Penelitian dalam paper ini dapat dikarakan terinspirasi dari aktifitas sehari-hari dimana dalam kesehariannya manusia dapat berinteraksi dengan banyak objek. Karena banyaknya objek yang dijumpai dan tidak jarang kita memindahkannya atau menggunakannya dan tidak dikembalikan pada tempat semula maka seringkali saat ingin menggunakan kembali kita lupa dimana letak dari objek tersebut. Hal ini diakibatkan kerena otak manusia memiliki keterbatasan dalam melakukan indexing dan mengelola seluruh informasi dari objek yang mereka jumpai. Keterbatasan itulah yang mengakibatkan kita sulit untuk mengingat dan menemukan kembali informasi mengenai lokasi suatu objek. Oleh karena itu para peneliti dalam paper ini mencoba untuk mengembangkan sebuah sistem yang dapat membantu manusia untuk mempermudah tugas mereka dengan cara melakukan identifikasi terhadap lokasi dari objek atau benda yang diperlukan. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan sistim tersebut adalah RFID (radio frequency identification).
RFID merupakan teknologi yang dibuat sebagai alat identifikasi objek untuk mengelola supply chain dan store inventories. Kelebihan dari RFID tags ialah menyediakan properti yang berukuran kecil, free maintenance, dan murah. Kendati demikian informasi yang diberikan oleh RFID masih berupa informasi kasar dimana lokasi suatu objek didekati melalui lokasi reader. Untuk memperoleh informasi yang lebih halus maka dalam paper ini dikembangkan sebuah sistem yang disebut dengan Sherlock.
Sherlock merupakan sebuah system yang merupakam kombinasi dari pasif RFID taged untuk meng-attach objet, steerable antenna (antena pengarah), dan steerable camera (kamera pengarah untuk visualisasi hasil query). Steerable antenna dapat digunakan untuk melakukan sweeping ruangan, discovery, localizing dan indexing dari objek-objek yang telah di tagging. Sistim ini merespons query yang diberikan dengan cara menunjukan lokasi dari objek yang diinginkan dengan menggunakan image dari video camera. Dengan demikian lokasi dari sebuah objek (baik objek statis maupun objek bergerak) dapat lebih mudah diidentifikasi dan informasi yang diberikan dapat lebih akurat.
Yang menjadi catatan dari sistim yang dikembangkan adalah seberapa cepat sistim ini dapat melakukan lokalisasi objek yang tersebar dan dalam jumlah cukup besar. Dari sekian banyak teknik retrieval informasi yang ada, teknik mana yang paling tepat untuk digunakan sehingga informasi mengenai lokasi dari sebuah objek dapat memberikan hasil yang cepat dan akurat namun efisien baik dari segi waktu, biaya, maupun memori yang digunakan. Disamping itu perlu diperhatikan juga aspek kehandalan dalam hal kemanan sistim, sehingga informasi dari keberadaan setiap objek tidak sampai jatuh ketangan orang yang salah.
Wearable Activity Tracking in Car Manufacturing [Stiefmeier08]
Pada intinya paper ini menceritakan bagaimana memuat sebuah weareable computing system yang tidak mengganggu infrastruktur IT, users hands free, dan memungkinkan user untuk dapat tetap bergerak bebas. Hal ini tentu sangat penting terutama jika diterapkan dalam bidang industri, sehingga jangan sampai proacticve context aware system tersebut mengganggu pekerjaan utama karyawan. Dalam bidang industri sistim ini dapat digunakan untuk memberikan mereka informasi yang diperlukan serta melacak setiap tugas yang diberikan kepada karyawan dengan menggunakan complex multimodal sensor.
Studi kasus dari penggunaan sistim ini telah dicoba diimplementasikan di European car manufacturer Skoda. Point pertama yang dipelajari adalah context aware worker trainining, yaitu training untuk merakit badan mobil dimana petunjuk online yang diberikan dapat bersifat weareable sehinggga dapat memudahkan pekerja dalam proses perakitan. Sementara itu yang kedua adalah weareable assistance untuk quality control di production line (pekerja hanya menggunakan sensor tubuh).
Sistim ini dapat digunakan untuk pelatihan karena adanya sensor yang ditempatkan baik pada badan mobil maupun di tubuh pekerja sehingga langkah-langkah perakitan dapat terus dimonitor. Sama seperti paper pertama, dalam sistim ini juga digunakan RFID tags untuk mendeteksi alat apa yang digunakan oleh pekerja. Kemudian FSRs akan membaca setiap aktifitas yang dilakukan dan mengirimkan informasi tersebut sehingga dapat diketahui apakah perakitan yang dilakukan sudah benar/ belum.
Untuk tracking informasi terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya adalah:
1. bagaimana sistim dapat mengenali mana data (sinyal) yang penting (relevan) dan mana data yang tidak penting dari sebuah streaming data yang kontinu
2. Sistim apa yang paling tepat digunakan untuk mengklasifikasikan data pada kasus seperti ini.
No comments:
Post a Comment