[category TDJarkom2009]
[title Ananda Budi Prasetya (0906593435) - hightower01,ward97]
Komentar:
Paper ini membahas mengenai location sensing system yang diterapkan di dalam mobile computing application agar menjadi suatu location-aware application. Location-aware application adalah suatu aplikasi yang secara otomatis dapat memetakan posisi orang, alat, ataupun hal lainnya yang bersifat nyata.
GPS (Global Positioning System) adalah contoh dari location sensing system yang saat ini sangat populer digunakan di dalam berbagai aplikasi yang bersifat location-aware. GPS dapat mendapatkan koordinat (latitude, longitude, altitude) suatu benda dan memberikannya kepada sistem sebagai penanda benda tersebut berada.
Paper ini membahas beberapa properti dari location sensing system:
- Physical Position & Symbolic Location
Physical position maksudnya adalah posisi altitude, longitude, dan latitude dari suatu benda. GPS biasanya memberikan informasi posisi ini sehingga dapat memetakan dimanakah kita sedang berada sekarang. Symbolic location mendeskripsikan lokasi suatu benda secara abstrak, misalkan apakah benda tersebut berada di dalam sebuah rumah di dekat ruang tamu, dsb. Location system sensing baik biasanya selain menyediakan physical position biasanya juga ditambahi dengan informasi dari symbolic location.
- Absolute vs. Relative
Absolute location system memberikan posisidan lokasi pasti dari suatu objek berdasarkan referensi objek yang tidak bergerak. Relative location system memberikan posisi dan lokasi dari suatu objek berdasarkan referensi objek yang bergerak, tidak berdasarkan referensi yang statis (mobile).
- Localized location computation
Masing-masing objek dapat mengkalkulasi posisi nya sendiri. Model ini dapat memberikan privacy kepada objek tersebut, dimana semua control ada pada objek tersebut, apakah dia mau membuka informasi mengenai objek tersebut atau tidak. Dapat kita contohkan dengan GPS yang tertanam di mobile devices atau perangkat lainnya. Kita dapat sepenuhnya mengontrol apakah lokasi dan posisi kita akan dibuka untuk umum atau tidak.
- Accuracy & Precision
Location system sensing harus dapat memberikan posisi dan lokasi secara tepat dan konsisten. Pada paper ini dikatakan semakin baik kualitas suatu GPS maka semakin akurat hasil yang akan diberikan
- Scale
Location sensing system harus dapat melokasikan dan memposisikan objek di seluruh dunia dan dimana saja, apakah itu di dalam kota, luar kota, di udara, dan tempat2 lainnya
- Recognition
Beberapa aplikasi yang mengimplementasikan location sensing system harus dapat mengenali atau mengklasifikasikan objek berdasarkan lokasi dan posisi objek tersebut
- Cost
Cost dari location sensing system, dapat kita lihat dari time cost (waktu yang diperlukan dalam mengimplementasikan dan instalasi dari location sensing system), space cost (tempat yang diperlukan dalam pembangunan infrastruktur pendukung location sensing system), dan capital cost (uang yang diperlukan dalam mengimplementasikan location sensing system).
- Limitations
Beberapa batasan seperti gelombang frekuensi radio yang saling interferensi dapat menyebabkan tidak dapat ditemukannya lokasi ataupun posisi dari objek tersebut. Misalkan pada paper ini dicontohkan dengan GPS, kita sedang berada di dalam gedung, dan banyak gelombang frekuensi radio yang terdapat di sekitar kita, posisi kita bisa tidak terdeteksi oleh GPS karena adanya interferensi gelombang radio lain sehingga mengacaukan perhitungan lokasi dan posisi, hal ini dapat diakali dengan menggunakan GPS repeaters yang dipasang di dalam gedung kantor tersebut.
Dari paper ini saya tertarik dengan GPS yang memiliki beberapa properti dari location sensing system; physical position, absolute location, localized location computation, memiliki akurasi yang 1-5 meters, terdapat banyak satelit GPS sehingga dapat memperbaiki tingkat akurasi, dan dapat digunakan dimana saja, apakah di kota, jalanan, hutan, gunung, dll. Saat ini (2009) mobile phone device yang termasuk kategori smartphone telah diperlengkapi dengan GPS, dimana pengguna tidak lagi harus membeli alat khusus lain yang mengimplementasikan GPS. Munculnya mobile phone device yang semakin banyak menggabungkan berbagai teknologi dikarenakan kecenderungan psikologis dari manusia yang ingin seluruh teknologi berada di dalam satu genggaman tangan, misalkan untuk menelfon, terkonek dengan Internet, mendengarkan musik, menonton film, bahkan sampai dengan dapat mengetahui posisi mereka dan dapat membantu mereka dalam menentukan arah (GPS).
Berdasarkan pembahasan saya pada paper sebelumnya [Gibbons03] yang membahas mengenai "An Architecture for a Worldwide Sensor Web" pada Sesi 6 mata kuliah TDJarkom, hal ini tentunya sangatlah berhubungan, dimana GPS receiver yang tertanam pada mobile phone, dapat dianggap sebagai sebuah sensor yang dapat memberikan input berupa informasi lokasi dimana device tersebut berada dan informasi tersebut dikirimkan ke dalam web server yang terdapat di dalam internet.
Dalam paper Gibbons03 tersebut saya membahas mengenai mobile phone device yang sekarang berfungsi sebagai worldweb sensor yang dapat mengetahui posisi device tersebut dan dapat menemukan informasi apa saja yang terdapat di sekeliling kita. Salah satu contoh aplikasi iPhone yang saya bahas pada tugas sebelumnya adalah FOYAGE, dimana kita dapat menemukan informasi apa saja yang terdapat disekeliling kita berdasarkan posisi dan lokasi kita pada saat itu. Kita dapat menemukan ATM, Mall / Plaza, Rumah Sakit, pom bensin dan hal-hal yang lainnya.
Prinsip kerja dari aplikasi ini adalah pada saat kita menjalan aplikasi tersebut, aplikasi tersebut akan mendeteksi lokasi dan posisi dari kita pada saat itu dengan menggunakan GPS receiver yang kemudian akan mengirimkan informasi lokasi dan posisi tersebut ke web server dari aplikasi yang bersangkutan. Saat informasi lokasi dan posisi tersebut diterima, web server akan memberikan response kepada aplikasi tadi untuk menunjukkan posisi kita pada map, dan mencari berbagai informasi yang terdapat di sekeliling kita dengan menggunakan radius pencarian berdasarkan database yang dimiliki web server tersebut. Kemudian setelah dilakukan pencarian, maka informasi-informasi fasilitas dan infrastruktur yang terdapat di sekeliling kita akan ditampilkan beserta posisi dan lokasinya yang juga dapat kita lihat pada peta.
Dengan adanya koneksi ke dalam jaringan dapat kita simpulkan bahwa GPS dapat berfungsi sebagai worldweb sensor yang berarti sensor yang membutuhkan koneksi pada jaringan Internet dan bersifat wide-area. Dan aplikasi yang menerapkannya dapat kita sebut sebagai location-aware application.
Menurut saya, dalam membuat suatu location-aware application membutuhkan penerapan dari beberapa cabang ilmu komputer:
- Untuk memetakan lokasi dan posisi, pengiriman lokasi ke web server di internet, membutuhkan cabang ilmu jaringan komputer
- Untuk processing data yang cepat dan akurat dalam mengembalikan informasi yang sesuai dengan kueri yang diminta oleh pengguna, berbagai proses indexing informasi yang masuk, membutuhkan cabang ilmu perolehan informasi
Dan sekarang ini, menurut saya yang dapat menjadi open problem adalah bagaimana cara menyatukan kedua cabang ilmu komputer tersebut agar dapat menghasilkan location-aware application yang menggunakan GPS agar dapat berfungsi jauh lebih baik.
A New Location Technique for The Active Office by Andy Ward, et. al. (1997)
Komentar:
Paper ini membahas mengenai sebuah sistem yang dapat secara otomatis mengubah fungsionalitas mereka berdasarkan observasi terhadap siapa / apa yang terdapat disekitar mereka. System ini menggunakan sensor network yang disebarkan di seluruh lingkungan kantor, kemudian computing devices dapat menyesuaikan dirinya secara otomatis tanpa ada campur tangan dari manusia berdasarkan lokasi, reaksi terhadap sekitar mereka, atapun sesuai dengan user yang menggunakan system tersebut. Aplikasi yang menerapkan system ini dapat kita sebut dengan context-aware application, secara otomatis dapat merubah perilaku mereka berdasarkan bagaimana atau dimana aplikasi tersebut akan digunakan.
Eksperimen yang dilakukan Ward menggunakan ORL ultrasonic location systems yang biasa digunakan untuk menggambarkan posisi sebuah robot. Transmitter dipasang pada setiap objek, dan receiver ditempatkan pada posisi yang tidak diketahui disekitarnya pada lingkungan tersebut. Jarak antara transmitter dan receiver akan dapat diketahui dari range sinyal yang tertangkap antara transmitter dan receiver tersebut.
Menurut saya, ada sedikit aspek yang perlu diperhatikan agar dapat mengimplementasikan sistem ini secara penuh, beberapa isu itu diantaranya adalah:
- Security & Privacy
Unsur keamanan dan privasi data dari seseorang harus menjadi sebuah concern yang diperhatikan. Karena sensor yang disebarkan di seluruh lingkungan kantor bukan tidak mungkin informasi pribadi dari seseorang tersebut akan dapat disadap dan dimanfaatkan untuk perbuatan yang tidak baik melalui sensor yang tersebar tersebut,.
- Stabilitas
Saya menyebutkan stabilitas dapat menjadi suatu isu yang perlu diperhatikan, seperti yang kita ketahui stabilitas konektifitas antar sensor tersebut sangat berpengaruh terhadap interferensi gelombang frekuensi radio. Apabila terdapat banyak interferensi bukannya tidak mungkin konektifitas antar sensor akan kacau dan dapat menyebabkan banyak efek seperti tidak terdeteksi nya lokasi objek tersebut.
--
Ananda Budi Prasetya
0906593435
Faculty of Computer Science University of Indonesia
phone: +62813-155-85791
e-mail:ananda.budi.p[at]gmail.com
No comments:
Post a Comment