Monday, November 30, 2009

[TDJarkom2009][Sesi7][0806444676-Rudi Airlangga] Voida02, Davies01

[category TDJarkom2009]
[title Rudi Airlangga (0806444676) - Voida02, Davies01]

Integrating Virtual and Physical Context to Support Knowledge Workers[voida02]
  Paper ini memaparkan tentang sebuah sistem yang memberikan informasi kepada pengguna sesuai context yang ia kerjakan pada sebuah papan whiteboard yang secara pintar dapat mengetahui context berdasarkan apa yang pengguna kerjakan. Sistem ini dapat mengolah context dengan cara mengkategorisasikan context dengan keberadaan dan pekerjaan yang sedang dilakukan pengguna. Sistem ini dibuat dengan menggunakan dua konsep virtual dan physical context untuk mendeteksi perilaku user dan memasukkannya kedalam task tertentu, contoh apabila medapatkan email masuk context virtual dan masuk task Collaboration (pengguna lain), apabila user membaca email tersebut masuk kedalam physical dan masuk task Collaboration dan task awareness.
  Penggunaan sistem ini akan sangat membantu karena context-aware yang membagi virtual dan physical menyatakan keberadaan dan pekerjaan pengguna yang sedang login di sistem tersebut dan langsung dapat berinteraksi dengan sistem tanpa menunggu context switch yang sudah diperhitunggak sistem. Penggunaan visualisasi pada setiap context yang dikerjakan user, sangat bagus, lebih bagus lagi dapat dikostumisasi sesuai keinginan user, dan secara default dapat menggunakan foto atau icon standar jika pengguna tidak ingin kostumisasi. Selain itu terdapatnya histrory akan sangat membantu pengguna untuk meninjau kembali apa yang sudah mereka lakukan sebelumnya, apabila terdapat sesuatu yang terlupakan.
  Interpretasi yang digunakan sistem ini cukup bagus, setiap pekerjaan yang mempunyai informasi lokasi dan keberadaan pengguna secara cerdas dihubungkan dengan virtual dan physical context, dan sangat bagus apabila pengguna dapat lebih mengkostumisasi context dan task secara manual.

Using and Determining Location in a Context-Sensitive Tour Guide[davies01]
  Paper ini bercerita tentang Projek Lancaster Guide yang berawal tahun 1997 yang berusaha menciptakan suatu tour guide automatis yang context-aware berdasarkan 5 kriteria, yaitu: kemudahan akses informasi, tour yang pas berdasarkan selera, akses pelayanan yg ada, bertukar pesan antar peserta tour, dan pesan kesan.
  Penggunaan GPS dan wireless sangat baik karena biaya yang cukup murah dan akurat meski masih ada kekurangan seperti terhalang bangunan / tanah. Akan lebih baik jika ditambahkan macam dalam hal koneksi seperti HP (jaringan seluler) karena lebih dewasa saat sekarang ini. Ketika Offline aplikasi ini juga cukup membantu, dengan menggunakan gambar gambar dari tempat-tempat yang akan dilalui dan juga peta yang lengkap dengan nama jalan dan tempat-tempat terkenal.
  Aplikasi ini sudah cukup memberikan apa yang diinginkan oleh user berdasarkan context-tour, seperti menggunakan tag-tag untuk tempat yang sering dikunjungi, komoditas utama kota, selera, biaya, musim / cuaca, waktu peserta, dan lain lain. Sedangkan mengenai jumlah yang dibatasi oleh 9 tempat yang bisa dikunjungi dapat diatasi dengan mengadopsi berbagai macam algoritma cepat untuk problem matching dan traveling salesmen, seperti Ant Colony System, atau Immunity Genetic, atau yg lebih akurat seperti dynamic programming.

No comments:

Post a Comment