Using and Determining Location in a Context-Sensitive Tour Guide
Nigel Davies et.al dalam papernya berjudul Using and Determining Location in a Context-Sensitive Tour Guide memaparkan hasil penelitiannya tentang suatu sistem yang bisa menjelaskan lokasi seseorang saat melakukan tour (location-aware). Sistem yang dibangun Davies et.al, dikerjakan di kota Lencester, Inggriss dengan bekerja sama dengan pemerintah kotanya. Tujuan dari sistem ini adalah untuk membantu turis untuk mengenali kota Lencester. Sistem bekerja dengan location-awareness, sehingga saat turis berada pada koordinat tertentu, maka sistem akan memberikan saran atau informasi tertentu mengenai lokasi tersebut kepada turis, selain juga memberitahu bahwa turis tersesat jika tidak ada informasi sinyal. Sistem bekerja dengan wireless, dan untuk sensor sistem dilengkapi dengan micro-wiresless yang dipasang di sudut-sudut tertentu kota sehingga memberikan sinyal-sinyal pada gadget.
Walaupun penelitian ini dilakukan pada tahun 2001, namun telah memberikan ide yang cukup cemerlang di masa tersebut untuk menciptakan sistem yang bisa membantu pariwisata di kota Lencester. Sekarang, dengan perkembangan kecanggihan teknologi yang pesat, kita mungkin dapat mengkombinasikan teknologi GPS yang ada pada gadget untuk membuat sistem seperti ini. Selain itu, handphone sekarang beberapa dilengkapi dengan pendeteksian lokasi, sehingga dapat membantu kita membuat aplikasi serupa (misalnya, GoogleMaps for Mobile, membantu memberikan informasi tentang lokasi sekitar dengan prasyarat teknologi dihandphone tersebut sudah mampu memberitahukan lokasi koordinat relatifnya terhadap bts).
--
Integrating Virtual and Physical Context to Support Knowledge Workers
Stephen Voida et.al dalam papernya yang berjudul Integrating Virtual and Physical Context to Support Knowledge Workers menjelaskan tentang penelitiannya tentang sistem yang membantu pekerja dalam "mengingatkan" pekerjaannya. Sistem yang dibentuk diberi nama The Kimura System. Kimura System memberikakan informasi-informasi sesuai context-aware dari pekerja tersebut yang ditampilkan melalui Whiteboard digital. Adapun Kimura System bertingkah seperti papan pengingat yang memontase (menempelkan) aktifitas-aktifitas penting dan mengorganisasikan menjadi beberapa kategori yang mudah untuk dikenali oleh pengguna. Kimura System terdiri dari 3 bagian yaitu: context acquisition (mendapatkan log-log dari interaksi user: berdasarkan virtual (aktifitas komputer) serta physical (misalnya berdasarkan sensor lokasi), context interpretation (yaitu interpretasi log-log yang ada), dan user interaction (menggunakan display misalnya whiteboar digital untuk interaksi user dengan Kimura system). Spesialisasi dan kontribusi dari Stephen Voida lebih kearah User Interface Software and Technology (UIST)
Komentar saya dalam perkembangan lebih lanjut Kimura Sisytem yaitu ke arah mobile, sehingga montase-montase yang ada di inputkan ke dalam gadget, sedangkan untuk Kimura systemnya sendiri diperlakukan sebagai Surogate sebagai pengolah context. Selain itu, dari sisi personalisasi, perlu dibuatkan security, sehingga pekerjaan-pekerjaan user, tidak begitu saja terlihat oleh orang lain (misalnya menambahkan screensaver saat user tidak berada ditempat).
--(ಠ_ಠ) Riza Azmi;
/*Simple thing should be simple; complex thing should be possible*/
No comments:
Post a Comment