[title Rudi Airlangga (0806444676) - Philipose05, Iyer03]
Battery-Free Wireless Identification and Sensing [philipose05]
Paper ini bercerita tentang sebuah sistem yang diberi nama WISP
(Wireless Identification and Sensing Platform) yang digunakan sebagai
identifikasi dan sensor terhadap object, sehingga perilaku manusia
dalam sebuah rumah (4 ruangan) dapat direkam dan diketahui aktifitas
keseharian mereka. Implementasi awisp menggunakan 2 RFID yang
bertindak sebagai 1bit accelerometer (sebuah tilt sensor) daripada
memanfaatkan memory space yang ada didalamnya, prinsipnya apabila
dalam keadaan normal RFID 1 akan aktif, sedangkan keadaan tidak normal
RFID 2 akan aktif.
Saat ini apabila sebuah RFID dapat dibeli dengan harga satuan
$2-$3 hal ini masih mahal, apabila dibeli dalam jumlah ribuan, bisa
turun sampai $0.5 yang berarti diatas $500 untuk 1 rumah, masih sangat
mahal, begitu pula long-range RFID reader selain mahal $1500 juga
memiliki keterbatasan daya baca RFID disekitarnya berbanding terbalik
dengan jumlah RFID, smart key long range yang ada sekarang ini hanya
mampu membaca 50 RFID dalam 1 waktu dengan jarak sampai 10 meter,
bagaimana jika yang hendak dibaca ratusan RFID dalam sebuah ruangan.
Dengan adanya tilt-sensor yang dikembangkan awisp kita dapat
mengetahui alat-alat dalam posisi yang seharusnya atau tidak. Dan hal
ini sangat berguna ketika perubahan keadaan alat dan kondisinya sangat
berpengaruh, seperti alat-alat rumah sakit dan lain-lain. Dengan
mengamati dan menganalisa aktifitas sehari-hari, dan berfungsi untuk
surveylence sangat berguna untuk menjaga para manula atau bayi, dan
kita dapat mengetahui keberadaan dan kondisi mereka meskipun sedang
berada jauh.
Dalam masalah kesehatan Reader perlu diletakkan setidaknya 1 meter
dari jangkauan manusia, langit langit atau loteng ditengah-tengah
rumah tampaknya cocok dijadikan tempat reader.
Energy-Adaptive Display System Designs for Future Mobile Environments [iyer03]
Paper ini bercerita tentang bagaimana menghemat power consumption
sebuah display dengan software, dari survey yang didapat paper ini
menyatakan bahwa persentasi penggunaan layar rata-rata hanya 60% dari
semua luas layar. oleh karena itu penghematan sampai 40% dapat
dilakukan dengan menggelapkan atau menghilangkan bagian2 aplikasi yang
tidak aktif dipakai user. Proses tersebut dilakukan dengan program
custom bernama dark windows, yang menerapkan 4 cara, HalfDimmed
(1/2*RGB), FullDimmed(0 RGB), GrayScale (R+G+B/3), GreenScale
(0*RB,G).
Dari paper FullDimmed adalah yang paling efektif, namun pengguna
pasti ingin tahu apa yang aplikasi diluar aplikasi aktif sedang
lakukan, sebab itu dapat di pilih GreenScale atau HalfDimmed yang
menempati urutan ke 2 dan ke 3. pada GreenScale apabila tidak ada
unsur hijau pada aplikasi tidak aktif akan sama dengan FullDimmed,
maka pilihan lebih baik pada HalfDimmed. Dapat saja menggunakan
pembagi 3 atau 4 untuk dapat penghematan yang mendekati FullDimmed,
namun masih terlihat nyaman oleh mata.
Dari sisi software, manipulasi pesan dan window aktif yang kecil
namun masih nyaman terbaca mata adalah hal yang paling manjur
dikombinasikan dengan konsep penghematan dalam paper ini sehingga
jikalau penggunaan layar rata2 sekitar 20-30% dari seluruh layar, kita
dapat berhemat dibidang display sampay 50-60%.
Dari sisi hardware, apabila dapat secara low level mengakses
refresh rate, resolusi, dan tingkat warna yang dapat diatur dari
software, maka apabila aplikasi sudah energy-aware, yang tidak
membutuhkan hal tersebut dalam keadaan tinggi, OS dapat melihat
kedalam profil dari aplikasi tersebut dan menyetel konfigurasi layar
(menurunkan refresh rate / resolusi) sehingga dapat melakukan
penghematan yang semaksimal mungkin (power save mode).
No comments:
Post a Comment