Wednesday, November 18, 2009

[TDJarkom2009][Sesi4][ 0906503793-I Made Agus Setiawan] tolia07,satya07

[category TDJarkom2009]

[title I Made Agus Setiawan(0906503793) - tolia07,satya07]

-------------------------------------------------------------

[tolia07]  Improving Mobile Database Access Over Wide-Area Networks Without Degrading Consistency

Comment :

Pada paper ini, Tolia et. al.  Membahas mengenai Sistem Cedar, yaitu suatu sistem yang memungkinkan akses terhadap remote database secara mobile dengan kinerja yang baik meskipun berada dalam jaringan dengan bandwidth yang sangat kecil dimana hal ini terhadi tanpa harus menurunkan tingkat konsistensinya. Sistem Cedar ini memanfaatkan media penyimpan dan kemampuan pemrosesan dari mobile client sebagai kompensasi dari lemahnya tingkat konektifitas terhadap jaringan/server.

Secara sederhana, Sistem Cedar membuat replikasi database master pada device client baik secara full maupun partial, sehingga ketika berada pada kondisi fast connection, akses DB dilakukan langsung ke master copy, sedangkan ketika pada kondisi slow connection, akses DB dilakukan ke client replica yang diverifikasi kemudian ke master copy dengan mekanisme Content Addressing Storage (CAS) untuk mendapatkan hasil yang sahih.

Beberapa point yang bisa dicatat berkaitan dengan Sistem Cedar ini adalah :

1.      Bagaimana jika ternyata koneksi turun drastis sehingga terputus, apakah ada mekanisme connection recovery? Atau apakah ada parameter connection timeout? Hal ini belum diulas dengan jelas.

2.      Bagaimana jika koneksi benar-benar terputus? Apakah ini berarti sama dengan tidak bisa bekerja dengan DB tsb, meskipun bisa dengan client replica, dengan hasil data sementara yang tidak sahih, tapi tidak memungkinkan untuk verifikasi dengan CAS.

3.      Berkaitan dengan masalah security, seberapa luas penggunaan sistem ini, apakah publik atau terbatas pada suatu organisasi saja? karena dengan melakukan replikasi DB, full maupun parsial, akan dapat memberikan informasi struktur dari DB yang mana mungkin akan menjadi masalah yang riskan.

4.      Begitu juga dengan masalah privacy, bagaimana jika device yang dipakai itu hilang / dicuri?  data-data rahasia yang mungkin ada di replica DB mungkin saja diambil.

5.      Dengan menggunakan arsitektur yang transparant (proxy based transparency) membuat sistem ini secara teknis lebih fleksibel untuk diterapkan pada berbagai aplikasi dengan berbagai platform database yang berbeda-beda tanpa adanya ketergantungan satu dengan yang lainnya terkecuali hanya dengan drivernya saja.

6.      Dengan sifat yang transparant diatas juga dapat memberikan kemudahan kepada pengguna karena tidak harus melakukan interfensi/konfigurasi setiap interaksi dilakukan, bahkan pengguna mungkin tidak menyadari akan kehadiran dari sistem ini, pervasiveness environtment.

7.      Dalam mengambil keputusan untuk memanfaatkan sistem ini harus menyadari akan asumsi-asumsi yang telah dibuat sebelumnya, sehingga ketika client menghadapi sesuatu yang tidak diharapkan, maka hal itu merupakan tradeoff  yang harus diterima, seperti asumsi minimal harus terhubung ke jaringan meskipun itu lemah, kemudian tidak ditargetkan kearah lingkungan dimana akses database dibutuhkan tetapi tidak ada akses ke jaringan.

  

[satya07] Pervasive Personal Computing in an Internet Suspend/Resume System

Comment :

Pada paper ini, Satyanarayanan et.al. mengulas mengenai pendekatan baru  pada mobile computing yaitu Internet Suspend/Resume Model (ISR) dimana berusaha mengemulasi kemampuan Suspend-Resume pada komputer Laptop, dimana kita bisa menghentikan aktifitas kita, kemudian melanjutkan lagi ditempat lain, namun dalam hal laptop ini, masih pada device yang sama. Sedangkan pada ISR , suspend pada satu waktu di device tertentu, kemudian resume diwaktu yang lain dengan device yang lain juga.

Konsep dari ISR yang ditawarkan ini  secara sederhana adalah daripada kita membawa device/hardware komputer kemana-mana secara mobile, berat juga, akan lebih baik jika kita memanfaatkan hardware sementara waktu yang ada di berbagai tempat yang disediakan, dengan pemikiran bahwa hardware komputer bersifat  ubiquitous resource, dimana terdapat suatu server yang mengatur kustomisasi dan status dari pengguna.

Beberapa point yang bisa dicatat berkaitan dengan ISR ini adalah :

1.      Bagaimana sistem ini dapat menyediakan lingkungan kerja komputer personal secara lebih efisien pada saat dibutuhkan?

2.      Sistem ISR menggunakan koneksi internet untuk komunikasi  data client-ISR server. Bagaimana caranya agar perilaku aneh dari internet (mis. kecepatan yang tidak stabil) dapat diminimalkan sehingga penggunaan sistem ini dapat menyerupai penggunaan laptop, tidak diganggu oleh perubahan rate transfer data karena bersifat lokal, sehingga pengguna merasa nyaman

3.      Bagaimana dengan tingkat kepercayaan pengguna terhadap device yang bukan miliknya? Apalagi kalau digunakan untuk mengakses informasi yang sangat sensitif, seperti e-Banking, e-Commerce Transaction? Bagaimana dengan Keyboard sniffing? Sistem ini harus dapat menjamin tingkat keamanan-nya agar berhasil dalam penerapannya.

4.      Bagaimana lingkungan minimal agar ISR ini dapat berjalan dengan baik? Hal ini belum diulas dengan jelas.

5.      Jika diterapkan di skala yang lebih luas, maka keseragaman/standarisasi /sertifikasi pelayanan sangat penting untuk dilakukan, karena menyangkut koneksi internet,  kemampuan hardware, keamanan, privacy dll.

6.      Karena menggunakan fasilitas publik, maka mungkin saja aplikasi yang biasa dipakai di laptop tidak terdapat di profile pengguna, meskipun toh terdapat application server, berarti membutuhkan bandwidth yang cukup besar agar bisa diload di client.

7.      Bagaimana sistem failure recovery seandainya koneksi internet terputus? Bagaimana kemudian menyimpan profile pengguna terakhir? Keselamatan data? Perlu diulas lebih jelas.

8.      Karena menggunakan fasilitas yang bukan miliknya, meskipun bersifat ubiquotous, mungkin saja tempat-tempat publik seperti coffee shop malah membebankan biaya sewa terhadap penggunaan hardware tersebut, dan pengguna lebih memilih menggunakan barang miliknya sendiri, dimana pada akhirnya menggagalkan esensi dari ISR.  Namun misalkan jika penggunaannya dibebaskan dari biaya, (di airport, company, university), kadangkala jumlah hardware yang ada terbatas sedangkan peminat dari pengguna tsb banyak.



 

I Made Agus Setiawan
---------------------------------

No comments:

Post a Comment