Wednesday, November 25, 2009

[TDJarkom2009][Sesi6][ 0906503793-I Made Agus Setiawan] Gaonkar08, Paulos08

[category TDJarkom2009]
[title I Made Agus Setiawan(0906503793) - Gaonkar08, Paulos08]

Sesi 6
[Gaonkar08]Micro-Blog: Sharing and Querying Content Through Mobile
Phones and Social Participation

Comment :

Pada paper ini, Gaonkar et al. memaparkan mengenai suatu sistem baru
mengenai distributed content sharing, social network, sensor network
maupun pervasive dengan nama "micro-blog" dimana memandang telepon
selular yang bersifat ubiquitous (sekarang maupun nanti) sebagai suatu
sensor yang dapat digunakan untuk menginformasikan lingkungan
sekitarnya seperti kordinat lokasi, informasi tempat-tempat tertentu
dll yang jika digabungkan satu dengan yang lainnya melalui suatu
system kolaborasi melalui internat akan dapat membentuk suatu
jaringan yang sangat luas dan tangguh yang dapat menggambarkan dunia
secara lebih rinci. Karena bersifat pervasive/telepon selular yang
begitu dekat dengan pengguna, dengan sistem ini pengguna:
1. dapat melakukan query terhadap suatu informasi yang belum tersedia
terhadap pengguna seluler yang lainnya dengan mekanisme tertentu pula.
2. dapat menerima informasi lokasi tertentu yang bersifat adaptif
sesuai dengan keberadaan pengguna mis. restoran, rumah sakit, tempat
perbelanjaan terdekat.
Banyak hal yang bisa dilakukan dengan sistem ini nantinya seperti info
pariwisata, berita maupun sistem alert dan kolaborasi social dengan
memanfaatkan "sensor" selular tersebut. Namun dari sisi desain system
perlu dipertimbangkan juga hal-hal sebagai berikut :
1. Mobile device memiliki keterbatasan dari sisi umur baterai. Dengan
menggunakan GPS maupun device yang dilengkapi GPS sebagai sensor
lokasi tentu saja akan mengkonsumsi energi lebih banyak, namun tingkat
akurasi yang didapat lebih tinggi. Patut dipertimbangkan juga
penggunaan wifi/GSM untuk mendeteksi lokasi, meskipun tingkat
akurasinya rendah namun tingkat konsumsi energi rendah juga. Sehingga
terdapat tradeoff antara akurasi dengan konsumsi energi dan
pemilihannya tergantung tingkat kebutuhan pengguna
2. Dapat juga dikembangkan aplikasi yang aware terhadap tingkat konsumsi energi
3. karena melibatkan banyak pengguna agar sistem ini dapat berjalan,
maka harus dikembangkan mekanisme-mekanisme yang mendukung agar
tingkat akurasi data yang disharing, bagaimana menarik pengguna agar
mau menjawab query yang diminta oleh pengguna lain, mis. dengan metode
social networking maupun mekanisme credit query
4. harus dikembangkan mekanisme untuk melindungi privasi setiap
pengguna seperti yang ada pada social networking saat ini yaitu
limitasi akses private, social maupun public.
5. Bagaimana menghadapi serangan spam? Mis. dengan limitasi query per
pengguna baik yang diterima maupun dikirim

Beberapa hal tambahan yang dapat dicatat mengenai sistem micro blog ini adalah:
1. Bagaimana agar banyak pengguna mau berpartisipasi dalam sistem ini?
Berbayar atau tidak? Mengingat demam facebook sekarang ini, sangat
banyak yang antusias menggunakan. Mungkin saja akibat dari sifat
penggunaannya yang gratis. Jadi sangat tergantung dari perilaku
pengguna juga. Bahkan akibat dari booming facebook, hampir setiap
vendor telepon seluler menghadirkan kemudahan akses facebook.
2. Karena ketergantungannya dengan pengguna, maka harus dibuat
mekanisme agar pengguna merasa nyaman menggunakan, seperti halnya
blogger, tidak ada batasan / keharusan yang harus dilakukan agar bisa
menggunakan blog. Lagi- lagi pengguna.

Jadi teringat dengan pemenang Indosat Inovation Contest 2009 yang
mengembangkan sistem ecommerce untuk informasi restauran/pusat
perbelanjaan yang dekat dengan lokasi pengguna seluler dengan
menggunakan GSM sebagai sensor lokasi. Mungkin bisa dicek lebih
lanjut.

[Paulos08] Citizen Science: Enabling Participatory Urbanism
Comment :

Pada paper ini Paulos et al. memaparkan mengenai pemanfaatan mobile
device yang bersifat ubiquitous, selain menjadi alat komunikasi, juga
digunakan sebagai alat instrumen ukur personal yang bersifat mobile
yang membentuk yang namanya citizen science. Dengan pendekatan ini,
memungkinkan pengguna mobile device berpartisipasi secara aktif dalam
komunitasnya untuk mengumpulkan, dan membagikan informasi mengenai
kondisi kota yang banyak terkait dengan kepentingan individu maupun
komunitasnya. Dengan partisipasi seperti ini (Partisipatory urbanism)
nantinya diarahkan penggunaannya kearah environmental awareness
seperti yang dipaparkan pada paper ini salah satu contohnya adalah
partisipasi publik dalam mengumpulkan informasi mengenai kualitas
udara suatu kota.
Beberapa hal yang dapat dicatat mengenai pendekatan ini adalah:
1. Dengan pendekatan seperti ini akan sangat membantu komunitas akan
sharing informasi-informasi yang penting bagi kepentingan mereka,
karena kekuatan masyarakat secara gotong royong akan sangat membantu
suatu system akan dapat berjalan dengan baik dan berkesinambungan.
2. Pengguna; karena tingkat keberhasilan system ini sangat tergantung
dengan pengguna, maka harus diyakinkan kepada mereka tentang
keuntungan yang akan mereka dapat, dan kontribusi yang mereka bias
berikan.
3. Tingkat kesadaran pengguna terhadap perkembangan lingkungan
disekitarnya sangat mempengaruhi tingkat partisipasi publik.
4. Harus disediakan mekanisme yang jelas mengenai validitas data yang
dikumpulkan oleh pengguna, registrasi dll, karena kesalahan informasi
akan berimbas pada komunitas.
5. Mungkin tidak hanya terbatas pada pengukuran keadaan lingkungan
seperti polusi udara, tapi juga bisa dipakai untuk sharing informasi
lalu lintas (macet), pariwisata, berita local dll.


I Made Agus Setiawan
---------------------------------

No comments:

Post a Comment