[title Muhammad Adi Sujiwo (0906593233) - yang07, royer99]
Driving Into Intelligent Spaces With Pervasive Communications
ITSP (Intelligent Transportation Spaces) merupakan upaya integrasi
teknologi informasi ke dalam infrastruktur transportasi, khususnya
kendaraan bermotor di dalamnya. Atribut-atribut yang kentara dari ITSP
adalah :
* Kemampuan sistem untuk melakukan persepsi, pengenalan, analisis dan
prediksi atas status, konteks dan lingkungan pengguna.
* Adaptasi terhadap aktivitas pengguna.
Latar Belakang
Perhatian pada ITSP muncul dari masalah-masalah dalam bidang transportasi,
yang paling utama adalah kemacetan lalu-lintas. Peningkatan jumlah
kendaraan yang tidak diiringi perbaikan infrastruktur transportasi,
ledakan jumlah penduduk dan migrasi ke wilayah perkotaan membuat
transportasi bermotor menjadi mahal.
Motivasi lain adalah kebutuhan untuk infrastruktur keamanan. Sejumlah
sistem ITSP melibatkan sistem pengawasan dan pemantauan (surveillance)
jalan raya. Sistem ITSP juga berperan dalam evakuasi massal cepat di
wilayah perkotaan pada saat terjadinya suatu ancaman keamanan atau bencana
alam.
Teknologi ITSP
Sistem-sistem ITSP yang telah diterapkan saat ini berupa:
* Sistem manajemen kendaraan seperti navigasi, kontrol pembakaran,
pengaturan suhu dan manajemen kontainer (pada kendaraan pengangkut barang)
* Sistem kontrol lampu lalu-lintas dan marka jalan
* Sistem-sistem surveillance seperti kamera kecepatan, pengenalan plat
nomor otomatis dan sistem CCTV
* Sistem pembayaran, khususnya pada jalan tol dan jembatan
Teknologi Komunikasi
Kunci teknologi ITSP ada pada teknologi jaringan nirkabel dengan berbagai
macam rupa. Saat ini terdapat tiga gelombang frekuensi yang digunakan,
yaitu:
- gelombang ISM (Industrial, Scientific and Medical) yang berada dalam
frekuensi 902-928 MHz, 2.4-2.483 GHz dan 5.72-5.85 GHz. Umumnya digunakan
untuk komunikasi jarak pendek. Teknologi yang sudah jamak di antaranya
Bluetooth dan Wi-Fi (802.11), khususnya standar 802.11p (Wireless Access
in Vehicular Environment=WAVE). Standar ini digunakan sebagai dasar untuk
DSRC (Dedicated Short Range Communications) yang digunakan sebagai dasar
untuk pembayaran tol elektronik, layanan keamanan kendaraan dan transaksi
keuangan lainnya.
- Radio UWB (Ultra-wideband) memiliki bandwidth sangat besar (sampai 750
MHz, sehingga memiliki bitrate yang tinggi sampai 480Mbps) pada jarak
pendek (10-15 meter) tetapi dengan kebutuhan tenaga yang minim. Salah satu
aplikasinya dalam teknologi konsumer adalah Wireless USB.
- Floating Car Data; saat ini hampir semua kendaraan memiliki paling tidak
satu telepon selular, yang secara rutin mengirimkan informasi informasi
lokasinya ke jaringan penyedia layanan meskipun tidak melakukan koneksi.
Informasi ini dapat digunakan sebagai penduga kepadatan lalu-lintas.
Dengan mengukur dan menganalisis data triangulasi, data ini dapat diubah
menjadi informasi arus lalu-lintas yang akurat. Keuntungannya adalah biaya
yang sangat murah karena tidak diperlukan infrastruktur sensor tambahan,
cakupan yang luas dan dapat bekerja dalam segala cuaca.
A Review of Current Routing Protocols for Ad Hoc Mobile Wireless Networks
Penciptaan jaringan nirkabel memunculkan beragam kemungkinan yang tidak
dapat dilakukan oleh jaringan kabel, di antaranya adalah mobilitas
pengguna yang fleksibel dan penciptaan jaringan nir-infrastruktur
(ad-hoc). Namun sejumlah protokol dan infrastruktur yang awalnya
diciptakan di jaringan kabel tidak dapat bekerja dengan benar dalam
jaringan nirkabel, seperti protokol routing yang diperlukan untuk
menghantarkan paket-paket data dengan benar.
Umumnya protokol routing dalam jaringan didasarkan pada dua tipe:
- Table-driven: tabel routing disusun saat sistem dijalankan
- Demand-driven: disusun saat akan mengirimkan paket data
Namun, hampir semua protokol routing dalam jaringan ad-hoc didasarkan pada
protokol DSDV (Destination-Sequenced Distance Vector). Di sini, setiap
node dalam jaringan menyimpan tabel routing untuk semua tujuan yang dapat
dicapai.
No comments:
Post a Comment