Komentar [Raento05]: ContextPhone : A Prototyping Platform for Context-Aware Mobile Application.
Pada paper ini dibahas tentang ContextPhone, dimana pada contextphone ini dikembangkan dan di desain untuk mengisi celah antara kemampuan operating system dan features dari aplikasi yang dibutuhkan oleh pengembang. Contextphone membantu pengembang secara mudah menciptakan aplikasi yang terintegrasi kedalam teknologi yang telah ada dan kehidupan keseharian user. Terdapat beberapa catatan dalam paper, yaitu dikatakan bahwa terdapat tujuh desain goal's dalam contextphone tersebut, namun tidak dijelaskan secara lebih terperici tentang langkah-langkah yang harus diambil untuk mencapai goal's tersebut. Paper ini juga tidak menjelaskan secara rinci require engineering yang dibutuhkan untuk menyempurnakan prototype platform untuk contextphone ini. Secara umum paper ini hanya banyak membahas masalah software untuk contextphone dan tidak secara khusus membahas hardware yang digunakan untuk contextphone tersebut, misalanya masalah processor yang digunakan pada smart phone untuk mengolah data, besarnya kapasitas menyimpanan untuk contextlogger misalnya, kemampuan baterai untuk menyuplai daya yang dibutuhkan untuk semua sensor yang ada pada smartphone tersebut, dan masih banyak lagi yang lain. Meski dengan kekurangan yang ada pada prototype ini, diharapkan menjadi dasar untuk pengembangan contextphone dimasa depan.
Komentar [Anhalt01]: Toward Context-Aware Computing: Experiences and Lesson
Pada paper ini dibahas tentang pengembangan dan implementasi dari context-aware, lingkungan pervasive-computing yang meminimalisasi gangguan dan memfasilitasikan penggabungan desain. Pendekatan yang dilakukan oleh penulis paper ini adalah dengan mengidentifikasi distraction (gangguan) yang terjadi selama proses desain, mereka membuat sebuah activity-attention matrix sebuah matrix distraction. Dalam implementasi context aware computing dalam paper ini didapat bahwa dibutuhkan banyak infrastruktur pendukung untuk konektivitas dengan internet, seperti wireless-networking access point. Dalam paper ini disebutkan dibutuhkan 400 wireless access point hanya untuk lingkungan kampus, bisa dibanyangkan jika teknologi ini diterapkan untuk area perkotaan, maka dibutuhkan banyak biaya hanya untuk infrastrukturnya. Berikutnya adalah masalah besarnya bandwidth yang dibutuhkan untuk koneksitasnya. Dan masalah lainnya adalah masalah keterbatasan kemampuan pengolahan database sampai dengan masalah keamanan data dan privasi dari pengguna teknologi ini belum dijelaskan secara detail. Mungkin karena perkembangan teknologi mobile computing pada saat itu belum seperti yang ada sekarang, maka paper ini hanya membahas context aware computing dengan keterbatasan teknologi pada saat itu. Ada baiknya pengembangan teknologi ini menggunakan teknologi mobile computing yang jauh lebih canggih.
No comments:
Post a Comment