[category TDJarkom2009]
[title I Made Agus Setiawan(0906503793) - Royer99,Yang07]
-------------------------------------------------------------
[Royer99] A Review of Current Routing Protocols for Ad Hoc Mobile Wireless Networks
Pada paper ini M. Royer et al. mengulas mengenai routing protocol pada ad-hoc mobile wireless network. Adapun Ad-hoc network merupakan jaringan tanpa infrastruktur (infrastructureless), dimana tidak terdapat fixed routers, dan node yang ada dalam jaringan dapat bergerak secara bebas dan dapat terhubung ke suatu node dengan cara-cara tertentu. Berbeda dengan infrastructured network, dimana terdapat wired gateway yang tetap (Base Station),dan setiap node terhubung ke BS untuk dapat berkomunikasi.
Terdapat 2 kategori routing protocol yang didasarkan pada bagaimana informasi routing dikelola untuk keperluan komunikasi.:
- Table-Driven : dimana informasi routing disimpan di setiap node dalam suatu tabel yang harus up to date.
- Source-initiated (On-demand) : dimana informasi routing dibangkitkan ketika dibutuhkan (route-discovery), full search/cache system.
Ada beberapa protocol yang dibahas diantaranya :
- Table-Driven; Destination-Sequenced Distance-Vector Routing (DSDV), Clusterhead Gateway Switch Routing (CGSR), Wireless Routing Protocol (WRP)
- On-Demand; Ad Hoc On-Demand Distance Vector Routing (AODV), Dynamic Source Routing (DSR), Temporally Ordered Routing Algorithm (TORA), Associativity-Based Routing (ABR), Signal Stability Routing (SSR).
Masing-masing metode memiliki karakteristik tersendiri, dari sisi; time complexity and communication complexity (init/failure), routing philosophy, Loop Free, Multicast Capability, Routing metric, Frequency of update transmission and direction, maintain of existance, route reconf. Method, Loc. of maintained route etc.
Beberapa point yang perlu dipertimbangkan adalah :
1. Bagaimana overhead(signaling traffic) yang dihadapi table-driven approach ketika menjaga tabel routing selalu uptodate?
2. Begitu juga sebaliknya, bagaimana meminimalkan waktu route discovery pada on-demand approach, begitu juga mekanisme Route Replay?
3. pada mobile computing, power adalah masalah kritis, sehingga bagaimana membuat protocol yang aware terhadap masalah ini?
4. Bagaimana routing protocol mampu mengakomodasi multicast untuk mendukung multiparty wireless communication dihadapkan dengan sifat mobility dari device(selalu berubah-ubah dengan cepat)?
5. Bagaimana informasi lokasi spasial digunakan sebagai bantuan untuk melakukan route discovery ?
6. Untuk mendukung kearah pervasive environment, perlu dikembangkan protocol yang mampu beradaptasi - mengkonfigurasi dengan sendirinya (context-aware) dan fleksibel sesuai dengan situasi lingkungan.
7. Perlu juga dibahas mengenai mekanisme handoffer suatu node terhadap node lainnya, karena mobilitas device yang tinggi dan bagaimana mekanisme registrasi-nya ke suatu network?
Pada akhirnya, tidak ada protocol terbaik yang dapat memenuhi semua kondisi, karena semua memiliki kekurangan/kelebihan. Jadi penerapan suatu metode harus disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi, dan tidak menutup kemungkinan metode hybrid ad-hoc routing pun menjadi suatu pilihan.
[yang07] ITS : Driving into Intelligent Spaces with Pervasive Communications
Comment :
Pada paper ini Fei-Yue Wang et al. mengulas mengenai state of the art dari Intelligent Transportation spaces (ITSPs), salah satu bagian dari Intelligent space seperti halnya smart rooms, dimana dengan ITPS ini memungkinkan orang yang berada dalam sebuah kendaraan tetap terhubung dengan penghuni kendaraan yang lainnya begitu juga terhubung terhadap sistem yang menawarkan informasi mengenai lalulintas, rute, cuaca dan hiburan yang erat kaitannya dengan keselamatan perjalanan, efisiensi dan kenyamanan perjalanan.
Intelligent system, secara sederhana, dibangun dari 2 bagian, yaitu objek dan lingkungannya, dalam hal transportasi, kendaraan dengan lingkungannya. Ada 2 pendekatan yang dilakukan :
1. Membuat kendaraan yang semakin smart dilengkapi dengan berbagai sensor untuk mendeteksi rintangan seperti sensor jarak. Contohnya adalah Autonomous Guiding Vehicles (AVG) dimana mekanisme pemanduannya dengan membuat rel pemandu. Permasalahan-nya adalah semakin banyak kendaraan memunculkan terjadinya gangguan(interference) dari sensor yang ada, disamping itu rel pemandu akan sering berubah seiring perubahan layout-nya.
2. Membuat Lingkungan-nya semakin smart dan fleksibel, sehingga biaya untuk setiap kendaraan menurun. Contohnya seperti AVG diatas, daripada menaruh sensor di setiap kendaraan, sensor tersebut diletakkan di sisi jalan, misal ditembok rumah/tiang atau digantung diatas jalan/lorong (roadside unit) dan bekerja sama satu dengan yang lainnya. Lingkungan semakin kompleks, namun akan dibagi pakai oleh semua AVGs. Lingkungan inilah yang membentuk ITSPs.
Beberapa point yang bisa dicatat berkaitan dengan ITSPs adalah :
1. Bagaimana interaksi/komunikasi antara orang yang ada dikendaraan dengan kendaraannya itu sendiri? Dalam paper ini diistilahkan dengan IntraVehicleIntelligentSpace(IntraVIS) dimana mirip dengan SmartRooms, seperti spoken lang. Interaction, face recognition, hanya lebih spesifik. Pada IntraVIS, batasan boundary nya jelas, yaitu mobil itu sendiri.
2. Bagaimana Interaksi dengan Dunia Luar? Dalam hal ini diistilahkan dengan InterVehicleIntelligentSpace(InterVIS). V2V : Vehicle-to-Vehicle, V2R: Vehicle-to-Roadside Unit, Vehicle to another system(toll,cruise-assist,danger alert system). Pada InterVIS, batasan boundary-nya tidak jelas yang membuat permasalahannya semakin kompleks.
3. Media komunikasi yang digunakan? Dalam hal frekuensi bisa menggunakan Industrial,Scientific,Medical (ISM) Band, Dedicated short-range communication (DSRC) Band, Ultra Wide Band (UWB) Radio. Permasalahan muncul pada penggunaan UWB yang menginterferensi ISM dan DSRC band. Namun Jenis device yang medukung hal diatas tidak diulas dengan jelas, baik disisi vehicle maupun roadside unit.
4. Bagaimana Protokol komunikasi yang digunakan dapat mengelola segala perilaku dari objek dalam ITSP (adaptive – pervasive environment) seperti bagaimana menjaga agar komunikasi antar mobil dengan kec. Tinggi dengan roadside unit-nya tetap stabil (V2R)? Mekanisme Failure Recovery? Mode komunikasi; ad-hoc atau infrastructure mode atau bahkan kombinasi antar keduanya? Bagaimana menjaga performa/kualitas dari komunikasi, mengurangi collision packet untuk effisiensi bandwith? Bagaimana mekanisme handover antar vehicle dan roadside-unit? Belum terlalu jelas.
5. Karena boundary dari lingkungan interVIS yang luas, maka perlu adanya mekanisme integrasi yang jelas antar traffic control serta manajemen traffic yang baik agar ITSP bisa dimplementasikan.
I Made Agus Setiawan
---------------------------------
No comments:
Post a Comment