Sunday, November 29, 2009

[TDJarkom2009][Sesi6][0906593233-Muhammad Adi Sujiwo] raento05, anhalt01

[category TDJarkom2009]
[title Muhammad Adi Sujiwo (0906593233) - raento05, anhalt01]

Komentar Paper: Toward Context-Aware Computing: Experiences and Lessons
Paper ini menyoroti masalah perhatian pengguna, suatu faktor pembatas
kinerja aplikasi dalam bidang pervasive computing. Suatu sistem pervasive
computing harus berusaha meminimalkan gangguan pengguna, dan dilakukan
dengan memahami konteks; yaitu keadaan yang sedang dialami oleh pengguna
sistem. Konteks dalam hal ini dapat dipandang dalam dua aspek: spasial
(lokasi) dan temporal (waktu), baik absolut maupun relatif.
Dalam solusinya, penulis paper mengembangkan sebuah prototipe rancangan
sistem pervasive computing yang membantu sekelompok pengguna dalam
kegiatan perancangan sistem secara kolaboratif. Sebagai implementasi
rancangan, penulis mengembangkan sejumlah aplikasi di atas platform
pervasive computing yang mereka kembangkan; diantaranya:
- Portable Help Desk (PHD), adalah aplikasi pembantu grup untuk menentukan
lokasi dan waktu pertemuan. Lokasi pertemuan ini ditentukan dari
pengamatan lokasi setiap anggota grup, sementara waktu ditentukan dari
informasi kontak dan penjadwalan. PHD juga dapat membantu bila rapat ini
membutuhkan sumberdaya tertentu, misalnya ketersediaan printer atau
kedekatan dengan restoran tertentu. Antarmuka sistem disediakan dalam
bentuk visual dan audio. Masalah khusus untuk antarmuka audio ini adalah
kebutuhan sumberdaya komputasinya yang cukup tinggi, sehingga membatasi
jumlah perangkat yang dapat menjalankannya.
- Matchmaker. Aplikasi ini membantu mengidentifikasi anggota grup yang
memiliki keahlian paling dekat untuk menyelesaikan tugas tertentu.
Kecocokan ahli ini ditentukan dari rekam jejak anggota, serta sumberdaya
temporal dan spasial untuk menentukan ketersediaannya bagi pengguna.
- Privacy Guard
- Context-Aware Agents. Agen-agen ini membantu pengguna yang sibuk sampai
tidak memiliki waktu untuk melakukan kegiatan rutin seperti memeriksa
e-mail. Suatu agen dirancang dengan kemampuan tertentu untuk membantu
kegiatan penggunanya, seperti:
o Notification; memperingatkan pengguna saat melewati lokasi yang ada
dalam daftar kegiatan.
o Meeting-reminder agent memperingatkan pengguna sebelum ia melewatkan
suatu rapat.
o Activity recommendation; memberi saran menurut ketertarikan pengguna
atas suatu kegiatan tertentu.
Arsitektur sistem ini didasarkan atas arsitektur client-server berlapis.
Sebagai lapis menengah terdapat proxy, yang terbagi atas user proxy dan
device proxy.

Komentar Paper: ContextPhone: A Prototyping Platform for Context-Aware
Mobile Applications
ContextPhone (CP) merupakan suatu platform pengembangan aplikasi pada
smartphone untuk membangun aplikasi sadar-konteks. Pengalaman pengembang
sebelumnya kemudian memunculkan sejumlah tujuan pengembangan dari CP ini:
- Paradigma "Konteks sebagai sumberdaya".
- Mengakomodasi aplikasi yang telah ada sebelumnya.
- Harus dapat memberi interaksi cepat dan tidak mengganggu aktivitas pengguna
- Menjamin kekebalan dari gangguan sistemik seperti putusnya koneksi
- Memberi kendali bagi pengguna atas hubungan antar komponen
- Penekanan pada keteraturan waktu response; khususnya pada aplikasi
komunikasi secara bergiliran.
- Memungkinkan pengembangan cepat; pengembang harus dapat memperluas
sistem dengan menambahkan sumber data atau sensor baru.
CP terdiri atas empat komponen utama:
1) Sensor; mendapatkan data konteks dari berbagai sumber seperti lokasi,
waktu atau penggunaan ponsel itu sendiri
2) Communications; menjalin koneksi dengan layanan luar
3) Applications, dapat secara sempurna menggantikan layanan built-in
seperti buku telpon dan daftar panggilan telpon.
4) System services; secara otomatis meluncurkan layanan di belakang layar.
Contohnya adalah Watchdog yang berguna untuk me-reset ponsel saat tidak
dapat merespon input apapun.
Implementasi seluruh sistem ini membutuhkan pengetahuan mendalam tentang
platform dasar yang digunakan, khususnya Symbian S60 yang saat paper ini
ditulis masih bersifat proprietary. Namun dengan mulai merebaknya platform
smartphone bebas dan open-source seperti Symbian, WebOS dan Google
Android, diharapkan pengembang dapat lebih mudah mengembangkan sistem ini.
Terdapat beberapa aplikasi yang telah diintegrasikan dalam platform CP
ini, di antaranya:
- Context logger, menyimpan data mobilitas dari pengguna ponsel. Aplikasi
ini menerima masukan konteks dari sejumlah sensor seperti lokasi ;
kemudian mengirimkannya ke server untuk kemudian dianalisis. Hasil
analisis ini dapat mengukur evolusi hubungan sosial interpersonal .
- ContextContact
- ContextMedia, memungkinkan pengguna saling berbagi dan memberi catatan
pada konten multimedia.
Meskipun platform CP ini jelas menjanjikan, namun terdapat sejumlah batu
penghalang bagi adopsi platform ini. Salah satunya bagi developer,yang
sangat memerlukan dokumentasi platform smartphone dasarnya. Dokumentasi
ini sering tidak tersedia atau terlalu cepat berubah, sejalan dengan
cepatnya perubahan karena tuntutan pasar. Diharapkan platform CP ini bisa
menjembatani perbedaan platform dasar dengan memberi abstraksi smartphone.

No comments:

Post a Comment