[title Bayu Distiawan (0906644511) - Satya02, Flinn03]
Coda merupakan sebuah file system yang memungkinkan mobile file access
dengan dukungan weakly connected operation maupun disconected operation.
Dengan adala file system ini maka user dapat mengupdate sebuah file yang
terdapat di sebuah server walaupun koneksi jaringannya lemah atau bahkan
terputus. Dalam paper The Evolution of Code, Satyanarayanan menjelaskan
mengenai perkembangan dari file system Coda ini. Mulai dari perkembangan
awal, mekanisme untuk server replication, disconnected operation, adaptive
use of weakly connectivity, isolation-only transaction, translucent
caching hingga opportunistic exploitation of hardware surrogates.
Tantangan besar yang dihadapi mengenai proses update data adalah
konsistensi data. Dengan adanya support untuk update data pada kondisi
jaringan terpustus dari server, maka ada kemungkinan dua atau lebih user
mengupdate data yang sama. Hal ini menjadi permasalahan tersendiri, data
mana yang dianggap valid oleh server pada saat semua user dapat
mengirimkan upadtenya ke server. Apakah untuk mengatasi permasalahan ini
diperlukan priviledge khusus untuk meng-aprove update yang dilakukan
beberapa user tersebut, atau harus menunggu approval dari masing-masing
user yang melakukan update. Apakah diperlukan sebuah smart agent yang
dapat secara otomatis menggabungkan update-update yang dilakukan oleh
beberapa user.
Tantangan lain adalah mengenai replikasi server. Berapa banyak replikasi
yang diperlukan untuk menjamin ketersediaan data setiap saat, dan
bagaimana proses pebgalihan dari server utama ke server replika jika
terjadi permasalahan pada server utama. Selain itu seberapa sering
diperlukan update replika, karena apabila terlalu sering dilakukan update
maka beban server akan menjadi berat, namun bila jarang dilakukan update,
maka akan timbul permasalahan konsistensi data khususnya untuk data
transactional.
Paper kedua berjudul Data Staging on Untrusted Surrogates oleh Jason Flin.
Paper ini menjelaskan mengenai penggunaan resource lain untuk tempat
penyimpanan data sementara atau cache untuk membantu menangani
permasalahan storage pada mobile device. Seperti namanya, mobile device
memiliki syarat utama yaitu mudah dibawa kemana saja. Dengan persyaratan
itu, maka device yang dibuat haruslah sekecil mungkin. Namun, bukan
manusia namanya, jika tidak mengharapkan kinerja ekstra yang bisa didapat
dari mobile device yang dimilikinya. Dengan adanya Data Staging on
Untrusted Surrogates ini diharapkan dapat mengurangi permasalahan
tersebut.
Ada beberapa hal yang menarik perhatian dari metode Data Staging on
Untrusted Surrogates ini. Hal yang pertama adalah permasalahan update data
yang terdapat pada surrogates tersebut. Tentunya data yang terdapat pada
cache haruslah data terkini yang ada pada server, hal ini akan memunculkan
isu konsistensi data yang diakses oleh user. Hal ini tentu memerlukan
mekanisme update data pada cache, ada dua cara untuk melakukan update yang
bisa digunakan, yang pertama adalah surrogates yang aktif untuk melakukan
update terhadap data yang ada pada server, namun hal ini akan memunculkan
pertanyaan, seberapa sering update yang harus dilakukan oleh surrogates.
Cara kedua adalah dengan Dengan cara server yang aktif memberikan
informasi mengenai update dari data-data yang berada pada server, hal ini
perlu adanya proses komunikasi antara server dan surrogates.
Hal lain yang menarik adalah mengenai sinkronisasi antar surogates. Proses
ini cukup bermanfaat apabila user tidak hanya berada pada satu network
tertentu saja saat mengakses cache tersebut. Dengan kata lain, diharapkan
adanya komunikasi antar surrogates sehingga cache yang sedang diakses oleh
user masih tetap tersedia bila user tersebut berpindah ke network dengan
surrogates yang berbeda. Berbicara mengenai surrogates, apakah fungsi dari
surrogates ini dapat ditambahakan bukan hanya sebagai cache data
sementara, namun dapat pula digunakan sebagai secondary computing
environment, artinya sebuah mobile device dapat mengalihkan beberapa
proses komputasinya ke surrogates tersebut. Bila hal itu dapat dilakukan
bersamaan dengan Data Staging on Untrusted Surrogates, maka hal tersebut
akan sangat meringankan kinerja sebuah mobile device.
No comments:
Post a Comment