[category TDJarkom2009]
[title Ananda Budi Prasetya (0906593435) - noble97, flinn99]
Agile Application-Aware Adaptation for Mobility by Brian D.Noble
Komentar
Menurut paper ini Application-aware adaptation adalah suatu kerjasama yang kolaboratif antara sistem operasi dan aplikasi yang berjalan diatasnya untuk melakukan adaptasi terhadap berbagai perubahan resource / sumber daya sepeti bandwidth, CPU Cycles, energi baterai, dan yang lainnya. Dalam paper dijelaskan bahwa eksperimen dan evaluasi dilakukan dengan menggunakan Odyssey yang merupakan sebuah prototipe sistem operasi yang mengimplementasikan pendekatan ini.
Odyssey memonitor resources seperti bandwidth, CPU cycles, dan energi baterai, dan berinteraksi dengan setiap aplikasi. Sebagai contoh, ketika konektivitas high-bandwidth hilang, Odyssey akan mendeteksi perubahan dan memberitahukan aplikasi yang berjalan diatasnya. Contohnya seperti, aplikasi video bereaksi dengan men-skip frames, aplikasi web akan bereaksi dengan menunjukkan gambar yang lebih kecil. Ketika bandwidth sudah kembali seperti biasa, maka Odyssey akan memberitahu aplikasi-aplikasi tersebut untuk kembali berperilaku seperti semula. Pengguna mobile client tidak perlu tahu kondisi seperti ini, aplikasi lah yang akan bertindak sendiri mengatur perilakunya sendiri.
Paper ini dikeluarkan pada tahun 1997 oleh Noble. Saat ini (2009) hampir seluruh mobile device yang menggunakan sistem operasi apa saja, contohnya seperti Windows Mobile OS, Apple iPhone OS, Symbian OS, Palm OS, dan yang lainnya, sudah menerapkan pendekatan mirip seperti yang dijelaskan pada paper ini, yaitu Application Aware Adaptation.
Saya akan membahas isu Fidelity dan Concurrency yang terdapat pada paper ini, dan apa yang sudah dilakukan saat ini
- Fidelity
Kita sebut saja keabsahan data, atau kesesuaian data pada mobile client terhadap referensi datanya di server. Isu ini berkaitan dengan sumber daya network bandwidth. Trade-off yang harus dilakukan oleh pengguna antara performa dan data yang diterima tergantung dari network bandwidth.
- Concurrency
Saat ini semua OS Mobile sudah menerapkan hal ini, dimana pada saat bandwidth cukup rendah, maka aplikasi, kita ambil contoh aplikasi video streaming akan menyesuaikan dengan memotong frame dan kualitas video akan menjadi semakin rendah. Tetapi yang menarik dari isu ini apabila ditinjau dari aspek psikologis pengguna, saat ini banyak pengguna mobile yang tidak mau melakukan trade-off antara performa dan data seperti ini. Kita ambil contoh, banyak pengguna mobile yang rela menunggu video streaming yang sempurna walaupun bandwidth yang mereka dapatkan sangat rendah. Oleh karena itu, banyak perusahaan pembuat aplikasi mobile device yang erat hubungannya dengan konektivitas mobile client dengan internet, memberikan pilihan terhadap pengguna, apakah data yang diambil dari server cukup dengan data yang kecil yang hanya cukup merepresentasikan data referensi pada server, ataukah dengan data yang asli.
Contohnya seperti aplikasi Opera Mini, sebuah web browser mobile, menyediakan berbagai pilihan, apakah kita mau menampilkan halaman web sesuai dengan yang ada di server, atau halaman web yang kita tampilkan akan disesuaikan dengan tampilan mobile (gambar yang kecil yang cukup merepresantasikan, dan sebagainya ).
Saat ini malah, setelah kemunculan berbagai smart phone seperti iPhone, Android, Windows Mobile, hal ini tidak menjadi suatu perhatian yang cukup besar, karena akses terhadap internet pada smartphone tersebut sudah sama seperti pada PC ataupun laptop. Contohnya halaman Web yang di load sama seperti kita me-load halaman tersebut pada PC / laptop, Video streaming yang diload juga sama seperti pada di PC / Laptop.
Apakah isu Fidelity / keabsahan data pada mobile client saat ini tetap menjadi suatu isu yang penting ?
Aplikasi yang berjalan secara bersamaan pada sebuah mobile device. Sistem operasi mobile harus dapat memonitor berbagai sumber daya seperti cpu cycles, bandwidth, disk cache, energi baterai dan yang lainnya untuk mengatur aplikasi-aplikasi yang berjalan secara bersamaan.
Berbagai mobile OS saat ini seperti Windows Mobile OS dan Symbian OS sudah mendukung aplikasi yang berjalan secara bersamaan. Masing-masing OS tersebut sudah memiliki sistem monitor dan pengaturan sumber daya terhadap aplikasi-aplikasi tersebut. Aplikasi yang sedang diaktifkan saat itu memiliki prioritas terhadap penggunaan sumber daya yang lebih besar daripada aplikasi yang berjalan diatas background.
Yang menarik dari isu ini adalah, disaat seluruh mobile OS sudah menerapkan teknologi aplikasi yang berjalan secara bersamaan (concurrent application), iPhone OS tidak menerapkan teknologi ini. Menurut saya iPhone OS tidak menerapkan teknologi ini untuk menghemat penggunaan energi baterai yang belebihan, karena jika ada aplikasi yang berjalan di background maka mobile device harus menyimpan state terakhir yang notabene akan menghabiskan source terutama memory dan energi baterai. Saat ini banyak aplikasi pada iPhone yang menyesuaikan dengan menyimpan state terakhir pada aplikasinya dan tidak pada sistem operasinya, misalkan kita sedang menjalankan aplikasi, kemudian saat aplikasi tersebut sedang berjalan kita keluar ke home screen maka aplikasi tersebut akan keluar dan tidak ada thread dari aplikasi yang berjalan di background, tetapi apabila kita menjalankan aplikasi tersebut lagi, maka aplikasi tersebut akan melanjutkan pekejaan kita dari state yang terakhir kita lakukan.
Tentunya ini adalah proses adaptasi baru yang dilakukan aplikasi terhadap sistem operasi, khususnya iPhone OS.
Energy-Aware Adaptation for Mobile Application by Jason Flinn
Komentar:
Paper kaya Flinn99, menunjukkan bahwa sebuah hubungan yang saling berkolaborasi antara sistem operasi dan aplikasi yang terdapat diatasnya dapat digunakan untuk memenuhi Goal yang sesuai dengan keinginan pengguna terhadap durasi baterai sebuah mobile device. Pertama paper ini menunjukkan bagaimana sebuah aplikasi secara dinamis memodifikasi perilaku mereka untuk menghemat energi.
Kemudian menunjukkan bagaimana sebuah sistem operasi yang menggunakan Linux dapat memandu adaptasi seperti ini untuk menyesuaikan umur baterai sesuai dengan yang diinginkan. Dengan memonitor ketersediaan dan permintaan baterai, sistem operasi harus mampu memilih antara energy conservation dan kualitas aplikasi. Evaluasi dari paper ini menunjukkan perilaku seperti ini dapat memperpanjang umur baterai sampai dengan 30 persen.
Saat ini hampir semua mobile device memiliki pengaturan / manajemen sumber daya energinya. Mekanisme adaptasi otomatis yang dilakukan terhadap pemanfaatan enegi baterai secara maksimal lebih kearah user-specified (ditentukan oleh user).
Mungkin dapat kita ambil contoh sederhana, pada Apple OS X ataupun iPhone OS, dimana pengguna dapat mengatur manajemen sumber daya nya, khususnya untuk optimalisasi pemanfaatan energi baterai. Pada sistem operasi tersebut, setelah kita melakukan pengaturan pemanfaatan sumber daya baterai, secara otomatis sistem operasi akan menerapkan hasil pengaturan tersebut. Pengaturan tersebut dilakukan dengan:
- Mengatur tingkat processing power / kekuatan komputasi dari mobile device tersebut, apakah kita membutuhkan kekuatan komputasi yang tinggi yang akan lebih memboroskan baterai, atau kekuatan komputasi diturunkan agar baterai lebih hemat.
- Pengaturan lain adalah kita dapat mengeset display kita agar secara otomatis menurunkan tingkat brightness, seperti yang kita ketahui tingkat brightness yang tinggi akan memboroskan penggunaan baterai. Sehingga pada saat mobile device kita idle / tidak melakukan proses, maka display akan meredup, dan apabila tidak digunakan dalam waktu yang lama device tersebut akan masuk ke dalam state sleep.
- Mekanisme auto-sleep apabila mobile device tidak melakukan komputasi atau kita sebut sedang berada pada state idle
Dengan adanya mekanisme-mekanisme tersebut dalam penghematan energi baterai, diharapkan penggunaan baterai secara optimal dapat dicapai dalam penggunaan mobile device. Saat ini memang pemanfaatan energi baterai pada mobile device masih menjadi suatu isu yang hangat. Apalagi saat ini sudah banyak mobile device yang memiliki fungsi seperti komputer, yang dapat kita sebut sebagai smartphone atau komputer portable, yang pastinya membutuhkan energi yang sangat besar jika dibandingkan dengan mobile device sederhana.
--
Ananda Budi Prasetya
0906593435
Faculty of Computer Science University of Indonesia
phone: +62813-155-85791
e-mail:ananda.budi.p[at]gmail.com
No comments:
Post a Comment