Integrating Virtual and Physical Context to Support Knowledge Workers [voida02]
Di lingkungan kantor biasanya knowledge worker menggunakan berbagai macam tools dan sumber informasi, misalnya desktop, laptop, white board, dll yang tersebar di seluruh lingkungan kantor. Berdasarkan informasi yang diperoleh tersebut knowledge workers dapat menentukan tindakan apa yang paling tepat untuk dilakukan. Akan tetapi karena tools dan sumber informasi tersebut berbeda-beda maka knowledge workers harus dapat memamahami dan mensintesis potongan informasi yang beragam, sehingga cara seperti ini dianggap menyulitkan. Oleh karena itu untuk mengatasi permasalahan tersebut peneliti dalam paper ini mencoba mengembangkan sebuah sistem yang diberi nama Kimura. Kimura mengintegrasikan berbagai tools dan sumber informasi yang digunakan oleh knowledge workers sehingga terbentuk sebuah sistim perpasive computing yang dapat memonitor interaksi user dengan komputer, electronic whiteboard, berbagai jenis jaringan serta device yang ada disekitarnya. Sistim ini menggunakan beberapa sensor fisik yang disebar ke suluruh kantor.
Kimura system membagi desktop menjadi dua bagian, yaitu:
- focal region => pada monitor desktop
- peripheral display => diproyeksikan pada dinding kantor
Beberapa kelebihan dari Kimura adalah:
- menggunakan virtual context dari desktop user untuk membantu mengklasifikasikan, menginterpretasikan, dan memvisualisasikan bentuk virtual dan physical context
- mengintegrasikan informasi virtual dan physical context dari aktifitas user yang terpisa-pisah kedalam bentuk visual sehingga dapat membantu user untuk menginterpretasikan informasi dan bertindak berdasarkan informasi yang tersedia
- Secara otomatis men-track konten dari setiap working context dan menandai dokumen berdasarkan tingkat kepentingan relatifnya sehingga memudahkan user untuk memonitor dan mendeteksi perubahan working-context
- Setiap working context ditampilkan sebagai montage dari image (analog dengan room overview), sehingga memudahkan user untuk mengingat pekerjaan yang telah dilakukan. Disamping itu susunan dan transparansi dari komponen gambar dapat menciptakan sebuah ikon untuk working context
Dari hasil penelitian pada paper ini, terdapat beberapa hal yang masih menjadi pertanyaan dalam pengembangan sistim Kimura, diantaranya:
- Bagaimana memperluas fungsionalitas whiteboard untuk mendukung collaborative working
- Bagaimana mengkolaborasikan working context pada beberapa system Kimura => terkait dengan masalah privacy, akses informasi, serta sinkronisasi informasi
- Bagaimana membangun sistim Kimura tanpa mengganggu sensor network
Using and Determining Location in a Context-Sensitive Tour Guide [Davies01]
Paper ini menceritakan tentang pengembangan aplikasi berbasis lokasi yang bernama Lancaster Guide Project. Pada lancester gude project dikembangkan sebuah sistem dengan pendekatan network centric yang berfungsi sebagai tour guide untuk menyediakan layanan dan informasi tentang obyek, kota wisata, layanan interaktif, transfer pesan, dll. Sistim ini dibuat dalam bentuk handheld devices (alat genggam) dengan memanfaatkan wireless sensor network yang disebar di seluruh kota. Informasi. mengenai lokasi diperoleh dengan menggunakan network beacon. Terdapat tiga model informasi yang disediakan, yaitu model geografis (terdiri dari lokasi objek dan navigation object untuk panduan rute), model informasi mengenai entitas yang saling terkait (contoh: hubungan antara jarak dan biaya), serta hypertext pages untuk objek.
Berikut beberapa kelebihan dari sistim yang dikembangkan dalam paper ini:
- menghasilkan informasi berkecepatan tinggi karena menggunakan wireless sensor network
- Praktis dan mudah dibawa-bawa karena dibuat dalam bentuk handheld devices
- Karena menggunakan network beacon maka dapat menghindari tambahan biaya dan konsumsi power
- Bersifat user friendly karena mudah digunakan dan informasi yang diberikan disesuaikan dengan kondisi dari user, seperti minat pengguna, ketersediaan waktu, biaya, dll.
No comments:
Post a Comment