Monday, November 16, 2009

[TDJarkom2009][Sesi3][0906593271-Uray Heri M.] Heidemann01,Balasubramaniam04

[category TDJarkom2009]
[title Uray Heri M. (0906593271) -Heidemann01,Balasubramaniam04]

Building Efficient Wireless Sensor Networks with Low-Level Naming(
Heidemann01)

Paper ini memberikan solusi alternatif untuk mengurangi coast yang ditimbulkan oleh proses maintinance central information pada proses changing comunication dan moving nodes dengan cara low –level naming berdasarkan application. Proses ini dilakukan dengan cara mengeliminasi overhead communication agar tidak terjadi duplikasi inisialisasi. Karena bersifat self-identifying, dimungkinkan aktifasi aplication-specific processing dalam network sehingga data terfilterisasi.

Komunikasi yang dilakukan mengacu pada tiga proses berikut, yaitu:

  1. Directed diffusion
  2. Matching rules
  3. Filters

Distribusi data diatur dengan pengkodean untuk mengaktifasi sensor berdasarkan interest yang terkandung dalam kapsulasi data tersebut. Filter dilakukan berdasarkan pada matching rules terhadap interest yang tertera pada data tersebut. Apabila matching rules terpenuhi maka sensor akan memicu aplikasi yang sesuai dengan interest data tersebut. Proses matching rules ini sedemikian rupa mengeliminasi duplikasi yang terjadi pada naming sehingga untuk satu data tidak mungkin akan terjadi duplikasi encoding. Low-level naming mereduksi lebih dari 42 % traffict dan 15 – 30% nested query.

Secara teknis,duplikasi encoding memang tidak akan mungkin terjadi sehingga komputasi lebih efektif namun duplikasi sensing terhadap interest yang terkandung dalam paket data akibat mungkin saja terjadi karena naming mengacu pada sensing application sehingga respon yang dihasilkan terhadap interest dapat memicu satu atau lebih aplikasi yang berbeda. Agar kondisi ini dapat dihindari, diperlukan micro-diffusion atau secondary key yang embedded dalam processor.

Vertical Handover Supporting Pervasive Computing in Future Wireless Networks (Balasubramaniam04)

Balasubramaniam,melalui papernya mencoba memaparkan kontribusi vertical handover in  wireless network pada  pervaisive computing. Context aware menjadi acuan terhadap proses handover pada heterogenous network berdasarkan context information. Tujuan utama dari proses handover ini adalah untuk menjaga QoS sehingga user mendapatkan conectivitas yang  handal by sistem tanpa perlu campur tangan user. Proses handover itu sendiri harus dilakukan dengan smooth sehingga tidak terjadi jitter yang dapat mengurangi QoS itu sendiri.

Context informatioan yang menjadi rujukan terdiri dari static profile yang menyimpan segala informasi yang konstan dan dynamic profile yang menyimpan segala perubahan informasi sebagai konsekwensi sistem yang context aware.

Ada beberapa rules yang harus dipenuhi untuk melakukan handover.. Pervasive computing memungkinkan proses ini terotomatisasi namun perlu diberikan constraint agar proses handover ini adaptable. QoS yang dimaksud disini tidak hanya mengacu pada kualitas network namun juga harus memperhatikan pengaruhnya terhadap aplikasi yang sedang bekerja dengan kata lain proses handover ini harus application-based. Sebagai contoh, pada proses streaming, mobile computing yang dilengkapi dengan pervasive computing akan mendeteksi berbagai network yang tersedia (e.g. bluetooth LAN dll). Disini perlu diberikan batasan bahwa network yang baru tersebut  juga harus mampu memberikan fasilitas streaming yang memadai walaupun kualitas sinyalnya lebih baik sehingga streaming tetap bisa dilakukan tanpa mengalami gangguan.

Untuk itu diperlukan smart decission dari pervasive computing tersebut dengan memberikan template yang detil mengenai kondisi-kondisi yang predictable dengan sensor yang adaptif. Selain itu, juga perlu ditetapkan solusi untuk keadaan yang unpredictable atau wireless network yang memerlukan licensi.


No comments:

Post a Comment