[title Rudi Airlangga (0806444676) - Balasubramaniam04, Heidemann01]
Vertical Handover Supporting Pervasive Computing in Future Wireless
Networks [Balasubramaniam04]
Paper ini memaparkan bagaimana konsep perpindahan dari 1 network ke
network yang lain, dengan berbagai macam rule dan QoS (Quality of
Service) dari masing-masing network sebagai aturan perpindahan.
Network tersebut wireless, Ethernet LAN, dan GSM/USMT dapat berpindah
dengan menggunakan mekanisme proxy-proxy. Yang menarik adalah
implementasi proxy-proxy ini, proxy correspondent host berlaku sebagai
host proxy transparan bagi aplikasi yang mengatur proxy dari tiap
network dan melakukan perpindahan ke network yg available dengan QoS
paling tinggi, apabila network yg sedang berjalan putus atau dibawah
QoS network tersebut tanpa campur tangan user.
Mekanisme perpindahan dengan vertical handover ini sangat menarik,
Karna menggunakan QoS dan Availability sebagai parameter, namun lebih
bagus lagi apabila terdapat beberapa parameter, seperti proxy/network
priority (berdasarkan kecepatan atau biaya) yang nantinya 3 parameter
tersebut dimasukkan kedalam fuzzy logic box untuk memilih
proxy/network mana yang paling cepat, LAN dan Wireless bandwith dan
latency jauh lebih baik jika dibandingkan dengan GSM/USMT.
Akan tetapi bagaimana bila semua available network dipergunakan
untuk kepentingan aplikasi (atau banyak aplikasi), didalam Proxy CH
tersebut transparan cukup membuat thread-thread minimal sejumlah
proxy/network yang ada dan akan bekerja seperti load balance. Jika ada
3 network yang tersedia, pergunakan saja semua. Dengan sedikit analisa
kecepatan masing2 proxy/network yang akan selalu di update pada
masing-masing proxy, proxy CH membuat profile reliability dan
availability dari masing2 proxy/network sehingga secara otomatis
memberikan beban yang seimbang dengan profile masing-masing
proxy/network. Hal ini tentunya lebih menjamin aspek pervasive
computing, karena aplikasi menganggap hanya ada 1 network. Ketika
semua network tidak available barulah aplikasi tidak dapat berjalan.
Selain itu user dapat menggunakan dynamic profile dengan memasukkan
priority network (prefered network) berdasarkan biaya dan kecepatan.
Building Efficient Wireless Sensor Networks with Low-Level Naming [Heidemann01]
Sebuah program Name Server selama ini dibuat dengan konsep bandwith
selalu jauh lebih tinggi dari computing power, dan Energy yang ada
tanpa batas (selalu ada), yang menyebabkan paradigma 'naming' IP
address membutuhkan banyak energi dan bandwith. Paper ini mencoba
mengatasi hal tersebut dengan melakukan penyederhanaan mekanisme
'naming' tersebut sehingga berpola sebaliknya yaitu hemat energi dan
bandwith dengan menggunakan sedikit lebih banyak komputasi, komputasi
saat ini sudah sangat cepat dan tidak dapat lagi dibandingkan dengan
bandwith. Ada beberapa cara yang dikemukakan dalam paper ini seperti
menggunakan attribute-based naming yang akan mempercepat dengan tidak
lagi memproses binding dan discovery, kemudian In-network processing
yang mempercepat dengan tidak lagi memproses aggregation dan nested
queries. Dalam paper ini data naming direpresentasikan sebagai Tuples
dari attribute value, yang mana data tersebut akan di proses kedalam 3
cara yaitu : Directed Difusion, Atrribute Matching Rules, dan
Filtering. Masing-masing dari cara tersebut menggunakan Wireless
Sensor Nerwork.
Mekanisme naming baru ini cukup menarik, karena menggunakan
paradigma dan data yang berbeda dari standard naming yang sekarang
sudah mature. Sebenarnya standard naming yang ada sekarang cukup
cepat, sudah tersebar secara geografis, sudah dipakai cukup lama,
namun apabila terdapat yang lebih cepat dan lebih hemat, mengapa tidak
? Data dan proses pencarian dibuat sedemikian sehingga dapat melakukan
penghematan dari sisi energi dan bandwith, sekitar 40% reduction klaim
dari paper ini. Penghematan ini cukup bagus, namun kurang 'wah' karena
metoda paradigma baru akan dilirik untuk di adopsi setidaknya diatas
70% peningkatan dari yang ada sekarang. Dengan perbaikan-perbaikan dan
optimasi diharapkan adanya peningkatan sampai 70% (hampir 200%
penghematan).
No comments:
Post a Comment