RFID (Radio Frequency Identification) merupakan suatu teknologi untuk
menandai sesuatu dan dapat dibaca dengan menggunakan gelombang radio.
RFID memiliki kegunaan untuk melacak penanda-penanda sehingga dapat
diketahui keberadaannya dari benda yang diberikan penanda tersebut.
Sixth-sense adalah sebuah platform yang berdasarkan RFID untuk
mendukung kegiatan yang terjadi pada dunia enterprise. Sixth-sense
bertujuan untuk memudahkan integrasi antara RFID dengan penggunaannya
di dunia enterprise.
Skenario yang digunakan pada implementasi sixth-sense adalah
membedakan jenis penanda yang diberikan di masing-masing tempat.
Sixth-sense akan dapat membedakan mana yang merupakan penanda dari
orang atau penanda dari barang. Dengan sixth-sense kita dapat
melakukan pemetaan kepemilikan antara orang dan barang. Jika orang
tersebut kehilangan barang yang sudah diberikan penanda RFID,
sixth-sense dapat memberitahu lokasi dari barang yang hilang tersebut.
Tantangan penerapan sixth-sense yaitu bagaimana caranya untuk dapat
meningkatkan kehandalan dan juga mendukung privasi dari seseorang yang
menggunakannya. Hal yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kehandalan
yaitu dengan cara menggunakan penanda ganda pada satu objek yang bisa
berupa orang atau barang. Penanda ganda ini dapat mengurangi kesalahan
dari pembacaan penanda RFID. Untuk meningkatkan privasi dapat
dilakukan dengan pelabelan ulang pada penanda dalam arsitektur
sixth-sense sehingga hanya orang-orang tertentu saja yang dapat
memonitor pergerakan barang yang sudah ditandai oleh RFID.
Pemanfaatan sixth-sense merupakan suatu usaha untuk memudahkan
pekerjaan di suatu perusahaan. Selain isu privasi, isu lain yang dapat
muncul adalah keengganan dari pengguna yang harus diberikan penanda
pada badannya, baik dengan menggunakan perekat atau pada benda
lainnya. Pada kasus ekstrim, penanda RFID tersebut bisa saja
dimasukkan ke dalam kulit/daging dari orang-orang yang akan ditandai.
-------------------
IrisNet: An Architectur for a Worldwide Sensor Web
IrisNet merupakan arsitektur untuk menghubungkan sensor-sensor yang
tersedia pada jaringan yang terhubung ke komputer sehingga bisa
diakses secara global. Saat ini sensor yang paling banyak terhubung ke
komputer melalui jaringan adalah sensor kamera (webcam). Hal ini
merupakan alasan mengapa kamera yang dipakai sebagai sensor utama
dalam IrisNet.
Ketersediaan sensor dan komputer yang terhubung dengan jaringan
belumlah cukup. Diperlukan akses untuk mengambil informasi yang
terdapat dalam kamera-kamera tersebut sehingga bisa bermanfaat untuk
orang banyak. Akses tersebut didapat dengan menggunakan sebuah
mekanisme query pada jaringan IrisNet.
Penggunaan sensor yang terhubung dalam jaringan ini dapat
diaplikasikan pada sistem parkir. Pengguna dapat mengetahui
ketersediaan parkir dari kamera-kamera yang terpasang di tempat parkir
tersebut. Aplikasi lainnya adalah penggunaan kamera-kamera yang
terpasang di daerah yang rawan bencana sehingga dapat memberikan
informasi dari tempat tersebut mengenai keadaan pada saat dan setelah
bencana terjadi.
Isu-isu yang menjadi masalah dalam penerapaan IrisNet ini adalah
masalah privasi dari orang-orang yang tersorot kamera tersebut. Oleh
sebab itu pada paper digunakan asumsi bahwa setiap kamera yang
terhubung harus dioperasikan oleh instansi yang terpercaya sehigga
aliran informasi dapat lebih terjamin.
Aliran informasi yang terjadi akibat penggunaan IrisNet ini dapat
membuat masalah mengenai adanya pengalihan kepercayaan antar instansi.
Misalnya pengguna A percaya pada instansi I, dan instansi I percaya
pada Instansi J. Hal ini bukan berarti pengguna A percaya pada
instansi J. Diperlukan suatu konsep atau semacam kontrak sehingga
instansi I dapat melakukan propagasi kepercayaan pada instansi
lainnya.
Penggunaan IrisNet akan memiliki banyak sekali manfaat jika
pengelolaannya ditata dengan benar. Akses informasi ini memiliki
manfaat yang besar bagi penggunanya tanpa merugikan privasi dari
orang-orang yang terlihat pada kamera.
No comments:
Post a Comment