[title Abdul Arfan(0906644524) - Choudhury08, McCaffrey08]
Mobile Sensing Platform (MSP): Embedded Activity Recognition merupakan
suatu pendekatan untuk mengidentifikasi aktivitas yang sedang
dilakukan manusia. Data aktivitas tersebut dapat digunakan untuk
mendukung context-aware ubiquitous computing. Pendekatan yang
digunakan oleh MSP adalah dengan memasang alat berupa 1 jenis sensor
(single sensor) atau beberapa jenis sensor (multi-modal sensor) ke
tubuh manusia. Alat ini dapat mengumpulkan data yang nantinya dapat
digunakan untuk mengidentifikasi hal yang sedang dilakukan oleh
manusia.
Semakin banyak sensor yang digunakan akan menghasilkan data yang lebih
banyak sehingga informasi yang didapat akan lebih akurat. Sayangnya,
penggunaan banyak sensor tidak praktis karena dapat menyulitkan
penggunanya dalam beraktivitas. Oleh karena itu diperlukan sebuah alat
yang dapat mengakomodasi banyak sensor, sehingga walaupun hanya
ditempatkan di salah satu bagian tubuh manusia, alat ini dapat
mendapatkan informasi yang tidak kalah akurat dengan penggunaan sensor
yang banyak.
Setelah data didapat maka data tersebut akan diolah oleh suatu
aplikasi yang dapat mengenali pola-pola dari masukan sehingga dapat
membedakan jenis kegiatan yang sedang dilakukan manusia berdasarkan
input yang masuk dari sensor. Pada paper acuan digunakan metode
boosting untuk mengenali pola-pola tersebut. Metode ini digunakan
karena dapat mengenali pola secara bertahap sehingga dapat membedakan
berbagai jenis kegiatan dari data input sensor yang didapat.
Selain dengan menggunakan sensor yang dipasang pada tubuh, ada
berbagai macam metode lain untuk mengidentifikasi aktivitas manusia,
contohnya dengan penggunaan kamera [0]. Kelebihan dari penggunaan
kamera adalah tidak diperlukannya pemasangan sensor pada tubuh yang
dapat saja mengganggu kegiatan manusia itu sendiri sehingga pengguna
dapat lebih leluasa dalam beraktivitas. Namun penggunaan kamera
membuat pengguna kurang memiliki kontrol akan privasi dibandingkan
dengan sensor yang dipasang pada tubuh. Pengguna dapat dengan mudah
mematikan sensor jika diinginkan, sedangkan hal tersebut sulit
dilakukan jika menggunakan kamera.
Kelebihan lainnya dari penggunaan MSP dibandingkan kamera adalah
pengenalan perilaku dapat dilakukan di mana saja asal sinyal dari
sensor dapat mencapai komputer yang akan memprosesnya. Dengan
menggunakan jaringan GPRS atau sejenisnya, hal ini bisa membuat area
penggunaan sensor menjadi sangat luas. Sedangkan pada kamera
diperlukan area pandang dan juga pencahayaan yang sesuai sehingga data
dapat diolah dengan baik.
Dengan adanya sistem pengenalan aktivitas, baik yang menggunakan
sensor, kamera ataupun metode lain akan membuat ubiquitous computing
menjadi semakin dekat dengan kenyataan.
[0] http://www.cs.cmu.edu/~mmv/papers/05epia-activity.pdf
----
Untuk melakukan diagnosis penyakit, terkadang dokter perlu melihat
bagian dalam saluran pencernaan manusia sehingga dapat lebih mengenali
penyakit apa yang sebenarnya diderita oleh pasien. Solusi yang dapat
dilakukan antara lain dengan penggunaan Teknologi Kapsul yang dapat
ditelan atau Swallowable-Capsule Technology. Kapsul ini dapat
memberikan informasi langsung dari dalam tubuh pasien.
Tantangan yang harus dihadapi adalah membuat kapsul tersebut sekecil
mungkin namun masih dapat mengirimkan sinyal berupa hasil observasi di
dalam tubuh. Informasi tersebut dapat berupa informasi panas berupa
temperatur, informasi visual berupa gambar dan juga informasi lain
yang dapat diperoleh sesuai jenis sensor yang dipasang pada kapsul
tersebut. Tantangan lainnya adalah bagaimana melindungi kapsul
tersebut dari asam yang terdapat pada perut manusia karena menurut [0]
perut manusia mengandung HCl yang merupakan asam yang cukup kuat.
Pembuat kapsul harus menjamin bahwa kapsul tersebut kuat dan aman
untuk dimasukkan ke dalam tubuh manusia.
Agar dapat melakukan tugas dengan baik, kapsul harus dapat bergerak
sehingga bisa mencapai posisi tertentu yang diinginkan. Ada beberapa
metode yang dapat digunakan untuk menggerakkan kapsul, diantaranya
dengan microbot yang memiliki ritme pergerakan seperti ulat atau
dengan memberikan stimulasi pada jaringan tubuh agar bagian tubuh
berkontraksi dan mendorong kapsul.
Selain untuk memberikan informasi, kapsul telan juga dapat digunakan
untuk memasukkan obat ke dalam tubuh manusia dengan lebih akurat.
Untuk mendukung hal tersebut diperlukan mekanisme pelacakan keberadaan
kapsul dengan cara menempatkan sederet antena pada bagian tubuh
manusia. Posisi dari kapsul dapat dihitung dari kekuatan sinyal kapsul
tersebut.
Penggunaan alat seperti kapsul yang dapat ditelan tentu saja sangat
praktis untuk memonitor keadaan sistem pencernaan manusia. Namun masih
terdapat banyak ruang untuk berinovasi dalam bidang ini seperti
inovasi dalam pembuatan alat yang lebih kecil dari kapsul agar dapat
memonitor pembuluh darah [1]. Selain itu inovasi juga bisa dilakukan
untuk membuat kapsul ini menjadi lebih murah sehingga dapat
dimanfaatkan untuk kalangan yang lebih luas.
[0] http://www.yohanessurya.com/activities.php?pid=20201&id=125
[1] http://www.sciencedaily.com/releases/2005/07/050718234252.htm
No comments:
Post a Comment