Wednesday, November 25, 2009

[TDJarkom2009][Sesi6][0906503862 - Adi Wibowo] Gibbons03, Ravindranath08

[category TDJarkom2009]
[title Adi Wibowo (0906503862) - Gibbons03, Ravindranath08]


[Gibbons03] Gibbons, P.B., Karp, B., Ke, Y., Nath, S., Seshan, S.

IrisNet: An Architecture for a Worldwide Sensor Web.

IEEE Pervasive Computing 2(4), October-December, 2003.

 

Internet merupakan layanan wajib didunia  komputer saat ini. Bicara internet pasti semua orang akan langsung mengahar ke web. Saat ini aplikasi web telah berkembang sangat pesat, fiture, layanan dan komponen pendukung web semakin lengkap, salah satunya adalah perangkat sensor, baik sensor gambar berupa WebCam atau kamera,sesor navigasi/posisi berupa GPS dan lain-lain. Sehingga aplikasi web itu sendiri dirasakan secara realtime.  

Dalam paper ini dicoba dibahas sebuah software infrastructure yang digunakan untuk worldwide sensor web yaitu IrisNet.  Service dari IrisNet ini berupa ; collecting, filtering, dan  combining sensor feeds, and performing distributed queries dengan  response times yang cukup baik. Pertukaran data dalam service ini dalam format XML yang memungkinkan banyak aplikasi mengambil data tersebut. Sehingga sangat multi platform.

 

Sampai saat ini telah banyak dikembangkan service Sensor Network yang berbasis web seperti untuk alikasi remote sensing untuk Geologi, Alram system untuk Tsunami dan gempa bumi, dan sesor untuk pengindraan jarak jauh. Akan tetapi sensor ini masih bersifat khusus dan hanya dapat diakses oleh pihak-pihak tertentu. Sehingga kurang pengembangan lebih jauh. Seharusnya dengan diberikan akses lebih ke semua pihak dengan batasan-batasan tertentu dapat meningkatkan pemanfaatan sensor tersebut.

 

Sensor Network atau Middleware ini sediri sebagian besar masih berhubungan dengan satu node saja, tidak mampu beradaptasi ke luas seperti gateway atau dapat berkoneksi bersama-sama dengan sensor yang lain sehingga membentuk service yang lengkap untuk masing-masing node. Sehingga pada saat dibutuhkan sensor lain dapat langsung diaktifkan secara jarak jauh dengan keamanan yang telah diberikan. Sehingga sebuah satu node atau simpul dapat  menyediakan, mendistribusi, skalabilitas, fleksibilitas dan mampu beradaptasi pada penyebaran, operasi dan tingkat integrasi yang baik.

[Ravindranath08] Ravindranath, L., Padmanabhan, V., Agrawal, P.

Sixth Sense: RFID-based Enterprise Intellegence.

In Proceedings of the 6th International Conference on Mobile Systems, Applications, and

Services. Breckenridge, CO, June, 2008.

 

Dalam paper ini telah memberikan issue yang mungkin dapat dikembangkan, yaitu sisi keamanan dan privasi, yang merupakan masalah besar dalam pengembangan aplikasi menggunakan RFID. Dimana jika sesorang membawa RFID di dalam tasnya, dan seorang pencuri menggunakan RFID Reader yang sangat sensitif yag dapat membaca RFID secara jauh, sehingga dapat mengetahui isi tas dari orang tersebut. Dan pencuri tersebut melacak informasi dan mungkin jumlah uang yang tersimpan didalam RFID tersebut.

Selain itu masalah privasi dimana seseorang yang barang miliknya yang memiliki RFID ingin tidak diketahui orang lain, akan tetapi dengan RFID reader yang sensitif dan memiliki jangkauan luas, dapat mendeteksi RFID yang tersembunyi. Sehingga perlu dikembangankan authentifikasi dan enkripsi yang ditanam dalam RFID yang bersifat end to end. Sehingga enkripsi dan authentifikasi tersebut tidak bersifat umum. Sehingga dimungkinakan user dapat memilih sendiri cara authentifikasinya atau modifikasi authentifikasinya selama dapat dipergunakan lagi di tempat umum.

Hal lain dalam paper ini yang menarik adalah telah dikembangkan sebuah platform SixthSense yang dilengkapai dengan berbagai aplikasi yang sederhana, yang dimungkinkan dapat dikembangkan lebih jauh.

 


No comments:

Post a Comment