Wednesday, November 25, 2009

[TDJarkom2009][Sesi6][0906593265-Riza Azmi] Nemmaluri08, Stiefmeier08

[category TDJarkom2009]

[title Riza Azmi (09065932651) - Nemmaluri08, Stiefmeier08]

"Sherlock: Automatically Locating Objects for Humans"

Ide dasar dalam paper ini adalah untuk mengidentifikasi objek dalam range tertentu. Perumpamaannya seperti mencari keyword di googlemaps, dimana kita ingin menemukan suatu jalan karena tersesat. Paper ini juga dimotivasi oleh keterbatasan otak manusia dalam menyimpan memory, terutama jika tidak konsentrasi atau terlupa, misalnya terkadang kita terlupa untuk menaruh barang-barang penting milik kita, sehingga sering kita disibukkan mencarinya, misalnya dimana kacamata saya, dimana dompet saya, atau dimana kunci mobil saya diletakkan. Dengan adanya Sherlock, semua barang dapat diidentifikasi lokasinya dengan RFID (seperti halnya kisah detektif Sherlock yang selalu menyelesaikan kasus). Dengan adanya penempelan RFID dan barang diberikan ID yang spesifik, tentunya akan mudah bagi kita untuk mencarinya. Penggunaan RFID sendiri digunakan karena tagnya yang kecil dan ringan sehingga tidak mengganggu barang yang ada serta seperti pada paper sebelumnya RFID merupakan free-batery wireless censor.

Desain dari Sherlock sendiri dengan menentukan lokasi, yang dapat dilakukan dengan 2 RFID reader, interface web (semacam google query), serta algoritma intersection dalam space 3D. Barang yang akan dicari, kemudian di query berdasarkan ID dari RFID dan lokasi diberitahukan berdasarkan algoritma 3D intersection.

Komentar terhadap paper ini, ide pada peper ini sebenarnya dalam skala besar, mirip seperti tracking posisi pada suatu lokasi di dalam wireless system dengan menggunakan intersection 2 atau 3 menara terdekatnya. Selain itu, ide paper ini mirip dengan tracking hewan pada ruangan terbuka. Saran selanjutnya, akan lebih bagus, jika sistem ini terintegrasi dengan wrishwatch seperti pada paper sebelumnya mengenai wristwatch computer, sehingga penggunaannya dalam membantu pencarian barang semakin pervasive.

"Wearable Activity Tracking in Car Manufacturing"

Dalam paper ini, dijelaskan tentang pemanfaatan wearable device sensor di dunia car manufacturing. Penggunaan wearable device sensor sendiri bertujuan untuk mengcapture aktivitas dalam pembuatan mobil. Langkah awal adalah melakukan training data yang dilakukan oleh expertise (senior) yang kemudian direkam datanya dan dilakukan analisis. Hal ini dilakukan selain untuk menunjang junior (karyawan baru) saat pelatihan teknis dilapangan serta teoritis dikelas. Setelah sistem mendapatkan training data kemudian wearable sensor dalam bentuk jaket digunakan oleh junior untuk mentrack gerak-gerik junior, sehingga jika ada kesalahan prosedur, akan ada warning dari system. Prosedur dalam pembuatan mobil sendiri merupakan sequence step yang harus diikuti satu demi satu. Dalam reportnya di paper ini, sistem berhasil mentrack aktifitas pengguna dan kemudian membuat anotasi dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh senior untuk di berikan kepada junior.

Komentar saya, penggunaan wearable sensor ini berguna dalam pembelajaran secara teknis dilapangan, karena selain bisa membuat anotasi-anotasi yang bisa diikuti oleh junior (karyawan baru) selanjutnya. Namun dalam hal ini, sistem secara tidak langsung seolah-olah mengawasi kegiatan karyawan baru, sehingga aktifitas tertentu bisa langsung dikenali.


--
(ಠ_ಠ) Riza Azmi;
/*Simple thing should be simple; complex thing should be possible*/

No comments:

Post a Comment