Monday, November 30, 2009

[TDJarkom2009][Sesi7][ 0906503793-I Made Agus Setiawan] anhalt01, raento05

[category TDJarkom2009]

[title I Made Agus Setiawan(0906503793) - anhalt01, raento05]

 

Sesi 7


[anhalt01] Toward Context-Aware Computing: Experiences and Lessons

Comment :

 

Pada paper ini, Anhalt et al. memaparkan mengenai bagaimana mengurangi gangguan yang mungkin terjadi pada lingkungan pervasive dengan membuat lingkungan yang sadar akan konteks yang dihadapi (context aware) seperti misal sistem mengetahui state dan posisi dari user.  Pendekatan yang dilakukan untuk membuat lingkungan seperti diatas adalah dengan mengembangkan suatu aplikasi yang bersifat context-aware seperti Portable Help Desk(PHD), Matchmaker, Privacy Guard, Speech PHD, Context-aware agents dll. Berbagai cara dilakukan untuk menghadapi segala keterbatasan yang dihadapi seperti misal speechPHD; keterbatasan resource yang dimiliki mobile device saat ini yang dibutuhkan oleh aplikasi seperti computing power, memory dan nonvolatile storage, aplikasi tidak memungkinkan diletakkan di perangkat mobile. masalah ini dapat dipecahkan dengan meletakkan  aplikasi tersebut di  server namun tentu saja akan berimbas pada masalah network latency.

Pada dasarnya, pendekatan yang dilakukan tersebut erat kaitannya dengan user-attention, bagaimana mempertahankan kemampuan seseorang untuk tetap fokus terhadap pekerjaan utamanya meskipun terdapat gangguan-gangguan yang terjadi. Context-aware application yang dikembangkan paling tidak dapat memberikan layanan; spatial awareness (location/position information) dan temporal awareness (availability information).

Pada paper ini, gangguan yang terjadi terhadap aktifitas yang dilakukan diwujudkan dalam bentuk matriks – Distraction matrix. Aktifitas yang dilakukan dikategorikan sebagai; information, communication dan creation. Sedangkan gangguan yang terjadi dikelompokkan berdasarkan durasinya; snap, pause, tangent dan extended.

Beberapa point yang dapat dicatat mengenai pendekatan yang dilakukan adalah;

1.      Dengan berkembangnya perangkat mobile kedepan, diharapkan aplikasi yang membutuhkan resource khusus seperti speech PHD dapat berjalan di mobile device sehingga masalah network latency dapat dikurangi bahkan dihilangkan.

2.      Masalah yang paling sering muncul dalam lingkungan pervasive adalah masalah privacy, karena hal ini sangat sensitif yang mmpengaruhi tingkat penggunaan sistem oleh pengguna. Dengan mekanisme yang ditawarkan aplikasi privacy guard, sedikit banyak dapat mengatasi masalah privacy ini. Namun penjelasannya terlalu umum, kurang mendetail. Bagaimana jika user ingin mengkostumisasi informasi yang disharing?

3.      Ide yang dipaparkan pada paper ini sangat menjanjikan kedepannya karena sangat informatif, memberikan kemudahan pengguna dalam mengakses informasi. Namun seberapa besar lingkungan pervasive seperti ini bisa dikembangkan? Apakah memungkinkan lebih besar dari kampus, misal kota, district? Seberapa besar ketergantungan teknologi ini terhadap lingkungannya atau terhadap mobile device yang dipakai?

4.      Seberapa besar pengaruh gangguan yang dihadapi pengguna terhadap primary task yang dilakukan? Tidak dijelaskan lebih mendetail. Apakah gangguan tersebut sangat signifikan terhadap hasil yang didapat?

5.      Bagaiamanapun hebatnya suatu teknologi, keberhasilannya tergantung dari pengguna. Jika pengguna merasa bahwa teknologi tersebut berguna, maka teknologi tersebut akan berhasil dipasaran, namun dalam hal ini, tentu saja yang harus dikembangkan lebih jauh adalah lingkungannya, selain mobile device.

 

 

[raento05] ContextPhone: A Prototyping Platform for Context-Aware Mobile Applications

Comment :

 

Pada paper ini, Raento et al. memaparkan mengenai ContextPhone, yaitu suatu aplikasi prototype perangkat mobile yang didesain sadar akan konteks yang dihadapi (Context-Aware Mobile Applications). Berbeda dengan paper yang ditulis oleh Anhalt dimana aplikasi yang dikembangkan difokuskan untuk membuat lingkungan yang pervasive/di sisi server, pada paper ini, aplikasi yang dikembangkan diletakkan pada mobile device yang digunakan.

Tujuan yang ingin dicapai yang dipaparkan pada paper ini diantaranya; platform yang dikembangkan mampu menangani permasalahan yang timbul akibat gagal koneksi / power dengan automatic recovery, mampu mengintegrasikan aplikas yang baru dengan aplikasi yang sudah ada, memudahkan pengembangan aplikasi lebih lanjut tanpa harus membangun dari awal, menjadikan context sebagai sumber daya oleh pengguna lainnya.

ContextPhone platform yang dikembangkan terdiri dari 4 module dimana masing-masing memanfaatkan sepenuhnya resource yang dimiliki oleh mobile device;  Sensor(Cell ID,GPS),  Communication(GPRS,SMS,MMS,bluetooth),  Customizable application(ContextLogger, contextcontact) dan System Services(ErrorLogging and Recovery).

Beberapa point yang dapat dicatat mengenai topik yang dibahas pada paper ini adalah;

1.    Satu hal yang menjadi pertanyaan, seberapa besar ketergantungan platform ini terhadap device yang digunakan? Apa syarat minimal agar platform ini dapat berfungsi secara maksimal?

2.    Sekali lagi, masalah security, privacy? Apa yang ditawarkan dari platform ini untuk mengatasi masalah tersebut? Kurang begitu jelas dipaparkan pada paper ini.

3.    Bagi developer, platform yang ditawarkan mungkin menjadi suatu pilihan dalam mengembangkan aplikasi, selain aplikasi yang bersifat informatif, mungkin juga dikembangkan aplikasi multimedia - kreatif seperti game.

4.   Dengan adanya library dan source code yang bersifat Open, akan memungkinkan komunitas ikut berperan serta dalam mengembangkan berbagai aplikasi yang bersifat context-aware yang tentu saja akan mempercepat pengembangan suatu aplikasi dan secara otomatis mempercepat perkembangan teknologi pervasive context-aware system.





I Made Agus Setiawan
---------------------------------

No comments:

Post a Comment