader yang memiliki jangkauan 10 MHz sampai dengan 10 GHz dapat menyebakan panas pada kulit karena menyerap radiasi dari sinyal transmisi tersebut. Akan tetapi hal ini masih menjadi suatu topik diskusi, dikarenakan belum adanya kepastian mengenai efek dari radiasi ini, apakah dapat membahayakan kesehatan manusia seperti penyakit kanker ? Dibutuhkan studi lanjut untuk membuktikan isu ini.

Selain itu juga terdapat isu privasi, dimana RFID dapat melihat dan mendeteksi objek yang tidak dapat terlihat oleh mata manusia, misalkan benda-benda yang terdapat di dalam tas, dimana benda tersebut sudah diberi tanda dan pasti akan dapat terdeteksi dan terlacak. Dan yang paling berbahaya adalah, informasi dari suatu orang / pegawai yang menggunakan RFID tag pada suatu lingkungan SixthSense, dapat dilacak dan dideteksi serta ditarik seluruh informasi dari orang tersebut tanpa sepengetahuan orang yang terkait. 

Isu privasi tentunya berkaitan sangat erat dengan isu security, karena menurut saya dalam suatu perusahaan harus ada satu orang yang bertindak sebagai pengawas yang memiliki akses penuh untuk mengawasi seluruh orang yang bekerja pada perusahaan tersebut, sedangkan pegawai lain tidak memiliki akses untuk mengakses data pegawai lain dari RFID tag yang dikenakannya. Serta harus adanya mekanisme yang mengatur agar hanya pengawas yang dapat mengakses ataupun mengambil data pribadi pegawai lain.

Intinya pada SixthSense, seluruh interaksi yang terjadi antara pegawai dan objek-objek benda mati yang terdapat di lingkungan kerja nya dapat dilacak dan dapat disimpan ke dalam katalog. Teknologi ini apabila diterapkan didalam suatu lingkungan kerja tentunya sangatlah menguntungkan bagi para pemilik perusahaan , contohnya pemilik perusahaan yang ingin mengetahui apakah benar pegawai-pegawai tersebut bekerja sesuai dengan prosedur yang berlaku, dapat melacak interaksi pegawainya dengan objek dan lingkungan kerja yang terdapat di sekitarnya, apabila terdapat suatu keganjilan pemilik tersebut dapat menegur pegawainya.

--
Ananda Budi Prasetya
0906593435
Faculty of Computer Science University of Indonesia
phone: +62813-155-85791
e-mail:ananda.budi.p[at]gmail.com

No comments:

Post a Comment