[title Ananda Budi Prasetya(0906593435) - haartsen00, ribeiro05]
Bringing Wireless Access to the Automobile: A Comparison of Wi-Fi, WiMax, MBWA, and 3G (Connie Ribeiro)
Paper ini menjelaskan perbandingan dari teknologi wireless Wi-Fi (IEEE 802.11), WiMax (IEEE 802.16), MBWA (IEEE 802.20), dan 3G (ITU), yang dievaluasi berdasarkan performance, coverage idea, reliability, security and mobility terhadap wireless vehicular network. Wireless vehicular network yang dimaksud dalam paper ini adalah koneksi wireless yang terhubung ke jaringan di dalam kendaraan yang berjalan dengan kecepatan lebih dari 80 MPH.
Komentar
Setelah saya membaca mengenai paper mengenai perbandingan teknologi-teknologi wireless ini, saya tertarik dengan WiMax (IEEE 802.16e).
Pada paper ini dijelaskan bahwa teknologi dasar dari WiMax ini sama seperti Wi-Fi yang kita ketahui. Perbedaan yang membedakan antara WiMax dan Wi-Fi adalah:
- Coverage Area
- WiMax lebih dioptimalisasikan untuk penggunaan di luar, sedangkan Wi-Fi hanya dioptimalisasikan untuk digunakan di lokal area saja.
- Users
- Dari segi pengguna, Wi-Fi base station tidak dapat menampung pengguna yang terlalu banyak, sedangkan WiMax memang didesain sedemikian rupa untuk mendukung banyak pengguna sekaligus
Dari sisi performance dapat kita lihat WiMax memiliki bandwidth 70 Mbps / 14 MHz, dengan latency sebesar 25-40 ms dan Max Bit Rate 100 Mbps. Sedangkan coverage area dapat mencapai 30 miles, dengan tingkat mobilitas < 75 - 93 mph.
Pada paper ini dibahas bahwa WiMax bisa dijadikan teknologi tambahan dari 3G. 3G sebagai mana yang kita ketahui dibangun diatas jaringan komunikasi, dimana pada awalnya memang diperuntukkan untuk suara dan ditambahi agar bisa membawa data juga. Dengan bertambahnya pengguna jaringan komunikasi, kemungkinan kebutuhan jaringan untuk suara menjadi lebih besar dan tidak akan cukup untuk transfer data, maka industri komunikasi saat ini mulai melihat WiMax khusus untuk transfer data dan membiarkan 3G sebagai jaringan komunikasi yang membawa suara.
Selain sebagai tambahan bagi provider jaringan komunikasi, WiMax saat ini juga menjadi suatu ancaman yang sangat besar bagi teknologi jaringan telekomunikasi 3G, karena WiMax juga dapat juga membawa suara melalui jaringan internet selain data. Apabila WiMax sudah berkembang dan sudah dapat diterapkan dalam suatu lokasi, bisa saja jaringan 3G tidak dipergunakan orang lagi, karena jika dilihat dari kecepatan transfer data dan suara lebih cepat daripada 3G. Dalam paper dikatakan, WiMax memiliki kemampuan broadband & distance, dan kemampuan untuk membawa suara secara efektif dengan Quality of Service yang lebih baik jika dibandingkan dengan 3G.
Saat ini WiMax sudah mulai diterapkan di berbagai negara maju, untuk saing berkomunikasi melalui suara ataupun data. Akan tetapi,berdasarkan studi literatur, WiMax saat ini belum diperbolehkan masuk ke Indonesia, karena jika WiMax masuk kemungkinan provider jaringan telekomunikasi di Indonesia akan hancur dan itu tentu akan berdampak besar bagi perekonomian Indonesia. Seperti yang kita ketahui bersama, pasar jaringan telekomunikasi di Indonesia masih baru menerapkan 3G sebagai teknologi wireless.
The Bluetooth™ Radio System (Jaap C. Haartsen)
Bluetooth™, teknologi wireless radio system yang menggunakan prinsip Ad Hoc Radio Connectivity. Bluetooth™ menghilangkan kebutuhan kabel, ataupun konektor dalam bentuk fisik lainnya, dan menggantikannya dengan wireless link seperti yang kita lihat saat ini pada mobile phones, pda, modem, headset, dan berbagai portable devices lainnya untuk saling terkoneksi / terhubung.
Paper ini membahas mengenai apa itu Bluetooth™, dan desain arsitektur di balik teknologi tersebut, serta trade off yang kita hadapi dengan adanya teknologi Bluetooth™ tersebut.
Bluetooth™ memiliki beberapa keuntungan seperti
- Low power
- Hanya mengkonsumsi power yang kecil, sehingga cocok untuk diterapkan pada mobile / portable devices. Hanya membutuhkan baterai untuk mengoperasikannya
- Small sized
- Ukuran yang sangat kecil, sehingga dapat diterapkan pada alat2 portable
- Low cost radio units
- Bluetooth menggunakan FH-CDMA yang membatasi bandwidth sebesar 1 MHz sehingga data rate dibatasi pada angka 1 MB/s. Hal ini menyebabkan Implementasi radio units untuk bluetooth jauh lebih rendah.
Komentar
Dari paper Haartsen yang telah dibaca, saya dapat menyimpulkan beberapa keuntungan dan kerugian dari adanya teknologi Bluetooth™. Walaupun ada beberapa point yang telah disebutkan, akan tetapi masih banyak terdapat keuntungan dan kerugian dari teknologi Bluetooth™ yang tidak disebutkan dalam paper ini.
Bluetooth™ juga memiliki beberapa keuntungan seperti:
- Jangkauan luas:
- Bluetooth memiliki jangkauan yang luas (kurang lebih 100 meter) untuk teknologi short range wireless
- Kemudahan dalam penggunaan
- Kemudahan dalam penggunaan bluetooth itu sendiri, menjadi suatu keuntungan. Saat ini bluetooth telah menjadi suatu yang sangat populer, karena orang yang tidak mengerti inti dari Bluetooth tersebut pun dapat menjalankan bluetooth karena kemudahan yang ditawarkannya
- Free of Charge
- kita dapat menggunakan teknologi Bluetooth™ dengan bebas / tidak berbayar.
Bluetooth™ juga memiliki beberapa kerugian seperti:
- Data rates:
- Data rate yang dibatasi menjadi suatu issue tersendiri. Bluetooth membatasi data rate sebesar 1 MB/s, hal ini menjadi masalah jika kita harus menstransfer data yang cukup besar. Jika dibandingkan dengan kompetitor terdekatnya yaitu infrared, memiliki data rate 4 MB/s.
- Security:
- angkauan dan radio frekuensi yang besar, menyebabkan bluetooth rentan terhadap interception dan serangan. .
SECURITY ISSUE
Dalam paper ini saya tertarik terhadap issue security yang terdapat dalam Bluetooth, seperti yang kita ketahui, untuk short wireless ad hoc connectivity antara portable devices, Bluetooth™ memiliki jangkauan yang sangat luas (bisa mencapai 100 meter) dan menggunakan frekuensi radio yang besar (2450 MHz band) dan bekerja dalam frekuensi ISM (Industrial, Scientific, and Medical). Menurut paper yang diberikan, komponen-komponen dasar dari security pada umumnya telah diterapkan pada Bluetooth™ untuk mencegah serangan-serangan yang terjadi dalam konektifitas, seperti eavesdropping, intercept message, unauthorized usage, dan yang lainnya. Contoh prosedur yang kita ketahui, prosedur keamanan seperti Pass Key yang kita ketahui pada Bluetooth™ untuk melakukan pair communication antara 2 portable device.
Menurut berbagai sumber yang saya baca dan analisis, celah - celah keamanan dari Bluetooth™ tersebut dapat terjadi karena:
- Kesalahan dalam pembuatan RFCOMM services.
Bluetooth dapat diserang melalui transport layer. Implementasi yang salah dari RFCOMM Service tersebut dapat menyebabkan celah keaman ini. Dan kebanyakan industri banyak yang salah dalam implementasi RFCOMM ini, sehingga celah keamanan dapat ditemukan. Sumber: Pentest Security Assurance: Mark Rowe, Tim Hurman
- Anggapan bahwa Bluetooth™ itu aman
- Bluetooth™ selalu membutuhkan pairing untuk mengkoneksikan 2 portable device
- Tidak selalu, karena layanan yang mudah diserang tidak ada proses pairing. Misalkan kita terhubung dengan device lain yang dapat membobol keamanan kita, tidak ada pairing dan device tersebut langsung mencuri data ataupun yang lainnya melalui Bluetooth™ terhadap device kita.
- Fitur keamanan Non-Discoverable dari Bluetooth™ dapat menyelamatkan kita dari gangguan keamanan
- Anggapan yang salah, sebenarnya fitur ini hanya mempersulit orang yang akan menyerang. Device yang menggukanan fitur non-discoverable biasanya memiliki tingkat keamanan yang lebih rendah & masih memiliki kemungkinan untuk tetap diserang
- Kurangnya pengetahuan dalam Bluetooth security protocols
- Aman, karena menggunakan enkripsi data yang di transfer
- enkripsi data hanya aktif apabila kita memintanya untuk mengenkripsi data
- Dalam melakukan pairing, kita membutuhkan pass key
- Fitur ini hanya aktif jika kita memintanya untuk menanyakan pass key sebelum melakukan pairing.
- Ketidaktahuan pengguna terhadap protokol keamanan dari Bluetooth™ dapat menyebabkan serangan / ancaman yang tidak diinginkan terhadap data / informasi pribadi kita.
Hal - hal yang mungkin dilakukan dalam serangan / ancaman terhadap konektifitas Bluetooth
- Pencurian terhadapa data / informasi pribadi atau informasi rahasia perusahaan
- Device Denial of Service
- Pencurian Identitas Personal, seperti data-data kontak, nomor-nomor kartu kredit yang disimpan di dalam portable device (e-wallet) dan yang lainnya
- Melacak seseorang
- Spamming
Dan masih banyak hal-hal yang mungkin dilakukan terhadap serangan / ancaman terhadap Bluetooth™.
--
Ananda Budi Prasetya
0906593435
Faculty of Computer Science University of Indonesia
phone: +62813-155-85791
e-mail:ananda.budi.p[at]gmail.com
No comments:
Post a Comment