Sunday, November 22, 2009

[TDJarkom2009][Sesi5][0906593271-Uray Heri M.] Iyer03, Phillipose05

[category TDJarkom2009]
[title Uray Heri M. (0906593271) - Iyer03, Phillipose]

(Iyer03)

 

Resource merupakan field yang selalu menjadi clasical problem dalam mobile computing. Iyer, dalam papernya mencoba untuk memberikan alternative solution terhadap permasalahan ini.. Fokus bahasan diarahkan pada energy comsumption untuk display mengingat display merupakan pengkonsumsi energi terbesar pada mobile computing. Pengaturan pemakaian energi untuk display dilakukan dengan menggunakan Oraganic LED. Pengaturan komsumsi energi yang telah ada sebelumnya adalah dengan mematikan display apabila sedang tidak aktif atau menyeting penggunaan energi pada batas minimum untuk setiap aplikasi display. Namun dengan menggunakan  OLED,konsumsi energi berdasarkan pada brightness dan warna yang digunakan untuk tiap area screen. Hal ini didasari pada asumsi bahwa untuk tiap beban kerja yang berbeda, konsumsi energi untuk display berbeda pula. Kerangka dasar yang menjadi titik kajian adalah identifikasi secara detil karakteristik penggunaan screen pada saat display dan upaya minimalisasi konsumsi energi yang mungkin dapat dilakukan.

Pendekatan yang dilakukan dengan menggunakan OLED adalah berdasarkan intuisi, sehingga konsumsi power sesungguhnya terhadap suatu aplikasi display masih belum terdefinisikan.

Disisi lain, clustering terhadap display yang sedang aktif dan tidak, menyebabkan display itu sendiri menjadi kurang menarik bahkan cenderung menampilkan kesan monoton apalagi penerapan grayfield mengurangi nilai estetika. Multimedia merupakan contoh aplikasi yang sangat rentan terhadap penerapan teknologi ini karena clustering pada aplikasi ini dengan alasan reduksi konsumsi energi akan menyebabkan display kurang mampu menyampaikan pesan yang terkandung di dalamnya. Untuk itu,software yang digunakan untuk mendukung aplikasi OLED ini harus disertai opsi TURN ON /OFF.

Dari sisi kontrol,Iyer tidak memaparkan jumlah konsumsi energi yang diperlukan dan kemungkinan kombinasi interface itu sendiri dengan teknologi OLED. Hal ini perlu dikaji agar acuan terhadap reduksi konsumsi energi tidak mereduksi perkembangan teknologi yang telah ada.


(Phillipose05)

 

Paper ini mengkaji suatu solusi alternatif untuk mengatasi permasalahan resource yang diperlukan perangkat sensor untuk melakukan tugasnya. Battery memiliki keterbatasan menyangkut long-live usage sehingga cukup mahal apabila jumlah sensor yang disebar mencapai jumlah ratusan atau lebih. Untuk itu diperlukan resource alternatif yang lebih ekonomis dan tidak mengurangi unjuk kerja secara teknis. Alternatif yang ditawarkan oleh Phillipose adalah sistem sensor yang tidak bergantung pada energi battery tetapi energi dikonsumsi dari resource yang ada di lingkungan tersebut terutama sekali tenaga surya. Namun tentu saja hal ini menimbulkan beraneka ragam fenomena mengingat solar cell sangat bergantung pada intensitas cahaya, terlebih lagi penempatan sensor di dalam ruangan mengakibatkan intensitas cahaya menjadi issue yang sangat penting untuk dikaji dalam kasus ini. Paper ini tidak menterjemahkan permasalahan ini secara gamblang karena prototype yang digunakan memanfaatkan energi listrik sebagai pendekatan sehingga tidak menggambarkan secara detil keterkaitannya dengan solusi yang ditawarkan. Namun secara teknis, prinsip kerja transmisi sensor terhadap aktivitas yang ada dalam ruangan tersebut cukup mewakili kebutuhan yang diharapkan karena proses encoding sensor itu sendiri telah dikemas dengan baik. Kondisi ini terpenuhi dengan baik pada saat data user telah tersedia, namun tidak demikian halnya apabila user baru terdeteksi. Sistem tidak akan merespon sebagaimana layaknya,untuk itu,sistem sensor ini perlu dilengkapi dengan opsi yang dapat dilakukan sistem untuk unpredictable condition.

Faktor keamanan juga menjadi kajian yang tidak kalah pentingnya mengingat efek negatif yang dapat ditimbulkan oleh proses transmisi data terhadap user. 0.5 meter merupakan jarak minimal yang harus dijaga oleh user mengindikasikan peralatan sensor ini memiliki dampak yang signifikan terhadap user untuk itu perlu opsi alternatif sistem transmisi data agar unsur kenyamanan tidak mengurangi tuntutan faktor keselamatan dalam pengembangan teknologi.



No comments:

Post a Comment