[category TDJarkom2009]
[title Ricky Suryadharma (0906644505) - Iyer03, Philipose05
Judul paper:
Energy Adaptive Display System Designs for Future Mobile Environments
Penulis paper membahas mengenai bagaimana cara menghemat energi dengan memanipulasi desain sistem tampilan pada perangkat mobile baik dari segi perangkat keras yang menggunakan OLED dibanding LED, maupun dari segi perangkat lunak yang memfokuskan tampilan berdasarkan jendela aktif yang digunakan. Tampilan dipilih sebagai obyek pembahasan karena menurut penelitian lain yang disinggung di paper, tampilan merupakan bagian yang mengkonsumsi energi terbanyak. Penelitian ini diawali dengan penelitian pendahuluan kepada sejumlah pengguna untuk mengetahui kebiasaan mereka yang berhubungan dengan tampilan, serta aplikasi-aplikasinya. Lalu dari situ, desain sistem tampilan yang baru dibuat dan dianalisis terhadap kemungkinan kontras, warna, dan bisa/tidaknya diterima pengguna.
Walaupun demikian, terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam paper dan penelitian ini. Di dalam paper halaman 3 dikatakan bahwa trace program bervariasi dari 9 jam s.d. 346 jam, sedangkan penelitiannya dilakukan sampai 14 hari yang jika diasumsikan 1 hari dipakai 24 jam maka hasilnya 14x24 = 336 jam. Tentu saja, hal ini cukup membingungkan, apakah ada yang terlewat dibaca ataukah 346 jam yang tertulis itu seharusnya 336 jam? Selain itu, pengguna-pengguna yang menjadi responden untuk penelitian mereka terlalu sedikit (khawatir tidak terlalu acak) dan tidak disebutkan ciri-ciri yang lebih banyak yang mungkin bisa mempengaruhi penggunaan dalam hal tampilan. Bukan hanya itu, jendela aktif yang menjadi fokus mereka pun tidak dijelaskan bentuknya, apakah selalu kotak atau mungkin saja sudah termasuk bentuk-bentuk yang unik (misalnya lingkaran) sehingga bisa membuat hasil penelitiannya lebih akurat. Selain bentuk, banyak jendela aktif yang diperhitungkan juga hanya satu, bagaimana jika pengguna ingin membandingkan perbedaan isi dua/lebih tulisan/gambar dengan membuka beberapa jendela. Hal ini pun belum dibahas dan belum juga termasuk dalam pekerjaan/penelitian lanjutan.
Walaupun merupakan paper pertama dengan segala kekurangannya yang membahas hemat energi dari tampilan dengan sudut pandang mereka, paper ini mungkin berhasil menginspirasi produsen-produsen perangkat mobile saat ini untuk menerapkan penghematan energi dengan cara yang mirip seperti (dan tentunya sudah lebih baik dibanding) yang diajukan di paper. Saat ini pun, manfaatnya telah dirasakan seperti pilihan-pilihan otomatis pada laptop yang digunakan untuk mengetik pembahasan ini yang bergantung pada sumber (AC/DC) dan jenis aplikasi yang sedang dijalankan yang menjadi fokus (misal presentasi, game, musik, dsb) yang dapat menghemat energi baterai hingga dua kali lipat.
Judul paper:
Battery-Free Wireless Identification and Sensing
Penulis paper membahas mengenai cara mengidentifikasi dan sensing dengan sensor untuk kemudian dikirim datanya ke pembaca secara nirkabel dengan sensornya tanpa baterai. Sensor-sensor dapat diletakkan pada setiap obyek atau orang yang menjadi fokus untuk diamati. Namun, sensor-sensor itu mempunyai daya jangkau beberapa meter saja sehingga hanya dapat digunakan dalam ruangan; itu pun dengan catatan ruangannya bebas logam dan medan magnetik. Percobaan yang dibahas di paper adalah sensor akselerometer. Untuk membedakan antara nilai postif, negatif, atau obyeknya tidak ada dalam jangkauan, mereka menggunakan dua buah ID.
Terlepas dari kegunaannya, paper ini tidak membahas secara spesifik bagaimana sensor buatan mereka bisa tanpa baterai. Walaupun diberikan referensi mengenai sensor sejenis yang tanpa baterai, hal itu tentu belum cukup karena sensor buatan mereka apalagi dalam percobaannya yang menggunakan dua buah chip bisa bekerja tanpa baterai (apalagi jika bekerja dalam ruang tertutup). Hal ini cukup mengganggu karena judul papernya yang menyatakan bebas baterai, tetapi pembahasannya tidak ada. Selain itu, dalam paper ini terdapat beberapa tulisan besar yang memotong tulisan pembahasan sehingga sangat mengganggu. Gaya penulisannya pun terkadang kurang menyambung dan gambar yang tersedia kurang memadai sehingga cukup sulit dipahami.
Walaupun terdapat beberapa kekurangan, paper ini telah berupaya juga membahas produk tersebut berikut biayanya yang dibutuhkan. Dengan demikian aspek ekonomi produk ini juga ikut dibahas sehingga pembaca dapat mengetahui seberapa besar biaya yang dikeluarkan jika ingin membuat ruangan yang bersensor (apalagi banyak sensor).
No comments:
Post a Comment