Monday, November 30, 2009

[TDJarkom2009][Sesi7][0906503805-Jan Peter Alexander] Rento05,Anhalt01

[category TDJarkom2009]
[title Jan Peter Alexander(0906503805) - Rento05,Anhalt01]

[Rento05]
ContextPhone berusaha menyediakan sebuah platform untuk pengembangan aplikasi-aplikasi berkonteks (context-based applications). Setiap komponen yang tersedia disusun dengan menggunakan pustaka bebas terbuka (Free/Open Source Software). Hal ini menjadi daya tarik tersendiri karena lisensi ini membuat setiap periset dan early adopters dapat segera menggunakan dan mereview kode ContextPhone dan berkontribusi.

Salah satu kontribusi yang menjadi signifikan adalah antara lain interopabilitas. Kode-kode ContextPhone dibuat untuk telepon pintar Nokia seri S60. Dengan membuka kode, ContextPhone dapat digunakan untuk telepon-telepon seri lainnya. Dengan menggunakan prinsip Extreme Programming, yakni berusaha untuk menyediakan fungsi sesederhana mungkin dan modular, maka setiap komponen dapat dengan mudah dipecah dan diport ke telepon lain.

Masalah yang mungkin timbul ketika porting ke tempat lain adalah kapabilitas yang tidak sama. Hal ini dapat saja terjadi mengingat pasar telepon pintar dipenuhi oleh telepon dengan segmentasi target pasar. Untuk itu, ContextPhone harus dapat menggunakan metode "fallback" apabila sebuah kapabilitas tidak tersedia. Metode "fallback" ini memudahkan aplikasi untuk memutuskan apa yang hendak dilakukan.

Penyamaan penyimpanan data juga perlu dilakukan. Penggunaan berkas log dapat menjadi hal yang tidak efisien apabila digunakan untuk ContextLog. Data yang akan diakses semakin banyak -- hal ini dimungkinkan oleh karena kapasitas ruang penyimpan yang meningkat. Maka, diperlukan sebuah basisdata yang sederhana untuk dapat mengaksesnya agar memudahkan menambang konteks (context mining). Penggunaan basisdata juga memudahkan proses atomik penulisan ke log agar tidak terjadi race condition. Selain itu, penggunaan basisdata memungkinkan data yang dimasukkan lebih uniform sehingga aplikasi dapat dengan mudah mengaksesnya.

Mengingat ContextPhone bukanlah satu-satunya proyek yang menyediakan context-aware platform, maka data yang digunakan sebisa mungkin dapat dipertukarkan dengan platform lainnya. Salah satu proyek perangkat lunak bebas yang berusaha membangun desktop semantik adalah [KDE]. Komponen ContextLog merupakan subset dari komponen Akonadi. KDE juga mendapat dukungan dari Nokia. Alangkah baiknya jika ContextPhone juga bekerja sama dengan [KDE] dalam mengembangkan platformnya. Dengan demikian, penggunaan ContextPhone dapat lebih meluas yang pada akhirnya dapat menjadi standar defacto.

Referensi:

[KDE] http://www.kde.org/

-----------------------------------------------------------

[Anhalt01]
PHD adalah sebuah aplikasi konteks yang terpadu. Arsitektur PHD yang menggunakan sebuah basisdata tersentralisasi memungkin adanya penambangan konteks. Penggunaan basisdata yang tersentralisasi ini juga menyediakan sebuah tantangan tersendiri, yakni seberapa uniform data yang ada di basisdata tersebut. Selain itu, bagaimana arsitektur tersebut mengizinkan akses antar aplikasi/komponen perlu menjadi pertimbangan. Jangan sampai sebuah aplikasi malicious dapat mengakses data dengan privasi tinggi.

Dengan keterbatasan sumber daya pada perangkat bergerak, PHD seharusnya dapat menyimpan sementara konten-konten yang diakses secara daring. Dengan adanya cache ini, terputusnya hubungan dengan server tidak mematikan fungsionalitas PHD secara keras, tetapi dapat dengan secara bertahap terdegradasi. Degradasi bertahap ini dapat memudahkan pengguna untuk memikirkan skenario cadangan dan tidak terkejut.

Hal yang mendasar dari aplikasi adalah adanya kecenderungan dualisme antara keamanan dan kenyamanan. Keamanan yang kuat seringkali mengancam kenyamanan pengguna. Sebaliknya, kenyamanan yang besar seringkali mengabaikan keamanan. Sebuah studi diperlukan untuk menyeimbangkan antara keamanan dan kenyamanan PHD bagi para penggunanya. PHD yang melibatkan antardisiplin ilmu seharusnya dapat menjawab kebutuhan studi ini.

No comments:

Post a Comment